Matinya Rasa Kemanusiaan

Foto: Fimela.com
Celoteh, marjinnews.com - Melihat dunia akhir-akhir ini membuat kita merasa terpukul. Kita merasa kehilangan harapan terhadap kemanusiaan. Perang dan kebencian ada di mana-mana, diperparah oleh bantuan internet. Semua orang baik yang cukup ilmu, maupun yang kurang berwawasan dapat mengakses kata-kata provokatif dan tindakan-tindakan keji dengan mudahnya. 

Sedihnya, bukannya berusaha menanggapi dengan akal waras dan rasa welas asih, orang-orang malah menambah lagi kebencian. Kita saling bertikai, baik di dunia maya maupun dunia nyata. Kebencian yang menjadi viral, apa yang lebih berbahaya dari itu?

Dunia ini menjadi tempat untuk mengumbar ego, sementara pihak-pihak yang mencoba menghancurkan tatanan dunia tertawa puas di belakang layar. Perbedaan agama, ras, suku, dan agama menjadi alasan untuk beradu jotos. 

Di mana rasa kemanusiaan kita? Apa yang kita perjuangkan? Kewarganegaraan? Minyak bumi? Emas? Prinsip? Keyakinan? Keangkuhan? Mungkin kita butuh liburan untuk melihat bahwa bintang dan senja akan tetap sama dilihat dari belahan bumi mana pun. Mungkin kita perlu menanggalkan segala pakaian, atribut, dan pangkat yang kita kenakan, agar mengerti bahwa di balik semua ini, kita memiliki lebih banyak persamaan dibandingkan perbedaan.

Kemana hilangnya cinta? Sementara  kebanyakan dari mereka malah menertawakannya; berkata bahwa cinta menyoal lamaran dan perselingkuhan. Picik! Mungkin mereka lupa bahwa ibu melahirkan mereka dengan segenap cinta di dada. Cinta adalah harapan yang membuat segala yang tidak mungkin menjadi mungkin. Cinta adalah pemutus keputus-asaan. Cinta adalah apa yang semestinya membuat bumi ini berputar. 

Akal sehat dapat hilang dengan mudah, ketika seseorang sedang dilanda amarah. Kita menjadi pemaki, seiring hati yang tanpa sadar mendengki. Kita bilang kita peduli, padahal sedang membela ego sendiri. Kita bilang kita membela, padahal sedang menumbuhkan dendam membara.

Jika caci dibalas caci, jika darah dibalas darah, siapa yang benar, siapa yang salah? Siapa yang menang, siapa yang salah? Yang tersisa hanya tangis dan lara, dari anak-anak yang tidak mengerti ayah-ibunya mati karena apa, ataupun sebaliknya. Aku tidak tahu harus percaya apa dan siapa. Sementara linimasa semakin lama semakin membuat gerah.

Aku percaya, kita tidak dilihat dari apa warna kulit kita, bagaimana bentuk mata kita, apa bahasa kita, atau apa keyakinan kita. Aku percaya, kita diliihat dari kebaikan apa yang bisa kita berikan untuk sesama.

Mari kita sedikit menyimpang dari gaduhnya pemberitaan duka dan air mata kemanusiaan. Saya mau sedikit mengutarakan kegundahan tentang fenomena ‘Matinya rasa kemanusiaan’. Pikiran kita harus kembali menerawang ke beberapa wartawan ketika belajar etika jurnalistik. 

Ketika ada pilihan: jika kelak jadi wartawan. Mana yang akan didahulukan: mengambil gambar, atau menolong korban? Bagi seorang wartawan, gambar kejadian adalah hal yang penting, apalagi jika bisa menangkap momen penting. 

Namun, kembali lagi "wartawan adalah manusia yang punya empati rasa". Dan pastinya, mereka semua akan kompak memilih untuk menolong korban terlebih dahulu. Ternyata, itulah jawaban yang diinginkan.

Lalu, muncullah media sosial yang menawarkan kemudahan komunikasi. Disusul dengan gencarnya produsen smartphone yang mencekoki masyarakat dengan kecanggihan teknologi. Muncullah fenomena ini. Fenomena yang menghilangkan sisi kemanusiaan manusia. Fenomena yang menjadikan manusia ingin dilabeli sebagai orang nomor satu dalam penyebaran berita. 

Seperti dimatai-matai, sekarang segala sesuatu terancam viral, dan segala hal pribadi mudah tersebar. Semua berebut menjadi wartawan. Kecelakaan, bencana alam, kerusuhan, kebakaran, bahkan pembunuhan, semua berebut mendapatkan gambar paling aduhai dan diberikan pengakuan bakat wartawan dari masyarakat. Persetan dengan korban yang kesakitan, tak peduli dengan darah yang bercucuran. Kamera mereka tetap fokus mengabadikan.

Di saat para wartawan dituntut teliti untuk tidak melanggar etika, masyarakat dengan bangganya mengupload hasil foto dan rekamannya. Wajah, darah, dan identitas korban tersebar merajalela. Jadi, ayo sama-sama tumbuhkan rasa peka dan etika. Soal menyebarkan informasi dimohon untuk mempertimbangkan konten dan kelayakannya. (apakah itu mengandung unsur sadisme, kekerasan, hal menakutkan dan menjijikan). 

Informasi lebih baik dengan kata-kata dan kronologisnya saja. Apalagi kita berada di tempat kejadian. Daripada menjadi apatis karena mementingkan hits, lebih baik menolong korban yang membutuhkan bantuan.

Oleh: Panji Arya Baskara

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,7,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,9,Imlek,1,In-Depth,18,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,104,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1386,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,26,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Matinya Rasa Kemanusiaan
Matinya Rasa Kemanusiaan
https://1.bp.blogspot.com/-lf-s5B8z9yE/XS-5mg3SSWI/AAAAAAAACvU/G0aCDZNEMzwCtkhg3ROv-ZmnSVK91w1MgCLcBGAs/s640/celoteh.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-lf-s5B8z9yE/XS-5mg3SSWI/AAAAAAAACvU/G0aCDZNEMzwCtkhg3ROv-ZmnSVK91w1MgCLcBGAs/s72-c/celoteh.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/07/matinya-rasa-kemanusiaan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/07/matinya-rasa-kemanusiaan.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy