Terpilih Menjadi Anggota DPD RI, Angelius Siap Dorong NTT Manfaatkan Posisi Strategis
Cari Berita

Terpilih Menjadi Anggota DPD RI, Angelius Siap Dorong NTT Manfaatkan Posisi Strategis

15 May 2019

Foto: Istimewa
Surabaya, marjinnews.com - Angelius Wake Kako, secara mengejutkan tampil sebagai salah satu dari empat calon Anggota DPD RI Provinsi NTT yang lolos ke Senayan. Hal ini diketahui dari rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi NTT yang digelar di Aula Kantor KPU NTT, Jalan Polisi Militer, Kota Kupang, Minggu (12/5/2019).

Pleno yang dipimpin oleh Ketua KPU NTT, Thomas Dohu didampingi empat komisioner KPU NTT, masing-masing, Yosafat Koli, Lodowyk Fredrik, Vincent Diaz dan Yefry Galla menyebutkan bahwa Angelius lolos urutan ketiga dengan jumlah total perolehan suara 179.197. Jumlah ini lebih tinggi dari calon lain yang semula diprediksi bakal menang mudah Abraham Liyanto di peringkat keempat dengan perolehan suara sebanyak 173.915.

Dengan raihan suara yang cukup banyak tersebut, mantan Ketua PP PMKRI itu secara sah menjadi senator dari NTT yang tidak hanya muda tetapi juga memiliki tanggung jawab pelayanan setidaknya selama lima tahun di masa yang akan datang.

Dalam wawancara sebuah media yang akses marjinnews.com pada Rabu (15/5/2019) siang, Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) terpilih dari daerah pemilihan NTT, Angelius Wake Kako memaknai keterpilihannya dengan mengatakan bahwa dalam menjalani tugas dan fungsi sebagai anggota DPD RI tentunya tidak terlepas dari landasan hukum dari DPD itu sendiri, di mana pun dan apapun langkah yang diambil harus sesuai dengan kewenangan-kewenangan yang ada di DPD RI.

"Tentunya, bagaimana kita mendorong agar kepentingan daerah itu benar-benar terakomodir. DPD harus mampu membawa negara benar-benar hadir di daerah melalui pembangunan yang merata di semua daerah," ujar Angelo seperti dilansir Pos Kupang.

Ada satu hal memang benar-benar baru yang digagas Angelo dalam konteks NTT hari ini. Dia menjelaskan bahwa NTT sudah saatnya didorong sebagai pusat pertumbuhan baru. Menurut dia, jika Batam bisa didorong dengan segitiga SIJORI (Singapura, Johor dan Riau), maka saatnya NTT didorong juga dengan fokus pada pengembangan pariwisata dan perhubungan Karena letaknya yang strategist antara Australia dan Timor Leste serta negara-negara pasifik.

Selain itu, Ketua Demisioner PMKRI Cabang Ende itu juga menekankan agar NTT sudah saatnya menjadi perhatian pemerintah pusat agar dapat menjadi salah satu jalur yang menghubungkan Indonesia bagian Barat dan Indonesia Timur.

"Kalau selama ini jalur Barat ke Timur Indonesia selalu menempatkan Sulawesi Selatan (Makasar) sebagai pintu masuk, saatnya juga dipikirkan NTT untuk jalur selatan perhubungan dari Barat ke Timur Indonesia dan negara-negara pasifik," ungkapnya.

Secara kelembagaan, terang Angelo, memang DPD memiliki kewenangan yang sangat terbatas dalam konteks pembuatan undang-undang. Tetapi kalau komunikasi antar lembaga seperti DPR dan pemerintah berjalan baik, tidak menutup kemungkinan bahwa rancangan undang-undang yang didorong DPD bisa diterima dan menjadi undang-undang.

"Dari sisi kelembagaan juga, berkaitan dengan kemitraan dengan kementerian atau lembaga negara, saya pikir sama, dimana kalau di DPR diatur dalam komisi, di DPD diatur dalam komite. Jadi hemat saya, kemitraanya sama. Jika dipandang tidak maksimalnya sebuah lembaga negara tergantung pada SDM yang ada di dalamnya," ungkapnya. (EC/PK/MN)