Konsep 3N (Niteni, Niroke, Nambahi) Ki Hadjar Dewantara

Foto: Dok. Pribadi 
OPINI, MARJINNEWS.COM - Tentang pendidkan, Ki Hadjar Dewantara sebagai bapak pendidikan Indonesia melahirkan banyak sekali konsep yang seyogyanya berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Di antara konsep-konsep Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan, salah satunya adalah konsep 3N, yakni Niteni, Niroke, dan Nambahi yang merupakan konsep yang digagas dalam Bahasa Jawa yang bila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia berarti mengamati, meniru, dan menambahkan.

Kualitas pendidikan merupakan hal yang tentunya menjadi tujuan dari sebuah proses pendidikan dan juga sebagai tujuan yang ingin dicapai oleh sebuah lembaga pendidikan. Namun, untuk mencapai tujuan mulia itu, pendidikan perlu banyak memikirkan langkah strategis yang perlu diambil. 

Ada lembaga yang memang mampu membaca keadaan dan kemudian merencanakan dan melaksanakan sebuah langkah strategis dalam pemenuhan tujuan tersebut yang tercermin dalam proses dan hasil yang baik. Namun, di samping itu, terdapat pula lembaga yang sebelumnya telah berusaha merencanakan dan melaksanakan langkah strategis untuk mencapai tujuan mulia tersebut, tetapi masih memiliki atau menghadapi kebuntuan yang ditunjukan dengan hasil dari proses yang belum optimal.

Melihat kenyataan yang demikian ketiga kata dalam konsep 3N yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara adalah beberapa langkah yang perlu diperhatikan atau perlu dipertimbangkan oleh pelaku pendidikan jika ingin memperoleh kemajuan atau kualitas dalam sebuah dinamika pendidikan.

Pertama, Niteni. Yang dalam Bahasa Indonesia berarti mengamati

Ki Hadjar Dewantara dalam konsep mengamati berarti melihat dengan baik segala proses (dalam konsteks pendidikan) dari sebuah proses pendidikan yang diselenggarakan oleh sebuah instansi pendidikan, entah instansi pendidikan dari dalam negeri maupun luar negeri. Mengamati dipandang sebagai langkah awal dari sebuah perubahan yang dalam kacamata pendidikan merupakan langkah instrospeksi penyelenggaraan. 

Tentang melihat atau mengamati proses yang sama namun memiliki hasil yang berbeda. Mengamati berarti proses yang bersifat refleksi tentang kekurangan yang ada dalam sebuah proses yang telah dijalani. Mengamati ini juga berarti sebuah proses membandingkan segala faktor yang mempengaruhi sebuah proses pendidikan. 

Ranah mengamati ini lebih ditujukan kepada memabandingkan sebuah sistem pendidikan, baik ranah lokal, nasional maupun internasional atas sebuah proses pendidikan, yang diharapkan dari hasil mengamati ini mampu menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam perencanaan langkah strategis untuk dapat menyelenggarakan sebuah proses pendidikan yang lebih baik.

Kedua, Niroke. Yang dalam Bahasa Indonesia berarti meniru. 

Ki Hadjar Dewantara menjelaskan bahwa meniru adalah salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk mendapatkan perubahan setelah mengamati. Meniru berarti mengikuti (konteks pendidikan) proses yang dilaksanakan oleh sebuah instansi pendidikan yang dianggap lebih baik. 

Meniru ini dilakukan jika telah mencoba merumuskan dan melaksanakan langkah strategis setelah mengamati masih mengalami atau menemui kebuntuan untuk mencapai tujuan. 

Meniru merupakan sebuah kata yang bermakna positif dan juga negatif, namun, Ki Hadjar Dewantara menjelaskan bahwa dalam konsep penyelenggaran pendidikan, meniru memiliki makna positif karena ranahnya kepada peningkatan mutu pendidikan. Yang ditiru adalah proses yang menjadikan sebuah instansi pendidikan mengalami perubahan lebih baik. Ketika berbicara mengenai penyelenggaraan atau proses, tentu hal ini erat mengarah kepada sistem pembentuk proses tersebut. 

Jadi, meniru dalam konteks penyelenggaraan atau proses pendidikan berarti meniru sistemnya, baik sumber daya manusia sebagai pelaku pendidikan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pelaku pendidikan (guru) dalam sebuah proses pendidikan dan langkah-lakah dalam rangka peningkatan kualitas pelaku pendidikan (guru) atau yang kita kenal dengan manajemen sumber daya manusianya, maupun segala sumber daya organisasi sekolah lainnya yang juga mengarah kepada pengelolaan atau manajemen sumber daya organisasi penunjuang segala proses pendidikan. 

Jadi, bisa dikatakan juga bahwa meniru merupakan salah satu langkah strategis yang bisa dipakai dalam sebuah dinamika pendidikan untuk dapat mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik. 

Berkaitan dengan konsep niroke atau meniru ini, saya teringat dengan perkataan dari seorang murid perguruan beladiri dalam sebuah anime Jepang (berjudul Shijou Saikyou no Deshi Kenichi) yang mengikuti perkataan gurunya yang bernama Koetsuji Akisame yang dijuluki sebagai prajurit filsafat, “mewariskan beladiri itu dimulai dengan meniru”. 

Yang menunjukan bahwa meniru untuk sebuah perkembangan atau perubahan yang lebih baik adalah sebuah langkah yang sejatinya baik untuk dilakukan. Hal ini juga berlaku untuk pendidikan, bahwa untuk dapat menjadi lebih baik, meniru pengelolaan lembaga lain adalah hal yang perlu dilaksanakan untuk dapat menjadi lembaga yang baik juga.

Ketiga, Nambahi. Yang dalam Bahasa Indonesia berarti menambahkan.

Kita tentunya sudah mengerti maksud dari konsep yang ketiga ini. Menambahkan berarti memasukan suatu unsur ke dalam sesuatu yang telah ada sebelumnya. Dalam konteks pendidikan, Ki Hadjar Dewantara menjelaskan bahwa menambahakan berarti sebuah proses yang dilakukan apabila setelah mengamati dan meniru dirasa atau ditemukan ada hal yang perlu ditambahkan agar proses pendidikan yang terjadi menjadi semakin lebih baik. 

Untuk kaitannya dengan pendidikan di Indonesia, dengan melihat begitu beragamnya kondisi di Indonesia, Ki Hadjar Dewantara berpemikiran bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan, konsep menambahkan ini berkaitan dengan segala keragaman yang ada atau lebih tepatnya disesuaikan dengan keberagaman yang ada. 

Pendidikan di Indonesia sejatinya tidak bisa disamakan atas keadaan yang beragam ini. Sehingga, dalam sistemnya perlu menambahkan unsur yang menjadi identitas wilayah atau daerah dari sekolah tersebut berada. Dalam bahasa Ki Hadjar Dewantara, sistem pendidikan Indonesia perlu menambahkan ciri khas daerah di mana sebuah sekolah (proses pendidikan) berlangsung. 

Bisa dimengerti, bahwa menambahkan adalah memasukan unsur kedaerahan atau ciri khas daerah atau kearifan lokal kedalam dinamika pendidikan. Kita tidak dapat memungkiri bahwa anak-anak/ murid/ siswa/i cendrung melihat kesesuaian antara sebuah teori dengan pengalaman kesehariannya. 

Yang ketika dalam sebuah pembelajaran, teoretis diaktualisasikan dengan segala bentuk pengalaman yang belum didapat oleh siswa melalui inderanya, maka teori yang dipelajari akan susah untuk dipahami. Namun, ketika teori diaktualisasikan dengan segala bentuk pengalaman (yang didapat melalui indera) siswa dalam kesehariannya, maka kemungkinan pemahaman akan teori yang sedang dipelajari oleh siswa akan lebih baik. 

Ketika siswa/i dapat memahami sebuah teori yang telah dipelajari dalam sebuah proses pendidikan lebih baik, maka akan diikuti dengan hasil proses pendidikan yang lebih baik pula. Hasil yang baik ini manandakan bahwa sebuah proses berjalan dengan baik yang berarti tujuan pendidikan terpenuhi. Nambahi atau menambahkan ini juga merupakan salah satu langkah strategis untuk sebuah proses pendidikan yang lebih baik.

Oleh: Roy Nabal

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,7,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,9,Imlek,1,In-Depth,18,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,104,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1386,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,26,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Konsep 3N (Niteni, Niroke, Nambahi) Ki Hadjar Dewantara
Konsep 3N (Niteni, Niroke, Nambahi) Ki Hadjar Dewantara
https://2.bp.blogspot.com/-KJvq-kOG1ig/XNbVXoP7UpI/AAAAAAAAClI/XyZ-aP1wTVY8togC9O-gcTTXtEsYVmSuQCLcBGAs/s320/IMG-20190511-WA0011.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-KJvq-kOG1ig/XNbVXoP7UpI/AAAAAAAAClI/XyZ-aP1wTVY8togC9O-gcTTXtEsYVmSuQCLcBGAs/s72-c/IMG-20190511-WA0011.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/05/konsep-3n-niteni-niroke-nambahi-ki-hadjar-dewantara.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/05/konsep-3n-niteni-niroke-nambahi-ki-hadjar-dewantara.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy