$type=grid$count=4$tbg=rainbow$meta=0$snip=0$rm=0

Refleksi Hardiknas, Meneropong Keterlibatan Anak Usia Sekolah dalam Peristiwa Bom Surabaya

Ilustrasi: Detik.com
EDITORIAL, MARJINNEWS.COM - Pelaku teror semakin muda, fenemona ini semakin mengejutkan. Di beberapa negara kelompk teror telah berhasil melakukan regenerasi keanggotaan dengan merekrut pemuda bahkan anak-anak di bawah umur. 

Proyek besar ini tentu saja bermaksud untuk selalu menjaga rantai generasi kelompok ektremis ini tetap berjalan saat para ideolog mereka sudah mulai udzur.

Di Australia, menjelang pergantian tahun 2016, Pihak berwenang telah memperingatkan bahwa para tersangka teroris di Australia semakin lebih muda. Seorang anak-laki-laki yang berusia 12 tahun bahkan diselidiki oleh badan-badan intelijen keamanan. Anak tersebut adalah yang termuda dari 18 tersangka ekstremis di negera Kanguru tersebut.

Teror di Bataclan Concert Hall di Kota Paris, Prancis, yang diklaim dilakukan oleh ISIS juga melibatkan anak muda. Seorang jurnalis radio dari Europe1, Julien Pierce, yang menjadi salah satu orang sandera di kejadian tersebut menuturkan bahwa beberapa pelaku masih sangat muda dan tampak tidak beringas.

Di Indonesia, hampir sebagian besar pelaku bom bunuh diri atau yang terlibat dalam aktifitas jaringan teror adalah kalangan generasi muda. Teror bom Thamrin juga tidak luput dari pelaku yang masih berusia muda. Fakta lain, kita masih ingat dengan penangkapan terhadap tiga orang tersangka jaringan teror di Klaten yang ternyata masih duduk di salah satu sekolah menengah atas di Klaten. Dua orang dari para pelaku bom Gereja Oikumene, Samarinda, (19/11/2016) masih berusia remaja, yakni umur 16 dan 17 tahun. Bahkan peran mereka sebagai pembuat bom. 

Satu tahun lalu tepatnya 13 Mei 2018, sejumlah anak ikut dilibatkan dalam aksi pengeboman tiga gereja di Surabaya yang dilakukan satu keluarga dengan korban masyarakat berjumlah 12 orang, termasuk juga anak-anak. Firman, 15 tahun, dan kakaknya, Yusuf, 17 tahun, ikut dilibatkan dalam meledakkan bom dengan korban antara lain Evan, 11 tahun, dan adiknya, Nathanael. Firman Halim, disebutkan sebagai ketua OSIS sewaktu kelas dua SMP dan selalu masuk peringkat tiga besar di kelasnya. 

Dia tak suka matematika, dan paling suka pelajaran biologi. Seperti anak-anak lainnya, Firman suka bermain game, dan aktif menggunakan media sosial. Firman juga disebutkan rajin salat berjamaah ke masjid, tapi pada hari Minggu pagi 13 Mei 2018, dia pergi ke gereja. Dengan memangku bom kotak, Firman dan kakaknya, Yusuf, berboncengan dengan sepeda motor ke Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Surabaya.

Secara keseluruhan data narapidana terorisme, berdasarkan data sasaran program deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Februari 2017, memperlihatkan bahwa lebih dari 52% napi teroris yang menghuni LP ialah generasi muda (usia 17-34 tahun). Fakta tersebut patut mendapat perhatian semua pihak. Kemudahan akses, intensitas tinggi, dan proses pencarian jati diri di kalangan anak muda menjadi rentan dari pengaruh konten radikalisme yang hadir dalam berbagai bentuk dan rupa.

Peran Dunia Pendidikan 
Optimisme terhadap pendidikan sebagai antidot fundamentalisme, ekstremisme, radikalisme, dan terorisme dapat dimulai dengan menempatkan pendidikan dalam jantung rencana antiradikalisasi. Proses pendidikan, alih-alih hanya sebagai upaya untuk mempromosikan seperangkat nilai-nilai dan kepercayaan tertentu, harus mulai menjadi wahana berbagai nilai dapat dipertanyakan dan didiskusikan secara terbuka. Dalam konteks ini pendidikan menjadi proses pengembangan cara berpikir kritis, ajang yang mendorong pertukaran ide dan cara pandang yang berbeda secara aman.

Sekolah ialah tempat untuk menyemai ide-ide inklusif, penghargaan dan kemampuan untuk merespons perbedaan, serta penguatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan toleransi, terutama sejak tingkat dasar. 

Sekolah bukan sebagai tempat untuk memupuk stigma, kecurigaan, atau membangun ketakutan atas mereka yang berbeda. Sekolah ialah juga laboratorium, tempat para murid bereksperimen dengan perbedaan, berlatih empati, menguji interaksi dengan sejawat dan otoritas sekolah. 

Dengan demikian, sekolah harus mampu melatih dan menghadirkan pengalaman hidup bermasyarakat yang lebih kompleks, sekaligus membekali murid dengan berbagai keterampilan sosial dan keterampilan hidup yang relevan.

Hal itu antara lain dapat dilakukan dengan mengembangkan konsep pendidikan perdamaian yang diwujudkan dalam manajemen konflik berbasis sekolah yang meliputi menyusun kurikulum perdamaian, membangun sekolah yang damai, kelas yang damai, dan mengasah kemampuan mediasi sejawat.

Kurikulum perdamaian adalah sebuah pendekatan dalam pendidikan resolusi konflik yang mengajarkan kemampuan dasar, prinsip, dan proses pemecahan masalah yang mengutamakan penerapan prinsip nirkekerasan. Kurikulum perdamaian dibedakan dengan kurikulum akademik dan dapat diterapkan melalui berbagai kegiatan di sekolah. 

Sekolah yang damai ditandai penggunaan prinsip resolusi konflik nirkekerasan sebagai sistem operasi sekolah. Hal itu hanya dapat berjalan dengan baik dengan dukungan kelas yang damai, yaitu kelas yang dikelola dengan prinsip-prinsip, kemampuan, praktik, dan proses penyelesaian konflik tanpa kekerasan.

Dalam kelas yang damai, guru mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan manajemen konflik dalam 
suasana dan kegiatan kelas. Siswa melalui kegiatan kelas, dilatih memecahkan masalah, menyelesaikan konflik antarsiswa dan belajar melalui metode belajar bersama dan diskusi ilmiah. 

Guru, dengan kata lain, menciptakan suasana yang memungkinkan siswa mengembangkan prilaku sosial yang positif, bekerja sama, komunikasi yang efektif, pengungkapan emosi dan perasaan, apresiasi terhadap perbedaan, dan resolusi konflik.

Sementara itu, mediasi sejawat atau peer mediation ialah bagian dari penerapan mediasi di lingkungan sekolah. Dalam hal ini, baik yang terlibat konflik maupun penengah atau mediatornya ialah siswa (Panggabean: 2008).

Praktik manajemen konflik berbasis sekolah sebaiknya dilakukan sejak tingkat pendidikan dasar. Dasarnya, menimbang pada masa ini sikap, perilaku dan identitas mulai dibentuk. Masa pendidikan dasar adalah juga masa keterlibatan orangtua dengan sekolah lebih intensif jika dibandingkan dengan masa setelahnya.

Karena itu, hubungan antara sekolah, orangtua, dan masyarakat menjadi kunci yang memengaruhi dan membentuk sikap dan perilaku anak. Catatan penting lainnya ialah untuk menjadikan sekolah/pendidikan sebagai benteng fundamentalisme, ekstremisme, radikalisme, dan terorisme, diperlukan komitmen dan investasi yang cerdas bagi pengembangan kapasitas dan kualitas guru.

Sebagai garda depan pendidikan, guru dituntut utuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memahami berbagai persoalan dunia yang makin kompleks, berubah cepat, dan penuh kejutan. Tanpa 
kemampuan itu, pendidikan dan sekolah tidak akan pernah menjadi antidot paham dan aksi terorisme.

Anak-Anak dalam Peristiwa Bom Surabaya

1. Vincencius Evan (11 tahun) 
Vincencius Evan baru saja ikut ujian SD. Bom meledak ketika Evan dan adiknya hendak memasuki gereja. Ayah kedua anak itu sedang memarkir mobil. Ibunya juga terluka. 

Ditulis oleh Grid.id, saksi menjelaskan bahwa Evan menggandeng adiknya setelah turun dari mobil, dan bahkan sempat berusaha melindungi adiknya dari serpihan saat terjadi ledakan. Dia meninggal di rumah sakit karena luka bakar, luka karena serpihan logam, pendarahan dalam dan benturan.

2. Nathanael (8 tahun) 
Nathanael duduk di kelas dua SD. Anak delapan tahun itu kehilangan banyak darah akibat luka-lukanya, namun sempat bertahan belasan jam. Dia meninggal hari Minggu (15/05) malam, setelah operasi amputasi kaki kanannya.

3. Yusuf Fadhil (17 tahun)
Yusuf Fadhil lahir 25 November 2000, dia adalah anak tertua Dita, ayah dari empat anak yang disebutkan ikut dalam pengeboman bersama ibu mereka. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengatakan melalui siaran pers, salah satu anak Dita pernah ditanya apa cita-citanya. "Dia menjawab, ingin mati syahid." Anak 
itu juga menolak upacara bendera dan pelajaran Pancasila. Namun Risma tidak menjelaskan, siapa anak yang menyatakan hal tersebut.

4. Firman Halim (15 tahun)
Firman Halim lahir 13 Oktober 2002, anak kedua Dita. Dalam salah satu foto Puji, ibu Firman, di Facebook, anak 15 tahun itu berkomentar "Buk, Kamis pulangnya bawa es krim lho, jangan lupa ya!". Facebooknya 
diisi dengan posting terkait game, pistol, juga lagu I Don't Wanna Live Forever yang dinyanyikan ulang oleh Gen Halilintar. Dia bercanda dengan teman-temannya, dan membicarakan acara sekolah.

Tribun Jatim mewawancarai guru Firman yang menjelaskan bahwa Firman adalah ketua OSIS waktu kelas dua SMP, selalu masuk tiga besar di kelasnya. Dia tak suka matematika, dan paling suka pelajaran biologi.

5. Fadhila Sari (12 tahun)
Fadhila Sari lahir 4 Januari 2006 dan masih duduk di kelas enam SD, anak ketiga pasangan Dita dan Puji. Dengan bom terikat di perutnya, Fadhila bersama adiknya, Famela, diajak ibunya meledakkan diri di Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro. Ketiganya meninggal dengan perut rusak. Tidak ada korban lain yang meninggal akibat bom bunuh diri mereka.

6. Famela Rizqita (8 tahun)
Famela baru berumur delapan tahun, kelas dua SD, sebaya dengan Nathanael. Anak keempat Dita dan Puji ini dikenal sebagai anak periang, tidak pernah murung di sekolah. Tidak pernah konflik dengan temannya, dan ikut antusias saat membahas tolerensi beragama. Dengan bom di pinggangnya, Famela diajak ibunya 
meledakkan diri di Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro Surabaya.

7. LAR (17 tahun)
LAR adalah anak kedua Anton Ferdiantono, teroris yang ditembak polisi di Rusun Wonocolo, Sidoarjo. Polisi tiba karena terdengar suara ledakan, yang menewaskan LAR dan ibunya, Puspita Sari, di tempat tinggal mereka, sepertinya karena tak sengaja. 

Dua adiknya selamat. Menurut Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin, tiga anak Anton Ferdiantono tidak bersekolah. Orang tuanya mendoktrin, kalau ditanya orang, kamu sekolahnya home schooling. Padahal, sebenarnya mereka tidak diajari apa-apa selain dikungkung di rumah dan didoktrin pemahaman radikal. Hanya satu anak yang sekolah, karena anak pertama tersebut tinggal bersama neneknya.

8. Muhammad D.A Murdana (18 tahun)
Dafa bersama dua adiknya dan kedua orang tuanya Tri Murtiono dan Tri Ernawati, mengendarai dua sepeda motor, Senin (14/05) pagi. Mereka meledakkan diri di tempat pemeriksaan masuk Mapolrestabes Surabaya, Senin pagi. Menurut polisi, anak-anak diberi tontonan video jihad secara rutin. 

Ketiga keluarga itu satu jaringan dan rutin hadir pengajian di rumah Dita. Kumparan mewawancarai ketua RT tempat tinggal nenek Dafa. Dafa dikenal sebagai anak yang pintar. Dafa baru saja lulus dari SMA, di salah satu sekolah negeri unggulan di Surabaya.

9. Muhammad DS Murdana (14 tahun)
Bom meledak dua kali, dalam waktu hampir bersamaan. Kemungkinan besar, masing-masing motor membawa bom. Dafa, Dary,Tri Murtiono dan Tri Ernawati, tewas. Adik mereka, AIS, terlempar dan 
selamat. Tetangga mereka menceritakan bahwa Dari suka bersepeda. Dia dikenal sebagai anak yang pintar dan tidak pernah menunjukkan kejanggalan.*

Catatan: Artikel ini merupakan hasil kerja sama redaksi MARJINNEWS.COM bersama tim Kajian Isu Strategis Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS) PMKRI Cabang Surabaya-Sanctus Lucas yang dibuat khusus dalam peringatan HARDIKNAS 2019 dan sekaligus menyongsong satu tahun peringatan peristiwa Bom Surabaya pada 13 Mei 2019 mendatang.

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,3,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,646,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,51,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,102,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,350,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,345,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,560,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1365,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,50,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,235,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Refleksi Hardiknas, Meneropong Keterlibatan Anak Usia Sekolah dalam Peristiwa Bom Surabaya
Refleksi Hardiknas, Meneropong Keterlibatan Anak Usia Sekolah dalam Peristiwa Bom Surabaya
https://3.bp.blogspot.com/-NTG2E-snHYM/XMpy6yULdMI/AAAAAAAACkk/8qgjmzeWdswFuqy5FW7WW81is44WWrYIgCLcBGAs/s320/IMG_20190501_133757.JPG
https://3.bp.blogspot.com/-NTG2E-snHYM/XMpy6yULdMI/AAAAAAAACkk/8qgjmzeWdswFuqy5FW7WW81is44WWrYIgCLcBGAs/s72-c/IMG_20190501_133757.JPG
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/05/refleksi-hardiknas-meneropong-keterlibatan-anak-usia-sekolah-dalam-peristiwa-bom-surabaya.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/05/refleksi-hardiknas-meneropong-keterlibatan-anak-usia-sekolah-dalam-peristiwa-bom-surabaya.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy