$type=grid$count=4$tbg=rainbow$meta=0$snip=0$rm=0

Kebebasan yang Kebablasan

Foto: Dok. Pribadi
Opini, marjinnews.com - Dengan adanya dunia yang serba canggih, kemajuan teknologi memungkin manusia pada realitas dapat menyaksikan informasi-informasi yang nyata dengan sebebas-bebasnya. Teknologi juga mempunyai nilai positif yang lahir untuk membantu relasi manusia menjadi transparan tanpa batas. Tetapi keberadaan teknologi juga bisa menyesatkan dalam infomasi, ujaran kebencian, penipuan, palsu, bohong dan lain sebagainya dari cara memproduksi serta penerimaan informasi secara sistematis. 

Oleh karena itu, teknolgi juga bisa mengubah watak manusia tapi tergantung bagaimana teknologi bisa dimanaafkan secara sehat dan baik terhadap relasi manusia itu sendiri. Hoax itu muncul dengan bebasnya cara berkomunikasi untuk memberikan pesan atau informasi dengan kemajuan teknologi maka ini menyebabkan terjadinya kecenderungan untuk meracuni otak manusia jika tidak berhati-hati untuk mencerna. 


Meminjam rumusan dari Fabi S. Heatubun, bahwa Collective imagining dan imagined collectiveness selalu bertentangan akibat teknologi cyber yang gagal menyaring komunikasi yang positif karena dihantui oleh hoax, retorika, dan distorsi komunikasi. Kita bisa mengambil makna bahwa semua teknologi yang diciptakan manusia merupakan cerminan dari upaya manusia melebarkan eksistensinya sebagai manusia. 

Racun Dalam Pikiran Manusia
Di dalam Social Deception Theory mengatakan bahwa hoax itu sudah hidup lama dalam peradaban manusia. Jadi, hampir setiap hari, manusia memiliki pengalaman berbohong, baik itu membohongi maupun dibohongi. 

Hoax membuat manusia saling menyesatkan melalui pesan dan cara berkomunikasi dengan cara “kebohongan”, “penipuan”, “dusta” dan “palsu” yang di sebarluaskan oleh manusia baik itu secara sengaja atau pun tidak sengaja, yang  beretika mau tidak beretika, yang bermoral maupun yang tak bermoral, yang secara sadar atau pun tidak sadar. Maka, hoax adalah otak menipu persepsi sendiri.


Hypodermic needle model dalam ilmu komunikasi, mengatakan bahwa pada umumnya khalayak dianggap hanya sekumpulan orang yang homogen dan mudah dipengaruhi, sehingga pesan yang disampaikan pada mereka akan selalu diterima. Artinya bahwa ketika mendapatkan berita dari satu orang ke semua orang di media sosial akan memungkinkan seseorang untuk bersuara dan ikut menyuarakan pendapat orang lain. Tetapi orang tidak pernah mencerna informasi dengan baik dan sehat. 

Fenomena inilah yang sudah lahir di bangsa kita, seperti sering “provokasi”, “agitasi”, “propaganda”, dan lain-lain yang punya kecenderungan untuk merambat ke dunia politik yang punya kepentingan tertentu atau hasrat untuk berkuasa dan menang dalam suatu “pertarungan”, “perebutan”, “peperangan” atau “kompetisi”. Contoh, pada tanggal 22 Mei, demo di depan kantor BAWASLU Republik Indonesia, Jakarta untuk menyebarkan ekspresi ketidakpuasan dan perlawanan politik yang berujung pada kericuhan. 

Pendidikan yang Memanusiakan Manusia
Dalam hal ini, revolusi mental yang sudah pernah dibahas oleh presiden Joko Widodo. Hal perlu diwujudkan melalui dunia pendidikan yang sangat penting untuk mengubah pola pikir warga bangsa. Pemerintah harus mengatur dan mengabil peran melalui kebijakan publik yang sudah diusung. Ataukah perlu membuat lembaga studi tentang pendikan politik karena pengentahuan tentang pendikan politik menurut penulis di Indonesia masih minim di lingkungan masyarakat. 


Berpaling ke Basuki Agus Suparno, merumuskan tiga resep atau solusi untuk mengatasi hoax  dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, antara lain:

Pertama, program kebijakan, peraturan, atau UU tentang komunikasi manusiawi yang mencerminkan jati diri bangsa yang saling menghargai, toleran, gotoong-royong, tenggang rasa, dan lain-lain.

Kedua, pemerintah menjadi contoh atau teladan yang tidak melakukan hoax. Artinya bahwa pemerintahlah yang punya peran penting di mata rakyat untuk menunjukkan etika yang baik baginya. 

Ketiga, pendidikan etika komunikasi manusiawi melalui media sosial di perguruan tinggi, pendidikan formal, dan non-formal lainnya. Artinya bahwa pemerintah perlu memberikan pengetahuan tentang pendidikan politik yang baik bagi masyarakat. 

Sehingga, masyarakat boleh menginisiasi pergerakan tapi beretika. Karena pendidikan itu menjadi keutamaan dalam kepentingan rakyat. Dan kepentingan rakyat menjadi keutamaan dalam pendidikan. 

Dengan kita melihat ketiga solusi di atas maka, kita boleh bebas menginiasi pergerakan tapi beretika. Kita boleh menerima informasi tapi cerdas untuk mencernah informasi. Kita boleh merangsang nalar yang kritis tapi punya legitimasi moral subyektif. Sehingga kita akan pahal ideologi dari demokrasi itu sendiri. 

Jangan sampai otak kita dilumuri oleh racun. Karena racun itu selalu berkembang lewat kesalahn berpikir. Agar kebebasan itu tidak menjadi kebablasan. 

Oleh: Arianto Hulu

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,3,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,646,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,51,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,102,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,350,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,345,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,560,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1365,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,50,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,235,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Kebebasan yang Kebablasan
Kebebasan yang Kebablasan
https://1.bp.blogspot.com/-_eHs-CnidRs/XSLMyM13CdI/AAAAAAAACuw/0ms3GNG7TsEBUWr9OVP6wO11vFrAAF4ywCLcBGAs/s640/IMG-20190708-WA0003.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-_eHs-CnidRs/XSLMyM13CdI/AAAAAAAACuw/0ms3GNG7TsEBUWr9OVP6wO11vFrAAF4ywCLcBGAs/s72-c/IMG-20190708-WA0003.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/07/kebebasan-yang-kebablasan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/07/kebebasan-yang-kebablasan.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy