$type=grid$count=4$tbg=rainbow$meta=0$snip=0$rm=0

Menelanjangi Caleg Gagal di Ruang Publik Bukti Otak Tidak Bekerja

Gambar: Ilustrasi 
OPINI, MARJINNEWS.COM- "Mereka yang menghormati kepribadian orang lain adalah orang-orang yang benar-benar berguna.” Demikian kata seorang teolog, filsuf sekaligus musisi asal Jerman Albert Schweitzer (1875–1965) pada sebuah kesempatan.

Pernyataan pemenang Nobel Perdamaian itu sebenarnya mengingatkan manusia atau bangsa manapun di dunia untuk menghargai atau mengapresiasi eksistensi sesama.

Mereka yang sikap dan perbuatannya dipersembahkan untuk memuliakan sesama ini, layak digolongkan sebagai subyek sejarah kehidupan yang berguna. Mengapa bisa demikian?

Sikap dan perilaku memuliakan sesama itu butuh energi yang bersumber dari nilai-nilai mulia seperti kerelaan, keikhlasan, dan kelapangan nurani, bahwa dalam kehidupannya mesti ada orang lain yang mendampinginya dalam kerja, belajar, dan menjalankan beragam aktivitas di ranah privat maupun ranah publik.

Memuliakan itu dapat membuat orang lain seperti subjek sosial, ekonomi, politik, pendidikan, agama, dan budaya bisa menjadi berharga (bermartabat) dan lebih progresif serta manusiawi dalam menjalankan beragam aktivitasnya.

Disitulah kepribadian manusia menjadi lebih hidup. Seseorang yang merasa peran atau eksistensi dirinya dihormati, dirinya merasa hidupnya ada yang memedulikan atau memberikannya apresiasi dan kesempatan untuk menjadi manusia yang bermakna.

Salah satu objek yang selama beberapa hari setelah Pemilu lebih sering terbaca tidak atau kurang mendapatkan perlakuan yang memuliakannya adalah para Calon Legislatif (Caleg) yang masih belum berkesempatan (bukan kalah) mendapat kursi dewan meski sudah berusaha semampu mereka.

Di media sosial mereka disindir, dihujat dan bahkan diharapkan menjadi gila untuk dapat ditertawakan sebagai seorang yang kalah bertarung. Di mata publik yang tidak berhati nurani, kekejian ini dilontarkan dan bahkan dipupuk tanpa ada keinginan untuk mengintropeksi diri. Masyarakat dunia maya seperti suporter bola yang suka berlaku rasis. Mereka tidak mau menjadi suporter atau mungkin menjadi pemandu sorak yang baik: menyemangati, dan memberi mereka dukungan moral agar tidak jatuh terpuruk.

Memang DPR sudah memiliki citra buruk sebagai sebuah lembaga yang paling banyak kader berompi orange bertuliskan "Tahanan KPK", namun tidak bisa disamaratakan. Apalagi pada proses awal pencalonan mereka sudah ditekankan melalui UU sebagai putra/putri terbaik daerah yang bebas korupsi dan belum pernah dipidana.

Kita sepertinya tidak berpikir sampai kesana. Tanpa belas kasihan atau empati, justru menjadi pelopor terjadinya kekerasan psikis terhadap mereka tanpa ampun. Tanpa tahu malu. Mereka sudah berani mengambil keputusan untuk menjadi bagian dari kontestasi Pemilu, kita sudah bisa bikin apa? Terima uang lalu teriak anti-korupsi? Kok kedengarannya sangat lucu? Atau kita pelawak? Mengapa tidak ikut StandUp Comedy sekalian? Aneh.

Mengurai maksud kekerasan psikis
Kekerasan psikis (psychological violence) merupakan bentuk penindasan atau “penjajahan” modern yang membuat seseorang atau sekelompok orang bisa kehilangan etos kerja, semangat inovasi dan kreasi, serta terpuruk dalam ragam ketidakberdayaan (empowerless).

Ketika kekerasan psikis menimpa seseorang, kecerdasan dan kegairahan konstruktif bisa tereduksi. Labilitas bisa menjadi imbasnya, karena dalam dirinya ada bayang-bayang ketakutan, merasa inferioristik, atau disudutkan sebagai obyek yang “harus” diterpurukkan dalam kekalahan dan ketertindasan.

Kekerasan psikis memang sepertinya ringan karena tidak berhubungan dengan penderitaan fisik yang secara langsung bisa dilihat atau dicermati, namun bagi bangunan kondisi psikologis, perilaku tidak manusiawi ini bentuknya bisa penyiksaan berkepanjangan dan “mencengkeram” emosi, sehingga para Caleg yang menjadi korbannya bisa terenggut kepribadiannya.

Oleh karena itu, mari kita untuk sekali saja berpikir waras. Kalah dan menang adalah biasa dan itu harus terjadi dalam Pemilu yang diibaratkan sebagai sebuah partai puncak dalam pertandingan sepak bola. Apapun yang terjadi harus ada yang kalah. Jika seri maka akan ada perpanjangan waktu, bila perlu ada adu pinalti. Fair play dipraktekkan.

Pemandu sorak bakal terus bernyanyi memberi semangat meski suaranya sudah serak dan dukungannya sudah tidak berguna. Apakah sia-sia? Tidak, kecuali otak kita tidak bekerja maksimal untuk merespon situasi yang ada. Salam..

Oleh: Kaka Andreas

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,3,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,644,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,51,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,102,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,350,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,345,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,560,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1363,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,50,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,235,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Menelanjangi Caleg Gagal di Ruang Publik Bukti Otak Tidak Bekerja
Menelanjangi Caleg Gagal di Ruang Publik Bukti Otak Tidak Bekerja
https://4.bp.blogspot.com/-6q_ITnnhfFo/XL6Gohs1XSI/AAAAAAAACiE/fYD81ELAy_YkCXTDGa6WTMBcmV0XOrBMQCLcBGAs/s320/173219_covercalegstress.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-6q_ITnnhfFo/XL6Gohs1XSI/AAAAAAAACiE/fYD81ELAy_YkCXTDGa6WTMBcmV0XOrBMQCLcBGAs/s72-c/173219_covercalegstress.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/04/menelanjangi-caleg-gagal-di-ruang-publik-bukti-otak-tidak-bekerja.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/04/menelanjangi-caleg-gagal-di-ruang-publik-bukti-otak-tidak-bekerja.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy