Meneropong Kabupaten TTU Menjelang Pilkada 2020

Foto: Dok. Pribadi 
Ruang Publik, marjinnews.com - Berbicara soal perkembangan kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) hari ini, dianalisa dari berbagai sektor dengan menyentil soal pengelolaan sumber daya alam tentu akan menjadi sebuah perdebatan yang sangat seruh. 

Terlepas dari “antek-antek” kekuasaan yang lebih mendekatkan diri dengan penguasa. Perluh diketahui bersama bahwa, TTU merupakan sebuah daerah yang memiliki potensi pada sektor pertanian dan peternakan yang sangat baik. 

Akan tetapi, hingga saat ini pemerintah terlihat lengah dalam mengelola SDA maupun potensi lokal yang dimiliki oleh daerah tersebut. Padahal, pemerintah sendiri telah mencanangkan  program kerja yang terlihat sangat objektif dalam mengelola SDA dan SDM. 

Program yang dicanangkan antara lain, sari tani, Padat Karya Pangan (PKP), dan rumah layak huni dengan dana yang disiapkan sebesar 60 miliar. Ketiga program tersebut terbalut dalam konsep makan cukup, pakai cukup, dan tinggal di rumah yang layak huni. 

Akan tetapi, sudah sejauh mana indikator keberhasilan dari program yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) sejak tahun 2010 silam?  

Sejauh mata memandang, ketiga program ini, serasa hampa tanpa membawa perubahan yang begitu siknifikan. Terkhusunya program sari tani dan padat karya pangan. 

Nampaknya gagal dan tidak berorientasi secara maksimal, tidak terkoordinir secara baik, dan program ini nampaknya juga tak berpri keadilan, yang artinya, implementasi tidak sistematis dan meratah di seluruh pelosok. Begitu pula dengan rumah layak huni. 

Bayangkan, ada 24 Kecamatan, 193 Desa/Kelurahan yang berada di kabupaten TTU, apakah dalam paruh waktu diakhir tahun dan akhir masa jabatan kepemimpinan Bupati/Wakil bupati saat ini, semua kepala keluarga (KK) yang masuk dalam daftar penerima bantuan rumah layak huni dapat terealisasi sebagaimana batasan waktu yang ditetapkan dalam ikhtiar pengerjaan proyek tersebut? 

Apalagi ada penambahan dana dari peralihan proyek patung Kristus Raja sebesar 35 miliar dengan mengerjakan 12.500 rumah layak huni. Hal ini terlihat sangat “naif”. 

Mengaapa demikian? Sangat tidak masuk akal jika dalam kurun waktu 5 atau 6 bulan 12.500 rumah layak huni dapat dibangun. Lebih tidak memungkinkan lagi, pemimpin diperiode yang akan datang, bakal melanjutkan program dari pemerintahan sekarang. 

Sangat mustahil bila hal ini terjadi. Apalagi, misalkan, kepala daerah diperiode selanjutnya lawan politik dari kepemimpinan periode saat ini. Sudah kita ketahui pula, dinamika politik kabupaten TTU seperti apa nuansanya. 

Cobalah pemerintah saat ini, menghadirkan program kerja atau inovasi yang lebih sistematis dengan konsep strategis, tak luput berkolaborasi dengan para akademisi untuk kepentingan pengelolaan potensi lokal yang ada, dan berdampak luas dan memiliki pengaruh sosial yang baik, disamping mendongkrak perekonomian daerah dan masyarakat, konsep tersebut juga dapat mengehemat anggaran belanja daerah. 

Hakikatnya, dalam sebuah sistem pemerintahan perluh ada sinergitas dari berbagai pihak, misalkan akademisi, pemuda, masyarakat sipil, dan tokoh masyrakat, untuk bekerjasama membangun tatanan pemerintahan dan daerah.

Dalam kurun waktu 10 tahun, mampu kita simpulkan bahwa, kinerja pemerintah hari ini terkesan gagal. Bagaimana tidak? Bertolak dari uraian evaluasi pengelolaan program kerja diatas, gaya kepemimpinan kepala daerah saat ini terlihat arogan. 

Buktinya saja, terjadi dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Bupati TTU terhadap warga Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu. Kasus penganiayaan seperti itu seharusnya tak terjadi. Karena tugas seorang pemimpin adalah mengayomi masyarakatnya. 

Jika terjadi kekeliruan, upaya yang dilakukan bisa dengan cara yang lebih persuasif lewat bimbingan dan pembinaan (Suara Karya.co.id, 23 Desember 2018). 

Dan di bulan Maret lalu, Bupati TTU, mempolisikan Eman Tabean (Wartawan Vox NTT) terkait dugaan penyebaran informasi hoax yang telah disebarkan terlapor di media sosial grup facebook Biinmaffo News bertepatan dengan kunjungan Gubernur NTT, 11 Maret 2019 di Desa Makun Kecamatan Biboki Feotleu (Timor Express, 22 Maret 2019). 

Merujuk pada kejadian ini, tentu saja pemimpin kita telah menunjukan arogan dalam bersikap, dan ini merupakan tanda-tanda seseorang yang tidak kompeten dalam memimpin sebuah sistem pemerintahan. 

Nampaknya masyrakat TTU saat ini, bergerak mirip orkestra tanpa dirijen yang piawai, yang lebih kerap keliru memberi aba-aba. Buahnya, seorang penabuh memukul perkusi tidak pada saat yang tepat, seorang peniup melengkingkan flute di saat seluruh instrumen mesti jeda. 

Kegagalan kepemimpinan berpangkal pada tidak diperlakukannya mandat yang diamanahkan oleh rakyat sebagai fondasi terpenting dalam memimpin. Keraguan dalam mengambil keputusan dan tindakan adalah contoh paling gamblang bahwa dukungan rakyat diletakkan di bawah dukungan politik partai-partai, terutama para elitenya. 

Pemimpin seperti ini lupa bahwa jika ia bertindak dengan berani karena benar, rakyat akan mendukung. Sayangnya, kalkulasi politik jadi pertimbangan utama dalam memutus suatu perkara. Meneropong Kabupaten Timor Tengah Utara Menjelang Pilkada 2020 : Quo Vadis TTU?

Tahun 2020 ini, secara serentak Indonesia kembali menggelar pesta demokrasi pemilihan kepada daerah. Ada 270 daerah yang akan mengikuti perhelatan pilkada, terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Untuk Nusa Tenggara Timur (NTT) sendiri akan ada 9 kabupaten dari 22 kabupaten/kota, yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada tahun 2020. 

Yakni, 3 kabupaten di Pulau Flores, dua kabupaten di Pulau Sumba, dan tiga kabupaten di Pulau Timor (termasuk kabupaten Timor Tengah Utara), dan juga kabupaten Sabu Raijua. 

Jelas saja, hal ini menjadi momentum yang dinantikan oleh segenap masyarakat di daerahnya masing-masing. Apa lagi para kontestan yang sedang gencar mengampanyekan dirinya di publik melalui dunia maya maupun alat komunikasi lainnya. 

Walaupun yang dikampanyekan terkadang merupakan unsur pencitraan, bagi para kontestan tak jadi masalah, asalkan bisa menarik perhatian warga net. Namun ironinya, apa yang dilakukan bilah dilihat secara kasat mata, secara langsung kita bakal mengetahui bahwa kontestan tersebut mengalami cacat intelektual, yang dimana, Ia tak memiliki kemampuan akademik yang baik dan jiwa sosial yang tak bisa diteladani. 

Tipikal seorang pemimpin tidak seperti ini rupanya. Momentum pesta demokrasi tidak hanya memilih pemimpin yang berintegritas, namun harus bisa meciptakan masyarakat pemilih bermartabat. 

Hiruk pikuk pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menjelang Pilkada serentak yang bakal berlangsung ditahun 2020, nampaknya terlihat “sangar”, kala para bakal calon Bupati/Wakil bupati didampingi oleh ratusan bahkan ribuan pendukung saat beranjak mendaftar di partai politik yang dipercayakan untuk mengusung dan mendukung disaat momentum perhelatan (Pilkada serentak) pesta demokrasi tiba. 

Tentunya ini sesuatu yang sangat “wow” dan menunjukan bahwa, segala sesuatu telah dipersiapkan secara matang kala diperhadapkan dengan kerasnya dinamika di atas ring perhelatan. Akan tetapi, yang menjadi lokus utama dari bekal seorang bakal calon, apakah hanyalah massa, uang, dan visi-misi yang terkadang terlihat rancu dan belum ada kepastian ketika terpilih? 

Secara pribadi, saya mengatakan bahwa, ini bukan tipe seorang pemimpin yang dibutuhkan saat ini. Bisa jadi, ketika Ia terpilih nanti semua program yang dicanangkan hanya berjalan separuh waktu, dan berkahir dengan kemeresotan yang tetap mempertahankan daerah tersebut dalam keadaan tertinggal. 

Disatu sisi, masyarakat rupanya masih terobsesi dengan figur muda, yang mereka tahu bahwa, yang muda itu tentu berjiwa muda, dan memiliki motivasi membawa perubahan. Kembali saya sampaikan bahwa, yang tua ataupun muda seorang pemimpin bukan menjadi sebuah baromometer. 

Yang tua juga bisa membuat perubahan. Sejauh ini, kabupaten TTU pernah dipimpin oleh seorang tokoh muda, namun apa yang dilihat dan dirasakan saat ini? Rupanya TTU masih berada dalam zona daerah tertinggal. 

Masyarakat keciprat dengan berbagai hegemoni pencitraan yang dibuat. Padahal kabupaten TTU bisa keluar dari zona teringgal apabila, pemerintah bersinergi dengan para figur yang saat ini beranjak bertarung ke pilkada, dan semua elemen masyarakat untuk mengelola sumber daya alam (SDA) yang ada. 

Oleh karena itu, bisakah kita melahirkan pemimpin kabupaten TTU yang memiliki intregritas yang baik, yang setiap tindakannya tidak melenceng dari visi-misi dan janji manis kala momentum kampanye berlangsung? Jawabannya, harus bisa. Seorang pemimpin adalah buah pilihan dari masyrakatnya. 

Jika kritis dan berdaya secara politik, masyarakat akan menghasilkan pemimpin yang bermutu dan sebaliknya. Pemimpin yang memiliki integritas publik dibutuhkan untuk membangun sistem pemerintahan yang baik. Disisi lain, institusi yang adil juga harus dibangun agar bisa memunculkan pemimpin yang berintegritas publik. 

Hakikatnya, integritas merupakan sikap jujur dan sungguh-sungguh untuk melakukan yang benar dan adil dalam setiap situasi sehingga mempertajam keputusan dan tindakannya dalam kerangkan pelayanan publik. 

Bertolak dari uraian diatas, tentu yang diharapkan dari masyarakat adalah, harus cerdas dalam menggunakan hak pilih pada Pilkada 2020 mendatang. Cerdas menggunakan hak pilih maksudnya, memilih atas pertimbangan hati nurani bukan karena pemberian uang atau kepentingan etnis dan kelompok tertentu. 

Masyarakat juga harus pintar dalam berdemokrasi dan selalu memilih pemimpin yang benar dan bijaksana. Kalau pemimpin yang benar dan bijaksana pasti masyarakatnya sejahtera. 

Akhir kata, mengutip dari analisa Dian Basuki, dalam rilisannya yang bertajuk “ kegagalan kepemimpinan”, ia mengatakan demikian, kepemimpinan bukanlah sekedar mendudukkan seseorang pada jabatan tertinggi dalam sebuah organisasi. 

Sebagai ketua partai, sebagai ketua parlemen, ketua lembaga yudikatif, dan sebagai presiden. Kepemimpinan adalah perkara mewujudkan amanah yang dibebankan orang banyak ke pundak seseorang atau beberapa orang. Kepemimpinan adalah ihwal keberanian memutus dengan penglihatan yang tajam ke masa depan (Analisa, Indonesiana.id ; 27 April 2019).

Oleh : Bapthista Mario Y Sara
(Aktivis PMKRI Cabang Kupang & Pemuda Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU)

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,7,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,9,Imlek,1,In-Depth,18,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,104,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1386,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,26,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Meneropong Kabupaten TTU Menjelang Pilkada 2020
Meneropong Kabupaten TTU Menjelang Pilkada 2020
https://1.bp.blogspot.com/-W9kA-IgAAdw/XalIY408hbI/AAAAAAAAC5g/b14z9EJYQcY5-kiSZYiDmTlpSw19u11uQCLcBGAsYHQ/s640/IMG_20191018_115625.JPG
https://1.bp.blogspot.com/-W9kA-IgAAdw/XalIY408hbI/AAAAAAAAC5g/b14z9EJYQcY5-kiSZYiDmTlpSw19u11uQCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_20191018_115625.JPG
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/10/meneropong-kabupaten-ttu-menjelang-pilkada-2020.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/10/meneropong-kabupaten-ttu-menjelang-pilkada-2020.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy