Politik Kampungan dan Pemimpin Amatiran

Foto: Dok. Pribadi
OPINI, marjinnews.com - Sesunguhnya politik agak sulit dirumuskan. Hal ini dilatarbelakangi oleh luasnya bidang cakupan politik. Luasnya cakupan politik telah melahirkan aneka ragam deskripsi tentang politik. Karl  Deuth misalnya, memberikan batasan politik sebagai: koordinasi yang telah dipercaya untuk mencapai tujuan – tujuan masyarakat, suatu kebijaksanaan yang menjangkau masyarakat luas. 

Terlepas dari beragam rumusan politik, terdapat suatu esensi yang pasti : politik yang benar harus bisa membebaskan dan memerdekakan. Membebaskan dan memerdekakan manusia dari kesewenangan, kebodohan dan ketidakadilan.

Berdasarkan arti ini, politik memilik makna esensial, mengemban sebuah misi kemanusiaan. Perjuangkan memanusiakan manusia. Itulah hakekat politik yang sebenarnya. Sementara kekerasan sebagai manifestasi politik dalam dirinya sendiri dipandang sebagai suatu kekuatan dan potensi negatif yang dapat melukai kehidupan dan mutu kehidupan manusia. 

Nampak kontradiksi esensial misi hakiki politik dan kekerasan sebagai manifestasi politik dewasa ini. Mari kita telisik eksistensi politik nian tanah yang kian hari kian meningkatkan produktivitas masalah sosial hinggal tiba pada kesimpulan bahwa kita sedang bermain ”Politik Kampungan” yang kemudian melahirkan ”pemimpin amatir”.

Geliat arus demokrasi berbasis kerakyatan (communal autonomy) ternyata belum mampu menunjukkan ‘habibat’ politik yang dapat menjawabi pelbagai keprihatinan dan problem sosial yang belakangan ini terus meliliti masyarakat arus bawah. Konstelasi ruang politik antara pemerintah Daerah, DPRD dan sejumlah stake holders yang memiliki otoritas dan wewenang “paten” dalam sistem birokrasi, mengungkapkan ‘fenomena baru’ yang sebenarnya sudah menjadi hal lumrah untuk ditindaklanjuti dan ‘digugat’. 

Bukannya tanpa alasan jika hal itu distir dari paradigma disorientasi nilai politis. Di satu sisi, eksistensi para birokrat sebagai representasi riil dari suara rakyat yang sesungguhnya berharap agar aspirasi mereka didengar dan disikapi, justru semakin membuka kemungkinan adanya privatisasi kepentingan dari segelintir aspirator dengan motif ekonomis, politis maupun popularitas diri. 

Ironisnya, pelbagai bentuk tindakan privatisasi kepentingan yang melibatkan sejumlah politisi dan pejabat pemerintahan, toh pada akhirnya hanya menjadi ‘urusan intern’ sehingga luput dari jeratan hukum yang semestinya ditegakkan bagi semua orang yang melanggar hukum. Dengan demikian munculah bahaya paling besar dari kecenderungan inkosistensi kebijakan hukum yakni ketika “musuh” (orang yang telah terbukti melanggar hukum) keluar sebagai pemenang.

Di lain sisi, dengan mencuatnya ketegangan birokratis yang melibatkan sejumlah elemen penting baik Eksekutif, Legislatif maupun Yudikatif, mengindikasikan adanya “krisis nilai” dalam diri para pemimpin. Tanpa kapasitas kepemimpinan, sebuah organ politik justru akan kehilangan komitmen dan konsistensi. 

Praktisnya, nilai-nilai kepemimpinan masih sering diboncengi dengan tendensi politis pragmatis daripada politik praktis di mana hak dan kepentingan rakyat seharusnya menjadi tolok ukur berhasil tidaknya sebuah “Rumah Tangga Daerah”. Misalnya,  para “aktor” partai politik yang tidak memiliki kejujuran dan komitmen politik akan menjual kepentingan politik ke ranah privat sehingga politik hanya semata merupakan proyek “ekslusif”. Dan, amat menyedihkan, banyak politikus kita masuk dalam ketegori semacam ini. 

Menguatnya krisis kredibilitas publik terhadap kinerja dan kiprah para pemimpin semakin memperparah ‘medan bakti’ dan arah politik yang sudah tak terkendali ini.

Maka, perlawanan sosial dan seruan moral adalah bagian dari usaha “menggugat” absolutisasi hak-hak terbatas yang sering dimanipulasi dan dipolitisir. Hampir pasti rakyat tak punya banyak pilihan selain menjadi “penonton” di balik panggung politik yang kian carut marut. 

Posisi strategis tanpa diimbangi ruang transparansi dan akuntabilitas hanya akan menciptakan komunitas para “bandit” yang sewaktu-waktu bisa kompromi, bisa juga “mati suri” atau bahkan mati-matian membela diri jika dikritik atau disomasi. Maka sebuah pertanyaan lepas atas dasar nurani yang enggan untuk bungkam patut dilontarkan; “Mungkinkah para pemimpin kita sedang dirundung sindrom amnesia sehingga lupa urus rakyatnya sendiri?” 

Jika krisis nilai kepemimpinan dipahami sebagai persoalan publik, maka sesungguhnya dalam kubangan yang sama nilai-nilai moral pun turut merayap karena sejatinya persoalan moral selalu melekat erat dengan hakikat eksistensi setiap orang. 

Karena itu, dalam alur pemikiran ini, seruan moral di satu pihak, merupakan pilihan etis sekadar meredam mentalitas dan absolutisme kekuasaan para pemimpin yang cenderung “bermain-main” dengan politik; dan di pihak lain menuntut adanya tanggung jawab praktis terhadap orientasi kemanusiaan (bonum commune).

Kekecewaan dan keprihatinan terhadap praksis politik yang gagal dan tidak fair tentu merupakan ekspresi kesadaran politik yang sehat dan sah-sah saja. Bagaimana tidak, pelbagai kebijakan yang menjadi visi dari “proyek” berbasis kesejahteraan sosial menjadi begitu mandul dan kerdil sehingga hanya merupakan ‘eksperimen teoretis’ daripada dampak praktis yang dicapai. 

Sejumlah data faktual terapampang nyata di muka publik mutahkhir, menjadi indikasi paling aktual bahwa “Sikka Sedang Sakit” perlahan menggerogoti tubuh nian tanah yang mesti segera dituntaskan oleh pemerintah Daerah, DPRD dan sejumlah stake holders yang sudah seharusnya merasa bertanggung jawab akan tugasnya dan kewajibannya.

Salah contoh kabar buruk yang terkesan “provokatif” tetapi juga “imperatif praktis” untuk ditanggapi yakni, konflik tunjangan perumahan dan transportasi DPRD Sikka yang sampai hari ini belum tiba pada titik temu yang jelas. 

Dana tunjangan perumahan dan transportasi ini menjadi pertikaian yang alot antara DPRD dengan Bupati Sikka, perihal tersebut dapat diukur sejak pembahasan RAPBD 2019 hingga penetapanya. Dalam persoalan tunjangan yang diduga mark up tersebut, kelihatan bahwa Negara mengalami kerugian yang cukup besar.  

Logisnya, jika belum ada yang berani menggugat, masalah  yang ‘ditunda’ itu bisa saja menjadi agenda ‘purnawaktu’, tidak ada titik awal dan titik akhir alias mubazir.!! Pertanyaanya, apakah itu bagian dari permainan politik? Jika iya, wajar disebut “Politik Kampungan”. Pertanyaan berikut, apakah dari hal di atas sungguh – sungguh mendeskripsi para pemimpin profesional? Saya pikir tidak, menurut saya itu semacam kisah yang diperani oleh para “pemimpin amatiran”.

Ketidakpastian kini melanda sebagian besar rakyat Nian Tana yang notabene hidup dari usaha-usaha spekulatif yang sebagian besar diperoleh dari hasil komoditi di bidang pertanian dan peternakan sambil “mengintip” peluang yang mungkin ditawarkan oleh para pemilik modal dan pengusaha yang bekerja sama dengan penguasa politik. Miris memang. Namun demikian adanya. 

“Nasib” jadi rakyat, habis bersuara hanya bisa berharap, berharap dan terus berharap hingga harapan itu jauh dari ambang batas sebuah keniscayaan. Dengan demikian, jika krisis nilai kepemimpinan dan krisis moralitas politik telah mencoreng watak budaya politik yang demokratis dan manusiawi, tentu rakyat Nian Tana sedang merindukan suatu periode “regenerasi dan kaderisasi” para pemimpin yang mampu menempatkan format baru Nian Tana menuju kebaikan dan kesejahteraan bersama (bonum commune).

Oleh: Rendy Stevano
Kader PMKRI Cabang Maumere

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,7,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,9,Imlek,1,In-Depth,18,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,104,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1386,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,24,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Politik Kampungan dan Pemimpin Amatiran
Politik Kampungan dan Pemimpin Amatiran
https://4.bp.blogspot.com/-NYY8KKszjuU/XLLsRt9-0mI/AAAAAAAACe4/P1bwr48EhJofLCybCENg0n5x7EArUXIfwCLcBGAs/s320/LRM_EXPORT_20180822_101928.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-NYY8KKszjuU/XLLsRt9-0mI/AAAAAAAACe4/P1bwr48EhJofLCybCENg0n5x7EArUXIfwCLcBGAs/s72-c/LRM_EXPORT_20180822_101928.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/04/politik-kampungan-dan-pemimpin-amatiran.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/04/politik-kampungan-dan-pemimpin-amatiran.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy