Bendungan Rotiklot Bakal Diresmikan, Menteri PUPR: Air Kunci Pembangunan NTT
Cari Berita

Bendungan Rotiklot Bakal Diresmikan, Menteri PUPR: Air Kunci Pembangunan NTT

20 May 2019

Foto: kompas.com
Jakarta, marjinnews.com - Kabar kunjungan kerja Presiden RI, Joko Widodo ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  pada hari ini Senin (20/5/2019) sudah diketahui masyarakat luas sejak jauh hari. Dalam kunjungannya yang ke-9 ke NTT ini, Presiden Jokowi akan meresmikan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu.

Berdasarkan agenda kegiatan Jokowi yang disebarkan ke media ini pada Minggu (19/5/2019) diketahui bahwa peresmian bendungan tersebut nantinya akan disertai dengan pembibitan 200.000 benih ikan nila, ikan mujair, dan ikan karper yang dipimpin langsung Jokowi.

Selain itu, juga akan dilakukan penanaman pohon flamboyan, pohon kelor, pohon juwet, pohon pule, dan pohon beringin untuk penghijauan di sekitar area bendungan tersebut.

Untuk diketahui bahwa pembangunan bendungan yang dimulai sejak ground breaking pada Desember 2015 oleh Jokowi, telah  melalui pengisian air (impounding) sejak Desember 2018. Bendungan yang berkapasitas 3,3 juta meter kubik ini merupakan salah satu dari 49 bendungan baru yang dibangun dalam kurun waktu 2015-2019.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang curah hujannya lebih rendah dibanding daerah lain.

“Kunci kemajuan di NTT adalah air. Ketersediaan air dibutuhkan untuk air minum, pertanian, peternakan, dan lainnya,” ujar Basuki pada Minggu (19/5/2019).

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) sudah menyelesaikan dua bendungan di NTT, yaitu Bendungan Raknamo dan Rotiklot. Lima bendungan lainnya yang akan atau sedang dibangun saat ini adalah Bendungan Napun Gete, Mbay, Temef, Welekis, dan Manikin.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian, bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” imbuh Basuki seperti dilansir kompas.com.

Sementara itu, Dirjen SDA Kementerian PUPR Hari Suprayogi menuturkan, Bendungan Rotiklot bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat dan kegiatan di Pelabuhan Atapupu sebesar 40 liter per detik, suplai irigasi seluas 149 hektar, dan pariwisata.

Bendungan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini juga berfungsi mengurangi risiko banjir yang sering terjadi di Kabupaten Belu, di mana musim hujannya singkat, yaitu sekitar 3 bulan, tetapi intensitasnya tinggi.

Pembangunan Bendungan Rotiklot dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) bersama PT Universal Suryaprima (KSO) dengan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 496 miliar. (EC/KC/MN)