Batal Debat, Yahya Waloni dan Esra Soru Harusnya Utamakan Dialog

Ruang Publik, marjinnews.com - Kabar tentang batalnya debat antara Ustaz Yahya Waloni dengan Pendeta Esra Soru yang sejatinya akan dilangsungkan pada 26 Oktober 2019 mendatang di Universitas Muhamadyiah Sidoarjo menjadi perbincangan hangat netizen tanah air beberapa waktu belakangan ini.

Ada yang kecewa, ada pula yang menyambut keputusan tersebut sebagai sebuah keniscayaan. Dikatakan sebagai sebuah keniscayaan karena memang berdebat sejatinya bukanlah solusi dalam menyelesaikan polemik keagamaan yang menjadi topik paling sensitif di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

Pertanyaan krusial yang harus sesegera mungkin dijawab kedua belah pihak hari ini adalah apa yang harus dilakukan setelah niat baik untuk berdebat itu dibatalkan dengan berbagai macam pertimbangan?

Jawabannya tentu bukan dengan mencari medium lain agar debat itu tetap dilaksanakan, melainkan harus ada alternatif lain yang memungkinkan adanya sebuah ruang baru di mana jurang yang terpisah selama ini bisa disatukan kembali untuk kepentingan bersama.

Sadar atau tidak, ketika isu tentang debat ini terekspose ke publik melalui media sosial beberapa waktu lalu, akar rumput sudah mulai dikotak-kotakkan menjadi dua kubu yang saling menaruh curiga satu sama lain.

Bibit ketidakharmonisan ini harus segera diberantas jika kita tidak ingin konflik tentang agama merusak kebhinekaan yang sudah menjadi identitas bangsa Indonesia sejak lama. Ruang baru yang harusnya digagas Ustaz Yahya Waloni dan Pendeta Esra Soru adalah dialog.

Mengapa Dialog?

Dalam konteks relasi antar-agama, khususnya Muslim-Kristen, dialog adalah jalan terbaik untuk membangun hubungan harmonis dan toleran antara kedua kelompok agama ini. Bukan debat. Ada sejumlah perbedaan substansial antara debat dan dialog. 

Pertama, dalam debat yang dicari adalah kalah-menang. Sementara dalam tradisi dialog, tidak ada kalah-menang. Semuanya adalah "pemenang", karena setiap agama memiliki keunikan dan keistimewaan masing-masing, yang tidak bisa dihakimi oleh orang lain yang tidak pernah "mengalami sendiri dari dalam".

Dalam konteks dialog, juga tidak ada istilah "lawan" atau "musuh" yang perlu dikalahkan. Yang dianggap "lawan" dalam debat (baca, lawan debat) adalah "teman" dalam dialog (baca, teman dialog).

Karena tidak ada "lawan debat", melainkan "teman dialog", maka dalam tradisi dialog yang menjadi agenda atau fokus utama bukanlah "kalah-menang" melainkan bagaimana masing-masing bisa merasakan dan merayakan kemenangan.

Kedua, dalam metode debat yang selalu dicari adalah kekurangan dan kelemahan pihak lawan, untuk kemudian diserang dengan gigih supaya kalah. Pendebat itu seperti petinju yang selalu mencari kekurangan dan kelemahan lawan. Maka, begitu ia mengetahui "titik lemah" di bagian tubuh rivalnya, maka ia akan terus menyerang dan meninju bagian tubuh yang lemah itu untuk melumpuhkan lawan.

Sebaliknya, dalam dialog, yang menjadi fokus utama adalah kelebihan dan kekuatan masing-masing pihak yang bisa dijadikan sebagai medium untuk membangun kerja sama produktif-kreatif di masa depan.

Ketiga, dalam tradisi debat, masing-masing pihak konsentrasi pada "perbedaan", bukan pada "persamaan" sebagaimana dalam dialog. Kalaupun membahas sejumlah perbedaan (doktrin, ajaran, teks, wacana, simbol, ritual, maupun tradisi keagamaan), maka itu dilakukan dalam rangka untuk mencari "makna dan pemahaman otentik dari dalam" (dari masing-masing agama), sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Dengan kata lain, perbedaan dalam konteks dialog dijadikan sebagai "medium belajar" untuk saling-memahami masing-masing agama.

Hal ini tentu saja berbeda dengan debat, di mana perbedaan itu justru dijadikan sebagai bahan olok-olok untuk menunjukkan kedangkalan dan kelemahan agama lain di satu sisi serta supremasi, kehebatan, dan keunggulan agamanya sendiri di pihak lain.

Selanjutnya, dalam tradisi dialog, ketimbang memperuncing perbedaan seperti dalam debat, masing-masing pihak mencari persamaan masing-masing agama yang bisa dijadikan sebagai sarana untuk membangun "common ground" yang positif-konstruktif, yang didasari pada spirit saling menghargai dan menghormati masing-masing agama.

Pencarian dan penekanan pada "persamaan" itu dalam rangka untuk mewujudkan persatuan, bukan perpecahan antaragama.

Kempat, dalam dialog, ada komitmen bersama yang tulus dari masing-masing pihak untuk membangun hubungan antaragama yang dinamis, dan menyehatkan tanpa melukai masing-masing pihak itu. Komitmen semacam ini tidak ada dalam tradisi debat karena energinya terkuras untuk melumpuhkan dan mempermalukan lawan.

Kelima, tradisi dialog bertumpu pada kerendahatian dan "relativisme". Sedangkan dalam debat ada semacam keangkuhan dan persepsi tentang "kemutlakan" agamanya sendiri. Klaim tentang agamanya sendiri yang paling benar, serta tidak ada kebenaran dalam agama-agama lain merupakan salah satu ciri utama tradisi debat.

Sementara itu, dalam tradisi dialog, meskipun masing-masing mengakui kebenaran agamanya tetapi juga mengakui dan menghargai pendapat pengikut agama lain, yang mengakui kebenaran agamanya, sehingga timbul sikap terbuka atau inklusif (open minded), bukan tertutup dan eksklusif.

Jadi, ketimbang berdebat, kenapa Ustaz Yahya Waloni dan Pendeta Esra Soru tidak memupuk dan menumbuhkembangkan dialog Kristen-Muslim saja? Dengan begitu kesalahpahaman semakin diminimalisir, sekaligus supaya tercipta kesalingpemahaman antara kedua kelompok agama ini. (Redaksi MN)

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,7,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,9,Imlek,1,In-Depth,17,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,102,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1385,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,21,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Batal Debat, Yahya Waloni dan Esra Soru Harusnya Utamakan Dialog
Batal Debat, Yahya Waloni dan Esra Soru Harusnya Utamakan Dialog
https://1.bp.blogspot.com/-YMNUIzGVzwk/XXqYovD9bTI/AAAAAAAAC2s/2FlxoLD1ayAhWXKG38SWZor-HAsw5ycFwCLcBGAsYHQ/s640/20190913_021006_0000.png
https://1.bp.blogspot.com/-YMNUIzGVzwk/XXqYovD9bTI/AAAAAAAAC2s/2FlxoLD1ayAhWXKG38SWZor-HAsw5ycFwCLcBGAsYHQ/s72-c/20190913_021006_0000.png
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/09/batal-debat-yahya-waloni-dan-esra-soru-harusnya-utamakan-dialog.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/09/batal-debat-yahya-waloni-dan-esra-soru-harusnya-utamakan-dialog.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy