Menjadi Guru yang Menyenangkan

Foto: Dok. Pribadi 
Ruang Publik, marjinnews.com - Menjadi seorang guru bukanlah suatu impian atau cita-cita masa kecil sebagian besar orang. Profesi guru kurang begitu diminati dibandingkan dengan profesi-profesi lain yang dipandang lebih bergengsi dan menjanjikan di masa depan. 

Profesi guru bahkan dipandang sebelah mata dan tidak dihormati seperti halnya profesi-profesi lain. Ironinya, sebagian besar orang menganggap guru bukanlah profesi yang membanggakan lantaran upah atau penghasilan yang diperoleh tidak begitu besar dibandingkan dengan pekerjaan yang dilakukan. 

Jika pendapatan atau gaji menjadi ukuran dalam sebuah profesi, tentu saja kita tidak bisa memikirkan nilai lain yang lebih tinggi dari uang atau materi. Nilai-nilai lain seperti kejujuran, kedisiplinan, perjuangan dan ilmu pengetahuan merupakan nilai yang paling tinggi dan sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan karakter anak bangsa. 
Guru bukanlah suatu profesi yang mudah dilaksanakan. 

Dalam Undang-Undang No 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, pada pasal 10 ayat (1) menyatakan bahwa kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. 

Dalam hal ini berarti seorang guru harus memiliki kemampuan mengajar seperti merancang dan melaksanakan pembelajaran, evaluasi terhadap hasil belajar dan pemahaman terhadap peserta didik. Guru juga harus memiliki kepribadian yang stabil, berwibawa serta berakhlak mulia. 

Selain itu, guru perlu menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam serta mampu bersikap obyektif dan inkulif. Mengingat tugas guru yang begitu besar dalam mempersiapkan generasi mendatang yang sangat menentukan masa depan bangsa, maka sudah selayaknya guru mendapat penghormatan yang sepantasnya.
Tantangan

Salah satu ciri pembelajaran efektif adalah guru diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, membangkitkan motivasi peserta didik, dan mengantarkan peserta didik mencapai hasil belajar berupa kematangan intelektual dan kepribadian. 

Di samping tugas menjadi seorang guru yang cukup besar, tentu saja menjadi guru idaman atau guru yang menyenangkan bagi siswa adalah harapan atau cita-cita setiap guru. Namun, fakta menunjukkan bahwa menjadi guru “menyenangkan” tidak mudah. 

Banyak kendala yang dihadapi guru, baik yang bersumber dari diri guru (kepribadian) maupun dari lingkungan. Salah satu tantangan terbesar guru adalah menciptakan kondisi pembelajaran yang kondusif dan menarik di tengah kondisi lingkungan yang tidak mendukung proses pembelajaran seperti ruangan kelas yang kotor, fasilitas pembelajaran yang kurang memadai dan berbagai jenis keterbatasan lainnya. 

Namun, tentu saja hal tersebut tidak menjadi satu-satunya alasan bagi seorang guru untuk tetap menjadi guru yang menyenangkan bagi anak didik.

Guru sebagai salah satu komponen utama dalam proses pembelajaran sangat berpengaruh dalam menentukan ketercapaian hasil belajar sesuai dengan apa yang diinginkan. Mata pelajaran yang dianggap sulit ataupun membosankan bisa saja menjadi mata pelajaran kesukaan siswa apabila diajarkan oleh guru yang menyenangkan. 

Sebaliknya, mata pelajaran yang dianggap mudah bisa saja menjadi mata pelajaran yang membosankan atau dibenci apabila diajarkan oleh guru yang tidak menyenangkan. 

Lalu seperti apa defenisi guru yang menyenangkan yang sesungguhnya? Apakah guru yang cerdas sehingga mampu menyampaikan materi dengan lancar dan baik? Apakah guru yang mampu memposisikan dirinya sebagai orang tua ataupun sahabat bagi siswa? Atau apakah guru yang mampu menciptakan kondisi kelas yang kondusif baik melalui penerapan strategi yang efektif maupun penggunaan media yang menarik? Atau guru yang tidak membebani siswa dengan pemberian tugas yang begitu banyak? 

Guru di Finlandia

Untuk menjadi seorang guru yang menyenangkan, barangkali kita perlu menoleh ke salah satu Negara di Eropa Utara yakni Finlandia sebagai Negara yang memiliki tradisi pendidikan berkulaitas tinggi di dunia. Tingginya kualitas pendidikan di Finlandia juga ternyata terletak pada kualitas gurunya. 

Pendidik di Finlandia tidak menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik dengan metode ceramah seperti yang masih terjadi pada kebanyakan pendidik di negeri ini. Peserta didik mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Pendidik menjadi fasilitator tempat mereka bertanya apabila menemui kesulitan. 

Melalui kompetensi yang telah dimiliki, guru-guru di Finlandia bebas menggunakan metode dan strategi pembelajaran kontemporer yang berbasis riset tindakan kelas (class action research). Para guru sangat menghindari kritik yang berlebihan terhadap prestasi belajar dan tugas yang telah dibuat siswa. 

Menurut guru-guru di Finlandia, jika kita mengatakan “kamu salah”, tindakan guru tersebut hanya akan membuat siswa menjadi malu yang akan mempengaruhi stabilitas mental siswa.

Hal lain yang lebih menarik lagi adalah keakraban siswa dengan guru. Guru di Finlandia tidak hanya menjadi seorang pengajar yang menyampaikan materi kepada siswa. Disamping menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran, guru di Finlandia mampu menjadi sahabat atau orang tua yang baik untuk peserta didik. Di luar jam pelajaran, siswa mencari guru tidak hanya untuk menanyakan materi pelajaran saja namun juga ingin bercerita tentang masalah pribadi. 

Kiat-kiat
Terlepas dari banyaknya persoalan yang dihadapi guru sebagai tenaga pendidik, guru tetaplah sosok penting yang cukup berpengaruh dalam proses pembelajaran. Untuk mewujudkan harapan atau cita-cita menjadi guru yang menyenangkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sekaligus dilaksanakan dalam proses mendidik anak bangsa menjadi pribadi yang lebih baik. 

Pertama, guru harus menguasai bidang ilmu yang diajarkan. Guru perlu memiliki wawasan yang luas. Seorang guru diharapkan betul-betul menguasai bidang atau materi tertentu yang menjadi mata pelajaran yang diajarkan. 

Hal ini sangat penting dalam upaya peningkatan kemampuan kognitif maupun afektif peserta didik. Sehingga peserta didik yang mengalami kesulitan lantaran belum memahami ilmu atau materi tertentu dapat menemukan jawabannya melalui seorang guru yang sudah menguasai bidang tersebut. 

Oleh karena itu, guru harus selalu berusaha secara maksimal untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuannya melalui kegiatan membaca, diskusi, mengikuti pelatihan kompetensi guru dan berbagai kegiatan lainnya yang dapat menunjang kematangan kognitif, afektif maupun psikomotorik guru. 

Prinsip belajar seumur hidup (long life education) dalam hal ini sangat berlaku dalam kehidupan seorang guru. Tidak hanya siswa yang diharapkan dapat menerapkan prinsip belajar seumur hidup, melainkan guru juga. 

Kedua, menerapkan metode dan strategi pembelajaran yang efektif serta menarik. Seorang guru yang menyenangkan juga adalah seorang guru yang mampu mengaplikasikan metode atau strategi pembelajaran tertentu yang disesuaikan dengan materi, usia, kondisi lingkungan serta karakteristik peserta didik. 

Penggunaan metode yang cenderung monoton dapat menjadi faktor penyebab kurangnya minat serta motivasi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Sebaliknya, penggunaan metode pembelajaran yang variatif serta inovatif akan membangkitkan motivasi siswa  selama mengikuti proses pembelajaran. 

Ketiga, menjadi motivator sekaligus sahabat yang baik. Guru terkadang menyepelekan pentingnya memberikan motivasi kepada siswa di sela-sela aktivitas belajar-mengajar. Guru biasanya hanya fokus pada menyampaikan materi pembelajaran. 

Padahal memberikan motivasi merupakan  hal yang sangat penting dilakukan untuk menumbuhkan rasa kegigihan siswa dalam menggapai cita-cita atau meningkatkan motivasi untuk belajar lebih giat lagi. 

Selain itu, guru juga perlu menjalin keakraban yang cukup dengan siswa. Guru diharapakan tidak hanya memposisikan diri sebagai pengajar tetapi juga sebagai sahabat yang baik bagi peserta didik.

Oleh: Melita Eufrasia Jewaru
Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Linguistik, Universitas Udayana Denpasar

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,7,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,9,Imlek,1,In-Depth,17,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,102,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1385,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,21,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Menjadi Guru yang Menyenangkan
Menjadi Guru yang Menyenangkan
https://1.bp.blogspot.com/-uQJnee5LpkA/XXmx9ACWRGI/AAAAAAAAC2I/BktFSAQ8n6whnN4x75UDEXHUCp-HXvzUgCLcBGAsYHQ/s640/Screenshot_20190814_193742.png
https://1.bp.blogspot.com/-uQJnee5LpkA/XXmx9ACWRGI/AAAAAAAAC2I/BktFSAQ8n6whnN4x75UDEXHUCp-HXvzUgCLcBGAsYHQ/s72-c/Screenshot_20190814_193742.png
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/09/menjadi-guru-yang-menyenangkan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/09/menjadi-guru-yang-menyenangkan.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy