Jangan Pilih Caleg yang Hamburkan Uang Saat Kampanye
Cari Berita

Jangan Pilih Caleg yang Hamburkan Uang Saat Kampanye

MARJIN NEWS
2 April 2019

Foto: Adrianus Kornasen, calon anggota DPRD Dapil Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur

BORONG, marjinnews.com - Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Adrianus Kornasen, menyebut biaya politik yang besar saat kampanye rentan menimbulkan praktik korupsi. 

"Karena itu sebaiknya masyarakat berpikir ulang untuk memilih para calon, yang telah menghamburkan uang selama kampanye, jika ujung-ujungnya hanya akan melakukan tindak korupsi," kata Kornasen, Senin (01/04/2019).

Menurut Kornasen, banyak calon legislatif yang menghalalkan segala cara untuk memenangkan kontestasi pemilu legislatif yang akan digelar pada tanggal 17 April mendatang.

"Jangan Pilih Caleg yang hamburkan uang saat kampanye. Ada calon yang sampai jual tanah, jual mobil, dan lain sebagainya hanya untuk mendapatkan uang untuk membiayai operasional kampanye. Bukan tidak mungkin, ketika nantinya terpilih maka mereka akan mencari kembali uang untuk menutupi biaya kampanye mereka saat mencalonkan diri, bisa jadi dengan cara korupsi," kata caleg DPRD Provinsi NTT itu.

Selain itu, menurut caleg PSI nomor urut 7 dapil NTT IV itu (Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur), calon pemilih harus melihat kemampuan para caleg karena para caleg itu bakal menjadi legislator, sesuai dengan tugasnya, kapabilitas itu menyangkut kemampuan mereka mengenai legislasi, bugeting dan pengawasan. 

"Karena itu, kapabilitas dapat diukur dari kemampuan mereka memahami tata negara, perundang-undangan, aspek legal, merancang pembangunan dan anggaran. Untuk perancangan pembangunan dan anggaran, berarti caleg mestilah paham apa masalah pembangunan di daerah yang diwakilinya, apa skala prioritas di daerah tersebut," kata Kornasen.

Ia juga berharap agar rakyat menghadiri tatap muka dari setiap calon legislatif yang datang ke kampung mereka untuk mensosialisasikan diri.

"Datang dan dengar gagasannya, apa gagasannya untuk daerah dan kampung kita masing-masing. Jika dia tidak berhasil menyampaikan gagasannya dan komitmennya pada masyarakat setempat, jangan dipilih, cari caleg lain yang punya konsep dan gagasan untuk pembangunan daerah," tandasnya.

Seperti yang diketahui, selain menjalankan tiga fungsi DPRD yang telah diatur undang-undang, Lanjut Kornasen, ketika terpilih seorang DPR harus mampu mengintervensi pemerintah melalui kekuatan politik yang ia miliki agar kue pembangunan bisa dialokasikan sebanyak - banyaknya ke daerah pemilihannya.  (EJ/MN)