Pemerintah Indonesia Buta Hati dan Buta Mata Soal Papua

Foto: Dok. Pribadi 
Ruang Publik, marjinnews.com - Rasialisme yang terjadi di Surabaya menimbulkan  gejolak yang luar biasa di Papua, khusus di Jayapura, Manokwari, Sorong, Ilaga, Deiyai, Merauke, dan Nduga yang konfliknya belum selesai sampai sekarang sebagai daerah basis Operasi Militer  yang belum terselesaikan sehingga menimbulkan banyak korban.

Menurut data yang disajikan BBC per 14 Agustus 2019 setidaknya sudah ada sekitar 182 orang meninggal dunia akibat konflik tersebut. Sementara itu meda suarapapua.com per 28 Sepetember menyebutkan bahwa ada setidaknya 31 orang meninggal dan 76  Orang Luka-luka di Wamena. Di Jayapura 7 orang meninggal, di Deiyai 39. Di Deiyai, warga sipil dan lima anggota TNI/Polri luka-luka.

Dan masih banyak lagi orang yang menjadi korban namun belum disajikan dalam berbagai model pemberitaan oleh media Indonesia dan internasional.

Sebagai warga Negara Indonesia yang baik kita turut perihatin dengan pristiwa-pristiwa yang menimbulkan jatuhnya banyak korban dari masyarakat baik itu Papua dan Non Papua serta Aparat Kemananan dalam pristiwa Ini, untuk itu kita harus berpikir keras guna mampu menyelesaikan Konflik ini dengan upaya-upaya preventif yang baik dan tepat. 

Upaya penting yang harus ditangkap oleh  pemerintah adalah dengan merespon banyaknya tuntutan dari Masyarakat yang belum diselesaikan sampai saat ini.

Seorang filsuf  Frankfurt, Jurgen Habermas  dalam teorinya Rasionalitas Komunikatif  menyebutkan bahwa komunikasi bisa  sebagai medium yang melalui kekuasaannya mampu diterjemahkan sedemikian rupa sehingga kekuasaan administrative tak lantas memproduksi diri berlandasan kekuasaan sendiri, tetapi mereka hanya mungkin untuk memperbaharui lewat mandat komunikatif melalui percakapan komunikatif warga.

Percakapan itu bukan sekedar memungkinkan warga yang menyampaikan pandangan-pandangan dengan pertimbangan rasional atas persolan bersama. Tindakan komunikatif ini berpeluang lebih untuk berakomodasi perbedaan, mengoreksi kesalahan dan memperkuat legitimasi kekuasaan.

Memberikan persoalan ini berlarut tanpa penyelesaian apalagi di negara demokrasi menuntut keterlibatan public terkait pembentukan hukum memberikan jaminan hukum juga memberikan jaminan yang lebih baik.

Saya pikir rakyat atau masyarakat sudah memberikan tawaran-tawaran baik  lewat komunikasi lewat tuntutannya seperti referendum dan penarikan dan pendekatan militerisme.

Tinggal bagaimana pemerintah menangkap itu kemudian mengadministrasi tuntutan tersebut untuk menemukan pilihan Matata mana yang baik dan mana yang penting menjawab  akar persoalan Di Papua.

Tetapi sayangnya “Pemerintah Buta Mata dan Buta Hati” karena Pemerintah tidak melihat dan tidak memiliki rasa kemanusiaan terhadap konflik ini.

Bagimana dengan mahasiswa Papua yang Exodus ke Papua sampai saat ini belum balik ke kota-kota study mereka  masing- masing. Kalau memang niat dan  tujuan untuk aksi  lanjutan  awal pembukaan sidang PBB sampai sidang PBB yang sudah berakhir pada tanggal 29 September 2019, ini memandakan bahwa tujuan mahasiswa  ke Papua bukan untuk memprovokasi masyarakat  untuk terus bergejolak agar didengar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melainkan karena keamanan dan kenyaman di daerah mereka masing-masing di kota study.

Sebagai mahasiswa Papua yang sedang belajar di Surabaya, saya mengusulkan beberapa rekomendasi yang bisa mejadi alternatif untuk menyelesaikan persoalan Papua dengan menggunakan metode Komunikasi Habermas dalam menyelesaikan Masalah diTanah Papua.

Pertama, pendekatan dialog antara Pemerintah Pusat dengan United Liberation Movement  for west Papua (ULWMP)  dengan melibatkan pihak ketiga. Saya pikir pemerintah Indonesia pernah Lakukan di Aceh yang melahirkan MOU Helnsiki.

Kedua, melakukan penarikan militer yang dikirim secara masif dan sistematis di Papua.

Ketiga, Rekonsliasi Hak Asasi Manusia masa lalu. 

Keempat, menangkap pelaku rasialisme di Surabaya dan pecat aparat yang terlibat di depan umum secara tidak hormat. 


Oleh: Yanuarius Jefry Bless
Ketua Presidium PMKRI Cabang Surabaya

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,7,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,9,Imlek,1,In-Depth,18,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,104,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1386,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,26,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Pemerintah Indonesia Buta Hati dan Buta Mata Soal Papua
Pemerintah Indonesia Buta Hati dan Buta Mata Soal Papua
https://1.bp.blogspot.com/-mVLEdwqhjvc/XZoBzFKYwCI/AAAAAAAAC4g/1aPS1OkNKBImrGL0-550-OWlJ8mgKj83ACLcBGAsYHQ/s640/IMG_20191006_220105.JPG
https://1.bp.blogspot.com/-mVLEdwqhjvc/XZoBzFKYwCI/AAAAAAAAC4g/1aPS1OkNKBImrGL0-550-OWlJ8mgKj83ACLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_20191006_220105.JPG
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/10/pemerintah-indonesia-buta-hati-dan-buta-mata-soal-papua.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/10/pemerintah-indonesia-buta-hati-dan-buta-mata-soal-papua.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy