$type=grid$count=4$tbg=rainbow$meta=0$snip=0$rm=0

Cabup Lewat Jalur Independen, Apakah Ahang Nodai Demokrasi?

Foto: terbitan.com
Editorial, marjinnews.com - Orang Manggarai mana yang tidak mengenal sosok Marsel Ahang, anggota DPRD periode 2014-2019 Kabupaten Manggarai ini boleh dikatakan menjadi seorang fenomenal akibat ulahnya yang acap kali menuai kontroversi. Nama Marsel Ahang muncul ke permukaan atas beberapa kasus besar yang disuarakannya seperti dugaan korupsi Bupati Kamelus Deno tahun 2018 lalu, kasus tanah hibah Pemda ke PT Pertamina dan beberapa aksi semacam "baku hantam argumentasi" selama rapat paripurna DPR dalam beberapa kesempatan.

Terlepas dari alasan mengapa dia begitu akrab dalam ingatan masyarakat Manggarai hingga hari ini, menarik untuk dicari tahu soal alasan mengapa dia tumbang dalam Pemilu Legislatif (Pileg) pada 17 April lalu kala mencalonkan diri kembali menjadi anggota dewan untuk periode 2019-2024 mendatang. Dia bahkan kalah dari seorang Kanis Jemali, politikus pendatang baru Partai NasDem di Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Ruteng-Lelak.

Penulis mengira bahwa politikus sekelas Marsel Ahang yang vokal mengkritisi pemerintahan Bupati Deno kalah telak akibat isu politik nasional berdampak sangat kuat hingga ke daerah. Semua orang tahu dan paham bahwa Ahang adalah politisi PKS yang notabene menjadi pendukung Prabowo-Sandi pada Pilpres kali lalu. PKS termasuk Ahang kalah dari badai dukungan masyarakat yang lebih condong dan memang basis pendukung Jokowi-Ma'aruf.

Dugaan ini diperkuat ketika secara simbolik Ahang menjelaskan niatnya bakal maju menjadi calon bupati Manggarai pada Pilkada 2020 dari jalur independen saat dikonfirmasi wartawan terkait adanya nama dia dalam bursa Pilbub mendatang. Padahal Ahang masih menjadi pengurus Partai PKS hingga hari ini. 

Memang dalam penjelasannya Marsel Ahang beralasan memilih jalur independen demi menekan cost politik terutama dalam hal membayar mahar kepada Partai Politik yang nilainya tidak murah. Tetapi, menurut pandangan saya pribadi secara tersirat dia sebenarnya tengah menunjukkan bahwa betapa di akar rumput pertarungan itu sangat sengit dan dengan modal sosial mumpuni dia tidak sanggup memenangkannya.

Terlepas dari itu semua, Marsel kala menyoroti cost politik yang mahal harus ditanggapi dengan serius. Hal ini mengingat siapa saja figur yang hendak menjadi Bupati atau jabatan semacamnya selalu kandas kala dihadapkan dengan modal finansial. 

Sebaik apapun integritas kepemimpinannya, sehebat apapun pengalamannya, dia tetap tidak bakal memiliki ruang untuk menjadi pelayan yang benar-benar bisa mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan masyarakat di daerah. Kasus mahar yang luar biasa besar ini perlu diingat pernah menumbangkan salah satu calon kuat Bupati Manggarai empat tahun lalu.

Masih terekam dalam memori kita soal runtuhnya mimpi Koordinator Forum Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang untuk menjadi bupati dan membangun Manggarai Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena tidak mendapat cukup dukungan dari partai-partai politik.

Pada waktu itu Sebastian sebenarnya telah mengantongi dukungan 6 kursi DPRD dari Partai Golkar dan PKB. Namun, untuk mencapai persyaratan mengantongi 7 kursi Sebastian diminta membayar uang mahar Rp 500 juta untuk satu kursi tersisa. Model deal-dealan politik semacam ini jelas buruk untuk masa depan demokrasi kita.

Lantas apakah dengan memilih jalur independen Marsel Ahang menodai proses demokrasi kita karena mengabaikan partai politik yang menjadi bagian dari demokrasi itu sendiri? Saya kira tidak. Ini akan menjadi pelajaran berharga bagi partai politik yang menjadi peserta kontestasi Pilkada Manggarai pada 2020 mendatang. Pilihan menempuh jalur independen merupakan bias dari rendahnya kepercayaan publik terhadap partai politik yang seharusnya tidak terjadi.

Cost politik yang mahal memicu munculnya sosok-sosok alternatif menjadi pemimpin dipotong sejak awal bahkan jauh sebelum mereka mengumpulkan niat berkontribusi bagi daerah lewat politik praktis. Hal ini membuat bursa pencalonan kepala daerah hanya diperuntukkan bagi orang yang itu-itu saja. Biasnya, masyarakat dipaksa untuk memilih dengan pilihan terbatas. Masyarakat dipaksa harus memilih meski hati nurani mereka tidak menghendaki dirinya dipimpin  kepala daerah yang hanya ditentukan oleh sekelompok elit partai saja.

Sekali lagi, bagi saya jika melalui jalur independen mampu menyelematkan demokrasi kita agar tetap sehat lanjutkan. Partai politik dalam hal ini harus segera membenah diri. Sebab tanpa masyarakat partai hanyalah seonggok daging tidak bermakna. Agar bermakna partai politik harus bisa membaca keinginan masyatakat itu seperti apa baiknya. end.


Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,3,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,646,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,51,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,102,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,350,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,345,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,560,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1365,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,50,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,235,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Cabup Lewat Jalur Independen, Apakah Ahang Nodai Demokrasi?
Cabup Lewat Jalur Independen, Apakah Ahang Nodai Demokrasi?
https://1.bp.blogspot.com/-mWE_yls5-J0/XQnr1C-gYdI/AAAAAAAACtE/znHFqM23j6gk1KCc8IH7KIyjlqKjaEXhwCLcBGAs/s640/IMG-20190618-WA0139.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-mWE_yls5-J0/XQnr1C-gYdI/AAAAAAAACtE/znHFqM23j6gk1KCc8IH7KIyjlqKjaEXhwCLcBGAs/s72-c/IMG-20190618-WA0139.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/06/cabup-lewat-jalur-independen-apakah-ahang-nodai-demokrasi.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/06/cabup-lewat-jalur-independen-apakah-ahang-nodai-demokrasi.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy