Menjadi Penulis Butuh Kerja Keras yang Menyakitkan

Foto: Dok. Pribadi 
OPINI, MARJINNEWS.COM - “Jangan pernah berhenti menulis bagi yang sudah  memulainya. Namun, jika belum mulai menulis pun mulailah karena dengan menulis, kita sedang berbagi, menginspirasi dan memikirkan sesuatu yang baru”.

Menulis adalah sebuah mendia yang sangat baik untuk berekspresi. Seorang menulis karena ingin menuangkan ide – ide yang ada dalam pikirannya. Perasaan marah, sedih, dan senang juga diekspresikan kedalam sebuat tulisan yang mempunyai makna dan inspiratif. Ada pepatah mengatakan, menulislah! Jika ingin di kenal dunia. Memahami makna tersebut,  banyak orang terjun ke dunia tulis menulis karena ingin dikenal dunia dan dikenal negaranya sendiri. 

Keinginan tersebut membuat penulis bekerja keras, mengolah ide idenya, agar menjadi sebuat tulisan yang terkenal dan bahkan fenomenal. ‘Kegiatan menulis sangat penting dalam hidup karena dapat membantu seorang berlatih berpikir secara kritis, mengungkapkan gagasan dan memecahkan masalah. Menulis adalah salah satu bentuk berpikir yang merupakan alat untuk membuat orang lain (pembaca) berpikir’. (Imron Rosidi, 2009)

Dengan menulis, seorang mampu menuangkan berbagai pengetahuan yang dimiliki dalam sebuah tulisan, baik dalam bentuk esai, artikel, laporan ilmiah, cerpen, puisi, dan sebagainya. Tidak hanya itu, Menulis juga dapat membantu seseorang untuk berpikir kritis dan logis dalam mengolah wawasan atau pengetahuan yang dia miliki. Pada intinya, menulis dapat memberi banyak dampak positif terhadap hidup seorang penulis.

Writing is not a spontaneous skill or acquired easily, in fact, it is viewed as ‘probably the most difficult thing to do in language’ (Nunan, 1999: 271). Menulis, bagi banyak orang adalah satu hal yang sulit karena menjadi penulis seorang harus menguasai semua prinsip menulis secara total. Seorang penulis tidak hanya harus menguasai prinsip-prinsip menulis, berwawasan dan berpengetahuan luas, menguasai kaidah-kaidah bahasa, terampil menyusun kalimat dalam sebuah paragraf, tetapi juga harus mengetahui prinsip-prinsip berpikir (kemampuan berpikir kritis). Seorang penulis harus memiliki berbagai informasi tentang apa yang akan ditulis. Informasi tersebut dapat diperoleh dari membaca dan mendengarkann dari berbagai sumber.

Melihat prinsip – prinsip tersebut, apakah menulis itu sulit? Tidak. Menulis akan menjadi salah satu hal yang dibutuhkan dalam hidup jika kita bekerja keras untuk belajar menulis. Membiasakan diri kita untuk terus menulis. Tiap pagi, siang dan malam. Setiap waktu. Segala sesuatu yang ada di dunia tidak bisa diraih dengan cara yang instan. Segalah sesuatu yang yang diraih sudah pasti, melalui usaha dan kerja keras yang menyakitkan. 

Menurut Tans dalam tulisannya, ‘Belajar dari Paskah’ mejelaskan bahwa, ‘Melalui keringat yang bercucuran: susah-susah dahulu, senang-senang kemudian. Atau no pain, no gain. Hanya melalui tekad yang membaja dan kerja keras yang “menyakitkan,” barulah kita, siapapun, memperoleh sesuatu. Artinya, tidak ada sukses tanpa keringat. Tanpa kemauan kuat dan tanpa berjuang secara all out’ (2019:1). 

Menjadi penulis pun demikian. Menjadi penulis tidak bisa dilalui dengan cara yang instan. Seorang harus berusaha dan bekerja keras untuk menjadi penulis yang baik. Seorang penulis pasti pernah merasakan betapa sakitnya menulis. Kesalahan yang berakibat pada kegagalan, pasti didapati dalam proses belajar menulis. Tetapi, ingat, Jangan menyerah kerena menjadi penulis yang baik harus melalui usaha dan kerja keras yang “menyakitkan.” 

Kita harus terus belajar dan menggali banyak hal tetang menulis. Kita juga harus menerima kritik atas tulisan kita. Entah kritik yang membangun atau menjatuhkan (yang menyakitkan) harus kita terima dengan pikiran yang positif. Dengan melalui hal – hal tersebut saya pikir seorang bisa menjadi penulis yang terkenal bahkan diagung – agungkan.

Bagaimana agar bisa menulis dengan baik?
Bagaimana bisa menulis denga baik? pertanyaan tersebut tidak awam bagi seorang penulis pemula. Ketika hendak menulis, pertanyaan tersebut pastinya harus terjawab dengan cara mecari tahu dari berbagai sumber dan media. Pada tulisan ini saya akan membahas sedikit bagamana cara menjadi seorang penulis yang baik. Ada beberapa cara untuk menjadi penulis yang baik adalah:

Pertama, jika ingin menjadi seorang penulis, menguasai prinsip-prinsip menulis saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan wawasan yang luas. Wawasan yang luas dapat diperoleh dengan cara membaca. Membaca adalah sebuah keharusan dalam dunia tulis menulis. Membaca buku, majala, dan arikel sangat bermanfaat bagi seorang penulis dalam menambah wawasannya. Membaca dapat meminimalisir kesulitan seorang penulis ketika menulis. Ada pepata mengatakan bahwa, “Jika ingin mengenal dunia, membacalah! Jika ingin dikenal dunia, menulislah.” 

Dua kalimat dalam pepata tersebut, secara tersirat menjelaskan hubungan antara menulis dan membaca. Dimana, menulis membutuhkan wawasan yang luas yakni sebagian besar wawasan dapat diperoleh dari membaca buku, majalah dan arikel. Dan, tanpa menulis, tidak ada yang bisa dibaca. Buku, artikel dan tulisan – tulisan lain tidak akan ada atau terbit tanpa menulis.  Menulis dan membaca adalah dua skill yang saling membutuhkan. ‘When you have read all kinds of written by writers with diverse styles and approaches, your inner ear gets exposed to an amazing range of ways to perpetrate a sentence.’ (Yagoda Ben, 2013: 14)

Kedua, manusia adalah mahkluk sosial. Dalam kehidupannya sehari – hari manusia saling membutuhkan satu sama lain. Saling menegur dan saling mengingatkan adalah hal yang sudah biasa terjadi dalam kehidupan manusia setiap hari. Dalam menulis juga demikian. Jika seorang ingin menjadi penulis, dia harus meminta bantuan dari orang lain. 

Meminta orang lain untuk membaca dan mengoreksi tulisannya. Untuk menjandi penulis yang baik seseorang harus belajar dari orang lain. Seseorang harus membiarkan tulisannya dikritik oleh orang yang lebih ahli dalam menulis. Ketika seorang membiarkan tulisannya dikritik oleh orang lain, pada saat tersebut dia akan belajar banyak hal mengenai tulisannya dari si pengkritik.

Ketiga, untuk menjadi penulis yang baik, seorang harus menulis setiap hari. Ini tidak bisa diabaikan. Anda tidak bisa menjadi baik tanpa latihan. Terus menerus. Sekalipun hanya untuk beberapa menit, Anda perlu menulis setiap hari. Simpat tekad yang kuat dalam diri anda untuk terus menulis. Tanpa henti. Mencoba setiap waktu. Dengan tekat yang kuat itu, pasti. 

Anda akan menjadi penulis yang baik dan terkenal. ‘But you have to crawl before you walk, and walk before you run. And you have to be able to put together a clear and at least borderline graceful sentence, and to link that sentence with another one, before you can expect to make like David Foster Wallace.’ (Yagoda Ben, 2013: 4)

Keempat, menulis kembali atau melihat kembali secara terus menerus. Hal tersebut memang sulit dilakukan oleh penulis pemula. Tetapi untuk memperoleh sebuat tulisan yang baik hal tersebut harus dilakukan. Ini sangat penting. Menulis ulang atau melihat kembali (Menyeleksi kata, melihat kembali struktur kalimat dan sususan paragraf dalam tulisan) adalah salah satu bentuk usaha penulis dalam megoreksi tulisannyanya sendiri. 

Selfcoretion. Ketika kita menulis kembali, kita juga harus membayang sasaran pembaca dari artikel atau tulisan yang kita tulis. Penulis akan menghasilkan sebuat tulisan yang lebih baik jika melalui tahap ini. ‘The best way to measure or think about the badness of a sentence, or an entire piece of writing, is to imagine the effect it has on someone who reads it.’ (Yagoda Ben, 2013: 6)

Kelima, motivasi atau dorongan dari dalam diri seorang penulis harus ada. Seorang penulis tidak akan menulis buku, arikel dan tulisan apapun jika tanpa ada dorongan atau motivasi yang kuat dari dalam diri seorang penulis. Seorang yang ingin menulis harus dengan sendiri memotivasi dirinya untuk membaca, menggali informasi untuk menemukan ide dan kemudian bisa menghasilkan sebuah tulisan yang baik. 

Proses tersebut dijalani karena adanya motivasi. Kurangnya motivasi dalam diri seorang mahasiswa akan memunculkan perasaan malas yang selanjutanya membangun rasa kurang percaya diri untuk menciptakan sebuah tulisan.  Ketika kita sedang malas menulis, kita bisa berhenti sejenak atau melakukannya secara perlahan - lahan. Menjadi penulis kita tidak perlu menuliskan dengan cepat dan total. Kita hanya perlu menulias setiap.
Jika ingin menjadi penulis kita harus seperti Jennifer Egan. 

Apakan Anda kenal Jennifer Egan? Jennifer Egan adalah seorang novelist terkenal kelahiran Chicago. Jenniffer adalah seorang wanita yang sangat dekat dengan dunia tulis menulis. Tanpa menulis dia merasakan ada sesuatu yang hilang dari hidupnya. Kita harus memotivasi diri kita untuk terus menulis. Setiap hari. Egan mengatakan bahwa:  

When I’m not writing I feel an awareness that something’s missing. If I go a long time, it becomes worse. I become depressed. There’s something vital that’s not happening. A certain slow damage starts to occur. I can coast along awhile without it, but then my limbs go numb. Something bad is happening to me, and I know it. The longer I wait, the harder it is to start again.”

Menulis adalah salah satu keterampilan yang sangat penting dan sangat bermanfaat bagi seseorang. Dengan menulis, seseorang mampu mengekspresikan berbagai pengetahuan yang dimiliki kedalam sebuah tulisan, baik dalam bentuk esai, artikel, laporan ilmiah, dan sebagainya. Tidak hanya itu, Menulis juga dapat membantu seseorang untuk berpikir kritis dan logis dalam mengolah wawasan atau pengetahuan yang dimiliki. Intinya, menulis dapat memberika banyak dampak positif pada kehidupan seorang penulis.

Menjadi seorang penulis bukan hal yang mudah. Seseorang harus bekerja keras. Berlatihlah secara teratur. Tanpa lelah. Menulis harus menjadi bagian dari kehidupan seseorang. Seseorang harus dapat merasakan sesuatu yang hilang darinya ketika dia tidak menulis. Dengan begitu, seseorang bisa menjadi penulis yang terkenal dan diagung – agungkan.

Oleh: Hendrikus Arianto Ola Peduli
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Nusa Cendana

DAFTAR PUSTAKA
Imron Rosidi, 2009. Menulis Siapa Takut.hal.1, Kanisius: Yogyakarta.

Saptiady Ridwan, 2015. Pentingnya Menulis, Kompasiana: Yogyakarta

Maran, M. (2013). Why We Write. United State: Penguin Group

Nunan, D. (1999) Second Language Teaching & Learning. Boston: Heinle & Heinle.

Yagoda, B. (2013) How to not Write Bad. New York: Penguin Group

Tans Felix, 2019. Belajar dari Paskah. Indonesiakoran

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,7,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,9,Imlek,1,In-Depth,18,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,104,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1386,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,26,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Menjadi Penulis Butuh Kerja Keras yang Menyakitkan
Menjadi Penulis Butuh Kerja Keras yang Menyakitkan
https://2.bp.blogspot.com/-DwI8lF-KHlM/XNbkF0WY9QI/AAAAAAAAClg/bC02TLR5Dro9DY8ObOD0Vfdmxd6E_w1hwCLcBGAs/s320/IMG_20190511_220219.JPG
https://2.bp.blogspot.com/-DwI8lF-KHlM/XNbkF0WY9QI/AAAAAAAAClg/bC02TLR5Dro9DY8ObOD0Vfdmxd6E_w1hwCLcBGAs/s72-c/IMG_20190511_220219.JPG
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/05/menjadi-penulis-butuh-kerja-keras-yang-menyakitkan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/05/menjadi-penulis-butuh-kerja-keras-yang-menyakitkan.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy