Penasehat Paus Fransiskus Puji Keharmonisan Umat di Indonesia
Cari Berita

Penasehat Paus Fransiskus Puji Keharmonisan Umat di Indonesia

13 May 2019

Foto: veradia.com
SURABAYA, MARJINNEWS.COM - Uskup Ariel Torrado Mosconi berkunjung ke Pulau Lombok dan bertemu Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah di Mataram, Minggu (25/5/2019). 

Pemimpin Gereja Katolik di Nueve de Julio, Buenos Aires, Argentina, yang juga penasehat Paus Fransiskus itu memuji keharmonisan umat beragama di Indonesia.

Mosconi didampingi Romo Marcin Schmidt, perwakilan dalam kerja sama bidang pendidikan dan investasi antar pemerintah Provinsi Kujawsko-Pomorskie, Polandia dan Pemprov NTB. 

"Saya kagum dengan keharmonisan umat beragama di Indonesia. Kehamornisan itu nilai yang sangat besar dan sangat berharga," katanya seperti dilansir kompas cetak edisi Senin (13/5/2019).

Menurut Mosconi, hal itu sejalan dengan yang selalu  ditegaskan Paus Fransiskus bahwa agama-agama yang baik harus menjadi sumber kerukunan dan persatuan sesama manusia.

"Itu yang sangat penting yang dimiliki Indonesia dan diharapkan ada di seluruh dunia sehingga kita bisa hidup dalam harmoni. Kita harus saling menghargai dan menghormati perbedaan antarumat beragama," kata Mosconi.

Zulkieflimansyah seusai pertemuan menyatakan, kunjungan itu memperlihatkan Argentina dan Vatikan bersahabat dengan semua pihak. 

"Beliau menawarkan kerja sama bidang pariwisata, pendidikan dan bisnis. Kami konkretkan satu per satu," ujarnya.

Ketua Divisi Kerja Sama Lembaga Pengembangan Pendidikan NTB, Imanuella R Adilolo yang mendampingi Zulkieflimansyah menambahkan, Mosconi datang ke NTB karena terkesan dengan program beasiswa Pemprov NTB untuk belajar ke Polandia. 

Menurut Imanuella, dalam pertemuan itu juga dibahas balap Moto GP. Saat ini NTB sedang membangun sirkuit balap di Mandalika, Lombok Tengah. Sirkuit ini ditargetkan digunakan pada 2021.

"Argentina punya sirkuit Moto GP jadi bisa saling bertukar pengalaman dan belajar. Tadi disinggung keinginan Pemprov NTB mengirim anak-anak belajar sepak bola ke Argentina satu atau dua bulan," ujarnya seperti dikutip kompas. (EC/MN)