$type=grid$count=4$tbg=rainbow$meta=0$snip=0$rm=0

Let’s Talk About Keperawanan

Foto: Dok. Pribadi
Celoteh, marjinnews.com - Saat menulis artikel ini, saya sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika pembaca menelan mentah-mentah artikel ini tanpa mempertimbangkan sisi positif yang terkandung di dalamnya. Sudah lama saya ingin mempersembahkan tulisan dengan topik ini, hanya saja langkah saya terhenti dikarenakan minimnya  bahan dan sumber yang mendukung buah pikir ini. 

And then saya menemukan keberanian setelah mengikuti gerak perjuangan artifisial yang masif secara daring dikampanyekan oleh akun intagram: @indonesiafeminis, @mawarmerona, @lawanpatriarki, dan @asmaraku_id” yang akhirnya memantapkan niat saya untuk mulai buka suara tentang sebuah pandangan cukup keliru namun masih berkembang biak dalam paradigma masyarakat Indonesia. Bagi teman-teman yang care dan mau belajar tentang teori feminisme dan keperempuanan, saya anjurkan untuk bisa ikuti akun di atas.

So...Let’s talk about keperawanan

Teman-teman pasti mendengar sebuah ungkapan semacam ini: “Aku nggak maulah dapat cewe yang udah nggak perawan, masa aku uda menjaga punyaku, terus malah jadian sama  cewek yang nggak menjaga keperawanannya”, atau ungkapan lain yang tanpa tahu malu diucapkan lantang dengan bunyi semacam ini: "Senakal-nakalnya cowok, dia juga tetap pengen dapat cewek yang baik". 

Dalam benak saya pribadi kala mendengar pernyataan tersebut berpikir begini: "Dikira cewek baik-baik mau kali sama cowok nakal". Hahaha…sorry, ngakak, sumpah!

Jika punya teman laki-laki kalian pasti sering mendengar ungkapan di atas. Apakah ada yang salah dengan ungkapan diatas?

Bagi saya “YA” dan bagi sebagian orang tentu “TIDAK!"

Jika demikian, sebagai perempuan bolehkan saya mengajukan pernyataan dan pertanyaan yang sama sesuai dengan apa yang ada di benak kami?

Hallo…senakal-nakalnya cewek, dia juga ingin laki-laki yang baik? Lalu, salahnya dimana? Karena dia perempuan?

Jika kalian meminta kami untuk menjaga keperawanan kami, apakah kalian bisa jujur tentang keperjakaan kalian? Karena perempuan perawan berhak menolak laki-laki yang tidak perjaka. Sayangnya itu tidak bisa dibuktikan!

Perempuan selalu dituntut untuk tetap menjaga keperawanan dan tidak melibatkan diri dalam hal apapun yang berkaitan dengan seksualitas, sementara laki-laki bebas melakukan apa saja. Perempuan yang peduli terhadap persoalan seksualitas  entah dari omongan atau perbuatan dianggap perempuan nakal sementara laki-laki dianggap wajar padahal kita sama-sama manusia, kenapa harus dibeda-bedakan? Maaf, mungkin bebarapa orang tidak mendukung kesetaraan gender.

Komentar dan Tanya jawab di atas sering kali kita temui dalam keseharian kita.  Lalu apakah tanggapan kita tentang hal tersebut? Apakah mengiyakan atau membantah argument tersebut?

Pada dasarnya konsep tentang PERAWAN VS PERJAKA berasal dari konstruksi sosial masyarakat yang menjujung tinggi nilai-nilai sosial. Masyarakat Indonesia terutama laki-laki banyak yang salah kaprah tentang arti keperawanan sehingga mereka terjebak dalam kontruksi sosial yang sudah ada di masyarakat. 

Banyak orang yang beranggapan bahwa perempuan yang tidak menjaga kesuciannya adalah perempuan tidak baik. Berbeda dengan laki-laki, perjaka atau pun tidak masyarakat tetap mengagungkan mereka.   Sayangnya, setiap tingkah laku, gaya berbicara, gaya berpakaian, dan setiap aktivitas perempuan selalu diberi label dengan tanda “WARNING”. 

Perempuan selalu diberikan peringatan untuk tidak merokok, tidak miras, tidak berhubungan seksual sebelum nikah, tidak boleh memakai bikini, tidak boleh ini, tidak boleh itu dan seterusnya. Terkadang terlintas di benak bahwa apa yang perempuan lakukan adalah bentuk kompromi terhadap budaya. Berbeda dengan laki-laki yang dengan  bebasnya bisa melakukan apa saja. 

Dosakah jika kita dilahirkan sebagai perempuan? Apakah salahnya jika perempuan menjadi manusia bebas, menjadi seperti apa yang mereka inginkan sama seperti laki-laki? Bukankah kita diciptakan sama? lalu siapakah mereka yang berani dan berhak memberikan batasan melebihi Tuhan yang menciptakan kita?

Menariknya di beberapa kesempatan diskusi atau pun pertemuan dengan beberapa teman-teman ada hal baru yang kita jumpai yakni pengetahuan yang lebih maju melewati peradaban. Benar kata pepatah, lingkungan membawa pengaruh besar bagi kemajuan berpikir. Banyak dari mereka yang menyayangkan konsep berpikir sebagian orang terutama laki-laki yang menilai perempuan karena selangkangan. 

Bagi mereka, tidak ada alat ukur yang dapat mengukur seseorang itu suci atau tidak, baik dan buruknya seseorang takarannya bukan keperawanan karena perawan itu hanya selaput yang ada di organ tubuh dan bukan soal moral. Selain dari pada itu, yang jauh lebih penting dan harus diperhatikan dari perempuan adalah kepribadian, karakter, kecerdasan, dan kedewasaan. Dan jika keperawanan perempuan masih dijadikan diskriminasi maka konstruksi social yang ada di masyarakat masih ada. 

Bagaimana bisa sebuah organ tubuh menjadi takaran bagi seorang manusia, sungguh tidak adil dan berat sebelah. Wanita berhak penuh atas tubuhnya, mengalahkan semua dalil-dalil semu yang ditulis oleh laki-laki. Masyarakat Indonesia harus sadar bahwa virginity bukan menjadi patokan kualitas moral seseorang.

Pengaruh global boleh berkembang begitu cepat tapi belum mampu menghancurkan dinding stigma keperawanan yang dibangun oleh pemikiran manusia. Seharusnya manusia sudah bisa berpikir sesuai dengan tuntutan zaman yakni berpikir global walaupun berada di dalam masyarakat pedesaan. 

Maksud saya bukan tentang hal-hal negative seperti meninggalkan budaya kita dan menerima budaya barat sebagai pola hidup yang baru, atau mengajak setiap anak perempuan untuk melepaskan masa lajangnya. Tidak! Tidak seperti itu, ini lebih kepada perubahan pola mindset dan cara pandang setiap orang yang masih dikekang oleh pemikiran kuno seperti ini. 

Paradigma masyarakat sangat sensitive ketika  mendengar seorang anak perempuan yang hamil diluar nikah atau berhubungan seks dengan laki-laki yang dicintainya. Perempuan akan menjadi tontonan dan bahan gossip terhadap apa yang dilakukannya sedangkan laki-laki akan berada jauh diluar jangkaun masyarakat. Dua orang yang membuat kesalahan tapi perempuan yang menanggung derita tersebut. 

Jika benar masyarakat kita sudah cerdas, kenapa mereka lupa bahwa laki-laki juga ikut bertanggung jawab atas aib yang menyebar di masyarakat. Jika konstruksi social masyarakat tentang konsep keperawan ini benar, maka biarkan ia tetap berdiri kokoh ditengah-tengah kita, namun jika hal ini dianggap keliru maka kita perlu bekerja sama untuk meluruskan  pemahanan ini.

Kemajuan ilmu pengetahuan seharusnya menjadi motivasi bagi setiap orang untuk mulai peka pada kejanggalan-kejanggalan sosial budaya yang ada disekitar kita. Referensi bahan bacaan yang bisa didapatkan dimana saja seharusnya menjadi ajang bagi kita untuk bertukar pikiran dan bisa memberikan asupan gizi pada otak kita demi kokohnya wawasan. 

Sayangnya, banyak orang pintar yang sudah dihasilkan namun pura-pura pintar ketika dihadapkan pada masalah seperti ini. Ilmu pengetahuan yang sudah lama bersarang dikepala menjadi tertimbun oleh paradigm lama masyarakat yang salah. 

Banyak cinta yang terpaksa di gantung karena kecewa mendapatkan perempuan yang tidak perawan. Banyak kasus KDRT karena kehadiran orang ketiga padahal perempuannya masih perawan. Banyak kasus kekerasan seksual pada laki-laki yang masih perjaka dan perempuan yang masih perawan. Banyak kasus perceraian karena kebutuhan seksual tidak terpenuhi. Banyak laki-laki perjaka yang nikah dengan perempuan yang tidak perawan namun hidup bahagia.

Lalu darimanakah pemikiran dangkal itu berasal bahwa keperawanan menjadi landasan keberhasilan dalam suatu hubungan? apa yang membuat kamu merasa lebih mulia dari seorang wanita hanya karena urusan selaput? Apakah kamu suci?

Jika yang dicari laki-laki hanya perempuan yang perawan untuk apa perempuan harus sekolah dan kerja? percuma perempuan perawan tapi tidak bisa diajak bicara, tidak cerdas, sifatnya jelek, tidak setia, tidak jujur, yakin hubungan akan bahagia jika patokannya seperti ini?

Mari berpikir yang realistis, tidak ada manusia yang sempurna. Sekalipun perempuan sudah tidak perawan lagi bukan berarti itu akhir dari kebahagiannya untuk mendapatkan laki-laki yang baik. Setiap orang berhak mendapatkan seseorang yang baik  meskipun dia tidak perawan dan tidak perjaka lagi. 

Mari saling jujur pada diri sendiri dan berhenti bersikap egois. Jangan menjadi hakim bagi sesama manusia. Jika keperawanan bukan menjadi ukuran kebahagiaan seseorang jangan pernah mencari cela untuk menyalahkannya.

Stop menjudge seseorang hanya karena masalah selaput. Ingat, selaput adalah organ tubuh bukan ukuran moral seseorang! Kehormatan wanita tidak bisa dinilai dengan kerawanan!

Kalau kamu menemukan perempuan yang tulus mencintaimu, baik hati, setia, dan ingin menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak-anakmu, terus kamu mecampakkannya hanya karena dia tidak perawan, selamat kamu baru saja kehilangan masa depan yang bahagia hanya karena masa lalu yang tidak bisa dihapus.

Semoga saja setelah tulisan ini tersebar, ada hal positif yang diperoleh seperti rangkaian percakapan cantik seperti ini;

Cewek: "Aku suda nggak perawan?" 
Cowok: "Terus kalo aku sayang bagaimana? Emang ngaruh?"

Justru setelah kamu tidak perawan kamu bisa tahu mana laki-laki baik dan jahanam.

Sebuah persembahan untuk pejuang feminis: kultur memuja keperawanan adalah perwujudan dari masyarakat yang amat PATRIARKIS! 
#lawanpatriarki

Oleh: Carla Makay
Kader PMKRI Cabang Mataram

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,3,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,646,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,51,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,102,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,350,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,345,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,560,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1365,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,50,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,235,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Let’s Talk About Keperawanan
Let’s Talk About Keperawanan
https://1.bp.blogspot.com/-yUaU4oZk_ns/XSK322-Zw5I/AAAAAAAACuk/N6dBRDi6MucTesz5M2fkujw1J27b6URfgCLcBGAs/s640/IMG-20190708-WA0001.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-yUaU4oZk_ns/XSK322-Zw5I/AAAAAAAACuk/N6dBRDi6MucTesz5M2fkujw1J27b6URfgCLcBGAs/s72-c/IMG-20190708-WA0001.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/07/lets-talk-about-keperawanan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/07/lets-talk-about-keperawanan.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy