Istilah "Timi Alat", Potret Kegagalan Lembaga Pendidikan di Kota Ruteng?

Gambar: Ilustrasi 
Celoteh, marjinnews.com - Beberapa waktu belakangan ini, laman facebook pribadi saya  berisi banyak pemberitahuan tentang apa yang saya posting setahun lalu. Salah satu di antaranya, postingan yang disertai lokasi salah satu kosan di Kota Ruteng. Tempat saya istirahat bersama beberapa orang kru media ini kala melakukan kegiatan Tour Jurnalistik di beberapa titik di tiga kabupaten bagian barat Pulau Flores pada waktu itu.

Tidak ada yang istimewa dalam postingan tersebut, namun memori kolektif saya langsung tertuju pada sebuah fenomena anak-anak usia sekolah di Kota Ruteng pada waktu itu, mungkin masih berlaku hingga sekarang saat saya menulis ini. Fenomena pelabelan "Timi Alat" kepada anak-anak perempuan yang dinilai "nakal" dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Saya pribadi hingga sekarang, belum menemukan apa definisi, kriteria hingga motif di balik penggunaan istilah Timi Alat sehingga mulut mereka dengan gampang dan serampangan mengucapkannya bahkan di ruang publik sekali pun. Oleh karena itu, izinkan saya memaknai istilah Timi Alat dari perspektif saya sendiri. Artinya, makna lain terkait istilah tersebut bisa diterima tergantung sudut pandang yang dipakai oleh pembaca sekalian.

Sepemahaman saya berdasarkan pengalaman cukup pendek bersama anak-anak sekolah yang ngekos di Kota Ruteng, label timi alat itu biasa dipakai untuk mengejek atau membully anak-anak perempuan dengan ciri tertentu. Misalnya, siswi bertato, berbadan sexy, suka gonceng tiga (goti), berpayudara besar (ukuran tidak lazim meski itu karena faktor genetik), sering keluar malam, pernah minum moke, perempuan perokok, berdandan berlebihan dan sering bergaul dengan temannya laki-laki.

Dalam penggunaannya, istilah Timi Alat sering diucapkan dengan penilaian lebih dari sekedar ciri fisik seperti yang telah disebutkan di atas. Salah satu contoh misalnya, seorang siswi berpayudara besar dicap Timi Alat bukan hanya karena ukurannya tidak lazim dengan anak seumuran dia di sekolah. Tetapi lebih kepada  alasan mengapa payudaranya besar. 

Ilmu biologi dasar tentang alat reproduksi dalam kondisi ini tidak akan dipakai. Subyek yang mengucapkan cap tersebut mengarang ceritanya sendiri soal mengapa payudara si obyek pelabelan itu besar. Mereka selalu memakai sebuah teori yang tidak pernah saya temukan selama menjadi anak IPA sewaktu SMA, payudara besar menurut mereka itu disebabkan karena sering "diremas" laki-laki. 

Kita semua akan tahu bahwa ketika teori ini diterima maka cerita yang berkembang selanjutnya adalah kesimpulan dengan tingkat kedangkalan bercitarasa tinggi: payudaranya besar karena diremas laki-laki waktu mereka tidur dan melakukan hubungan suami istri. Bah! Biadab betul!Sayangnya, pemahaman semacam inilah yang mereka pakai sebagai fondasi dasar pelabelan Timi Alat kepada seorang anak perempuan berpayudara besar.

Padahal, objeknya itu anak yang baik. Berbanding terbalik dengan apa yang mereka  pikirkan. Soal payudaranya besar itu urusan lain. Bisa dikarenakan dia sedang mengalami masa pertumbuhan atau pubertas seperti layaknya anak-anak normal lainnya, apalagi usia setingkat SMA dan bisa juga faktor genetika yang diwariskan dalam keluarganya. Harus diteliti dan dipahami dengan baik. Siapa yang peduli?

Beberapa contoh lain silahkan pembaca tambahkan sendiri. Saya hanya akan berkomentar hal lain yang tidak kalah buruk dan tidak bermoralnya beberapa oknum anak-anak usia sekolah kita di Kota Ruteng. Saya akan menarasikannya dalam bentuk cerita saja. 

Sewaktu saya mengobrol dengan beberapa anak di beberapa tempat berbeda di Kota Ruteng tahun lalu, saya cukup kaget dengan cerita mereka yang penuh keyakinan bisa mencarikan saya seorang atau bahkan lebih anak perempuan usia SMA untuk menemani saya selama berada di kosan di Kota Ruteng. Mirisnya, mereka mengatakan bahwa saya cukup hanya dengan bermodal rokok, minuman keras atau pulsa paket internet supaya si anak perempuan yang sudah dicap Timi Alat itu mau melakukan apa saja bersama saya.

Pembaca mungkin akan menghujat saya karena dinilai mengarang cerita. Mungkin juga melaporkan media ini ke Dewan Pers akibat dugaan membuat tulisan untuk sekadar kejar rating Alexa yang kemudian mengangangkangi nilai moral dan kemanusiaan yang sudah menjadi bagian dari diri kita selama ini. Tidak  masalah, saya siap bertanggungjawab. Karena inilah realita sebenarnya yang saya temukan dalam diri anak-anak sekolah kita di Kota Ruteng. Buruk. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Lanjut. Setelah mengetahui hal tersebut, saya kemudian memancing mereka untuk meyakinkan saya soal apa yang sudah mereka katakan. Pada waktu itu, saya secara pribadi meyakini bahwa obrolan kami hanyalah sepenggal cerita ngalur ngidul untuk sekedar menghilangkan rasa dingin. Tetapi, mereka dengan sangat yakin mau membuktikannya dengan menghubungi Timi Alat dalam cerita mereka via inbox di facebook. Tidak tanggung-tanggung, saya disuruh memilih satu dari beberapa pilihan yang mereka rekomendasikan. Bukti chat tanda persetujuan juga mereka lampirkan.

Sambil menarik napas, saya berusaha untuk tidak tergoda. Untungnya berhasil, saya berusaha untuk tetap waras meski beberapa orang akan menganggap saya bodoh menyia-nyiakan kesempatan. Jujur saja, dalam keluarga, kami tidak memiliki saudara perempuan. Namun, orang tua kami mendoktrin kami untuk selalu menghargai perempuan bagaimana saja caranya. 

Beberapa waktu kemudian, saya mencoba menelusuri jejak kurang lengkap tersebut kepada orang yang berbeda. Hasilnya boleh dikatakan sama. Karenanya, saya semakin kebingungan soal definisi dan kategori seseorang dicap sebagai Timi Alat. Ada beberapa yang memang keliru dan sangat melanggar hak seorang perempuan, namun ada beberapa juga yang pelabelannya valid dalam kasus-kasus tertentu.

Lebih dari itu, pesan yang ingin saya sampaikan kepada pembaca sekalian terutama orang tua, guru, sekolah, Gereja, pemerintah dan masyarakat mulailah untuk sedikit menaruh kepedulian terhadap anak-anak usia rentan di sekitar kita. Sangat penting memahami perilaku anak agar tidak menyimpang dari norma sosial masyarakat.

Awasi pergaulannya, jangan sampai kebablasan. Kos-kosan harus diawasi dengan baik, bila perlu pemerintah membuat standar kelayakan sebuah bangunan yang akan dijadikan kosan. Aturan harus jelas berlandaskan situasi sosial masyarakat setempat. Sebab, meski Satpol PP sering melakukan razia penghuni kosan sudah cukup cerdik mensiasati pelanggaran-pelanggaran yang menjadi standar operasi razia pihak berwajib di Kota Ruteng.

Pihak terkait perlu membuka mata atas fenomena yang sudah dianggap lumrah ini, terutama lembaga pendidikan. Jangan sampai pendidikan kita dinilai gagal mereproduksi generasi cemerlang Manggarai di masa mendatang.

Oleh: Andi Andur 
Pemred marjinnews.com

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,7,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,9,Imlek,1,In-Depth,18,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,104,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1386,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,26,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Istilah "Timi Alat", Potret Kegagalan Lembaga Pendidikan di Kota Ruteng?
Istilah "Timi Alat", Potret Kegagalan Lembaga Pendidikan di Kota Ruteng?
https://1.bp.blogspot.com/-ZgVVunXbNt4/XVWUR-LNNBI/AAAAAAAACxk/Sj_1IEgGqhkugnHPa-5JY_pydwtEFONkwCLcBGAs/s640/images%2B%25283%2529.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-ZgVVunXbNt4/XVWUR-LNNBI/AAAAAAAACxk/Sj_1IEgGqhkugnHPa-5JY_pydwtEFONkwCLcBGAs/s72-c/images%2B%25283%2529.jpeg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/08/istilah-timi-alat-potret-kegagalan-lembaga-pendidikan-di-kota-ruteng.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/08/istilah-timi-alat-potret-kegagalan-lembaga-pendidikan-di-kota-ruteng.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy