Apa yang Kita Lewatkan dari Fenomena Angelius Effect?

Foto: Istimewa
Opini, marjinnews.com - Angelius Wake Kako, Ketua Demisioner PP PMKRI St. Thomas Aquinas secara mengejutkan lolos menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam Pemilu Serentak pada 17 April 2019 lalu. Ini menjadi sesuatu hal yang di luar dugaan terutama jika kita mengacu kepada bagaimana politisi pendatang baru dalam kontestasi politik nasional Indonesia hampir selalu mengalami kesulitan kala terjun dan terlibat langsung dalam politik praktis.

Selain itu, Angelius juga mampu dan berhasil mengalahkan lawan politiknya yang lebih berpengalaman dan bahkan memiliki modal sosial dan finansial besar. Sebut saja Abraham Liyanto. Suaranya bahkan kalah mentereng jauh dari Angelius dalam memperebutkan empat jatah kursi untuk NTT di Senayan. Abraham menjadi juru kunci dan Angelius berada di atasnya lebih tinggi.

Dengan sejumlah catatan demikian benarkah Angelius hanya menjadi politisi yang hanya bermodal keberuntungan semata? Sebagai politisi muda yang tidak terlepas dari organisasi sekaliber PMKRI, nilai atau value apa yang harusnya kita teladani dari sosok ini?

Saya tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini secara ilmiah. Namun, hanya melihat dan menilai kepribadian Angelius dari sudut pandang pribadi saya sejak awal bertemu beliau dan dalam segala proses bersamanya secara langsung maupun tidak langsung. Jadi, tulisan ini akan sangat subyektif dan mungkin bagi beberapa orang akan terkesan berlebihan atau mungkin menganggap penulis sedang mencari muka. Tidak masalah, urgensi dari tulisan ini akan dipahami sejauh bagaimana kita mencoba memahami sosok Angelius bukan hanya kala dia lolos menjadi DPD RI tetapi lebih kepada apa yang membuat beliau layak diteladani kader-kader PMKRI seluruh Indonesia.

Awal Perjumpaan 
Saya mengenal Angelius pada tahun 2015. Waktu itu saya tidaklah lebih dari seorang bocah ingusan yang baru mau masuk ke Perguruan Tinggi di Surabaya. Saya belum menjadi anggota PMKRI, apalagi mengenal dan memahami segala tetek bengek terkait organisai kepemudaan ini. Angelius datang ke Margasiswa PMKRI Cabang Surabaya untuk konsilidasi jelang MPA Cibubur. Pada waktu itu dia diterima oleh Ketua Demisioner PMKRI Cabang Surabaya, Yeremias Mahur di ruang tengah. Tempat dimana Angelius kemudian dilarang merokok dan dengan kerendahan hati diturutinya beberapa jam selama berdiskusi.

Di sinilah letak salah satu kepribadian Angelius yang membuat saya kagum untuk pertama kalinya waktu itu. Sebagai salah satu PP PMKRI, melarang Angelius merokok dan dipaksa mematikan rokok yang tengah dihisapnya bagi saya merupakan tindakan cukup berani karena tidak lazim dilakukan. Apalagi ketika dia menyanggupinya dan memilih mengikuti arahan sepenggal tulisan "Dilarang Merokok" pada dinding ruangan tanpa banyak mengeluh. Untuk konteks sekarang bisakah kita berlaku demikian?

Menulis Buku 
Di akhir pertemuan singkat tersebut Angelius memberi kami beberapa buah buku karyanya. Saya dan Ketua Demisioner Yeremias Mahur beruntung, sempat meminta beliau menandatangi buku itu sebelum kami membacanya. Menulis buku bagi saya secara pribadi merupakan sesuatu hal yang luar biasa. Mengapa demikian? Itu karena Angelius datang bukan dengan tangan kosong alias tidak hanya bermodal niat menjadi orang nomor satu di PMKRI.

Ada sumbangsih pemikiran yang dia tawarkan kepada Gereja dan Negara. Karakter intelektualnya nyata dan kelihatan jika dibandingkan dengan aktivis PMKRI hari ini yang lebih banyak ribut di media sosial sambil rebahan di kamar kosan. Kita hari ini menjadi aktivis ikut arus. Kebanyakan menuntut dari pada memberi. Jadi, jangan heran pada setiap momen seruan kita hanya seputar kata "menuntut" dan "mendesak". Kemampuan literasi kita jauh tertinggal dari orang lain. Jangankan membaca buku kiri, melihat judulnya saja kita alergi. Apa yang bisa kita andalkan dari PMKRI hari ini?

Tidur Bersama Anggota Baru 
Hal yang membuat beberapa generasi PMKRI bakal mengenang Angelius sampai kapan pun adalah soal kerendahan hatinya. Hal ini penulis rasakan kala beliau yang pada saat itu sudah menjadi Ketua PP PMKRI datang ke Surabaya untuk melantik pengurus cabang yang baru saja terpilih. Selama beberapa hari di Surabaya, Angelius tidak diperlakukan secara istimewa. Termasuk dimana dia harus tidur dan apa yang mesti dia makan.

Dampaknya, Angelius harus makan satu meja dengan semua anggota cabang dalam satu meja. Mendengar celoteh kami yang kadang tidak masuk akal dengan sabar dan tidur bersama dengan kami di kamar yang pengap penuh tumpukan pakaian dan hanya bermodal kipas angin. Dia bahkan tidak mendapat bantal akibat terlambat tidur karena asyik berdiskusi bersama alumni. Momen ini akan dianggap keterlaluan jika siapa saja anak PMKRI yang pernah bermalam di Marga Surabaya merasakan betapa beringasnya gigitan nyamuk dan panasnya suhu kamar tidur pada malam hari.

Jika kita menjadi Angelius pada waktu itu dengan segala sesuatu yang melekat dalam dirinya: kehormatan, jabatan dan harga diri sebagai ketua PP PMKRI, apakah kita bakal mau melakoninya tanpa banyak mengeluh? Saya pesimis kita bakal mau menjalankannya. Dalam konteks ini kritik yang hendak saya sampaikan kepada kader PMKRI dimana saja berada adalah soal kerendahan hati sebagai seorang kader dan sebagai seorang pemimpin. Jika menjadi pengurus cabang saja kita mulai berprilaku angkuh dan congkak, bagaimana ketika kita menjadi pemimpin untuk masyarakat yang lebih luas dengan beragam karakter?

Pada akhir tulisan ini saya secara pribadi mengapresiasi kader-kader PMKRI yang pada hari ini menyambut Angelius Effect dengan sangat luar biasa. Beberapa orang sudah mulai secara optimis menunjukkan bahwa di masa yang akan datang mereka akan mengikuti jejak Angelius untuk terlibat dalam politik praktis. Ini momentum yang sangat bagus mengingat Gereja hari ini harus diakui tengah mengalami krisis kader Katolik di kancah nasional. Munculnya Angelius menjawab keresahan kita bersama selama ini soal minimnya sosok yang bakal dijadikan teladan dalam melanjutkan geliat perjuangan PMKRI yang pada tahun ini genap berusia 72 tahun.

Paling penting dari sekian banyak hal yang dibahas sebelumnya adalah soal modal apa seharusnya kita siapkan sejak dini jika hendak mengikuti jejak Angelius. Sebab niat saja tidaklah cukup. Kita butuh kerendahan hati dan harus memulai segala sesuatunya dari hal-hal yang sederhana. Angelius sudah begitu, kita mesti bagaimana? 
Salam, Petra.

Oleh: Andi Andur 

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,7,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,9,Imlek,1,In-Depth,17,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,102,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1386,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,21,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Apa yang Kita Lewatkan dari Fenomena Angelius Effect?
Apa yang Kita Lewatkan dari Fenomena Angelius Effect?
https://1.bp.blogspot.com/-y54-dOIoCBQ/XO2pgEQxSmI/AAAAAAAACpA/SGMhjkofI5AunMNvo1I_6mi2Vg63f6vOwCLcBGAs/s640/IMG_20190529_043354.JPG
https://1.bp.blogspot.com/-y54-dOIoCBQ/XO2pgEQxSmI/AAAAAAAACpA/SGMhjkofI5AunMNvo1I_6mi2Vg63f6vOwCLcBGAs/s72-c/IMG_20190529_043354.JPG
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/05/apa-yang-kita-lewatkan-dari-fenomena-angelius-effect.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/05/apa-yang-kita-lewatkan-dari-fenomena-angelius-effect.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy