Firdaus, Simbol Perlawanan Perempuan dalam Novel Karya Nawal el-Saadawi

Foto: Istimewa
EDITORIAL, marjinnews.com - Firdaus adalah anak dari seorang petani, hidupnya sangatlah rumit dan penuh konflik. Sejak kecil Firdaus sudah menjalani penganiayaan dari segi fisik maupun mental oleh seorang lelaki yang dikenalnya sebagai ayah. 

Sesungguhnya tak cuma Firdaus yang mendapat perlakuan dari sosok ayahnya itu, tapi ibunya pun tidak pernah mempunyai nasib yang lebih baik dari Firdaus. Ketika ayah dan ibu Firdaus meninggal, Firdaus di asuh oleh pamannya. 

Meski pamannya itu bersikap lebih baik dan lemah lembut daripada ayahnya, tapi sosok paman yang lemah lembut itu sama seperti lelaki lain. Pamannya pun tidak melewatkan kesempatan untuk melakukan pelecehan seksual kepadanya. Seringkali pamannya meraba-raba paha Firdaus sambil membacakan buku kepadanya sebelum atau sesudah Firdaus tinggal bersamanya.

Dalam masa ini, Firdaus disekolahkan di sekolah menengah pertama. Disitulah ia dapat merasakan bergaul dengan sebayanya, namun ketika itu juga ia hampir mengenal cinta tetapi tidak dari lawan jenis, melainkan dari seorang guru perempuan. 

Lulus dari sekolah menengah dengan nilai terbaik, lalu pamannya menikah dengan seorang gadis anak dari guru sewaktu ia sekolah di Al Ezhar. Waktu pun terus belalu, lama-kelamaan sang bibi tersebut kurang suka dengan keberadaan Firdaus di rumahnya. 

Jadi ia berencana untuk mengenalkan Firdaus pada seorang laki-laki yang bernama Syekh Mahmoud, orang tua yang berumur 60 tahun yang kaya raya dan sangat pelit disertai dengan adanya bisul disekitar wajahnya. Untuk membalas budi sang paman, Firdaus pun menerima pinangan dari Syekh Mahmoud tersebut dan umurnya waktu itu adalah 18 tahun. 

Apa boleh buat Firdaus pun harus melayani lelaki dengan wajahnya yang penuh bisul itu walau dengan setengah hati. Namun lama-kelamaan Firdaus pun tak tahan dan kemudian melarikan diri. Hal itu disebabkan Firdaus seringkali mendapatkan perlakuan yang menyakiti fisiknya. 

Ia pun terus berlari, dan saking kencangnya ia berlari akhirnya tibalah pada suatu keindahan pemandangan sungai Nil. Di situlah awal mulanya Firdaus beremu dengan lelaki yang bernama Bayoumi. Awalnya ia mengira lelaki yang bernama Bayoumi adalah seorang laki-laki yang baik, namun ternyata tidak demikian. 

Bayoumi lalu mengajak Firdaus untuk tinggal satu rumah. Bayoumi pun tidak ketinggalan untuk merasakan nikmatnya tubuh Firdaus bersama teman-temannya. Bayoumi lah yang membawa Firdaus pada suatu profesi yang disebut pelacur.

Kemudian ia bertemu dengan seorang perempuan cantik yang bernama Sharifa yang ternyata tak lebih dari seorang germo. Namun, berkat perempuan itu Firdaus lebih mengenal lagi tentang dunia pelacuran dan mengetahui bahwa ia memiliki tubuh dengan harga diri yang tinggi, disitu Firdaus merasakan kenikmatan dunia. 

Karena adanya konflik antara Firdaus dan Fawzi (pacar Sharifa) yang ingin memperistri Sharifa. Maka atas sikap Sharifa, Firdaus yang penuh rasa hormat kepada siapapun yang di temuinya, Firdaus pun kembali melarikan diri. Di jalan ia di ajak oleh seseorang untuk masuk kedalam mobil dan dibawa ke hotel. 

Setelah melakukan persetubuhan Firdaus di beri uang sebesar 10 pon. Jalan hidup membawa Firdaus menjadi seorang pelacur mandiri dan berharga. Ia bisa membeli apapun yang ia inginkan, ia bisa berdandan cantik, dan yang paling penting ia bisa memilih dengan siapa ia akan tidur. Akan tetapi nasib baik belum juga bersahabat dengannya. 

Ketika itu Firdaus sedang merasakan frustasi karena ia tidak merasa nyaman dan tenang saat ia menekuni sebagai seorang pelacur. Lalu ia sempat beralih profesi menjadi pegawai kantoran. Disana dia bertemu dan bisa merasakan rasanya jatuh cinta pada teman kerjanya, tetapi tetap saja lelaki itu hanya menyukai dan menginginkan kenikmatan tubuh perempuan. 

Bahkan perempuan adalah pelacur dalam hidup seorang lelaki, karena setelah menjadi istri pun wanita masih menjadi pelacur. Hal yang membedakannya adalah ketika sudah berumah tangga wanita merasa pasrah, tidak dibayar, dan memakai cinta dalam persetubuhannya. Sedangkan pelacur jalanan dibayar dan tidak memakai cinta dalam hubungannya.

Akhirnya Firdaus pun menekuni profesinya kembali sebagai seorang pelacur, sehingga seorang germo memaksa Firdaus bekerja untuknya. Ternyata dari pengalamannya selama ini, Firdaus pun sadar dan menjadi perempuan yang tak mau lagi di injak-injak harga dirinya oleh kaum pria. Namun karena sang germo memaksa dan mengancamnya, Firdaus pun memegang sebilah pisau dan menghujamkan beberapa tusukan, sehingga akhirnya ia membunuh sang germo. 

Setelah peristiwa itu, ia segera menyerahkan diri kepada polisi dan akhirnya masuk penjara. Akibat ulahnya itu, Firdaus pun di vonis hukuman mati. Namun anehnya dia malah menolak menerima grasi yang telah diusulkan oleh seorang dokter penjaranya kepada presiden. 

Firdaus menggunakan kepasifan sebagai senjata perlawanan untuk mempertahankan harga dirinya, termasuk kepasifan menerima hukuman mati. Menurut Firdaus, vonis itu justru merupakan satu-satunya jalan menuju kebebasan sejati.

Firdaus dan Feminisme
Novel ini diawali dan diakhiri masalah kelamin. Kelamin laki-laki yang menginginkan kelamin perempuan. Firdaus sedemikian menderita dari awal juga karena diantara selakangannya terdapat kelamin perempuan. 

Karena keperempuanannya itu Firdaus diperlakukan beda oleh orangtuanya, mendapat pelecehan seksual oleh pamannya sendiri yang tadinya tampak baik dan seterusnya hingga dia harus membunuh seorang germo yang memperdagangkannya. 

Dalam kasus ini kita dapat melihat sosok seperti Firdaus yakin bahwa dia patut menerima perlakuan yang sama dengan para lelaki. Namun, Firdaus tak pernah berani untuk memperjuangkan haknya di dalam masyarakat. Firdaus menggunakan kepasifan sebagai senjata perlawanan. 

Firdaus lebih memilih untuk diam dan mempertahankan harga dirinya sebagai bentuk perlawanan. Termasuk kepasifannya menerima hukuman mati membuat para pembaca lebih menghargai dirinya.

"Setiap orang harus mati. Saya lebih suka mati karena kejahatan yang saya lakukan daripada mati untuk salah satu kejahatan yang kau lakukan.”(hlm.154)

Pernyataan tersebut merupakan bentuk perlawanan Firdaus terhadap kaum lelaki. Lagi-lagi ia menggencarkan serangan terhadap kaum lelaki melalui kepasifannya. Nampaknya, kepasifan yang ditunjukkan Firdaus cukup menggelisahkan kaum lelaki. 

Ia mengijinkan kaum lelaki memiliki tubuhnya, namun, ia menjamin bahwa para lelaki takkan pernah mampu membuatnya bereaksi, gemetar, atau merasakan nikmat atau sakit. Perbuatan Firdaus ini membuahkan hasil yang memuaskan, ia merasa dirinya menang atas para lelaki yang berusaha membuatnya merasakan kenikmatan. 

Nawal el-Saadawi berusaha menggambarkan betapa sulitnya keadaan seorang perempuan yang ingin berusaha memperjuangkan haknya. Ia juga ingin mengatakan bahwa ketidakberanian perempuan memperjuangkan haknya hanya akan membuat perempuan menyesal di kemudian hari.

Ketimpangan berupa perlakuan tidak adil kepada perempuan selalu terjadi di sekeliling kita. Untuk menghilangkan tindak ketidakadilan tersebut apa yang kiranya dapat dilakukan? Firdaus dan kebanyakan perempaun melakukannya dengan kepasifan. Dan ternyata kepasifan yang dijadikan senjata oleh Firdaus tidak membuahkan hasil yang memuaskan. 

Kepasifan tersebut hanya berhasil mempertahankan harga dirinya. Namun perlakuan dan hak-haknya di masyarakat selalu terabaikan oleh berbagai pihak terutama para lelaki. Firdaus yang selalu berusaha mempertahankan diri melalui kepasifannya harus mengakhiri hidupnya tanpa memperoleh keadilan yang pantas bagi dirinya.

Sampai sekarang dirasa belum terjadi keseimbangan antara laki-laki dan perempuan. Ketidakseimbangan tersebut dapat dilihat dari masih adanya angapan bahwa perempuan memiliki keterbatasan dari segi fisik dan mental yang kemudian berpengaruh pada segi pembagian peran dan perlakuan dalam masyarakat. Karena anggapan adanya keterbatasan tersebut maka perempuan dianggap tidak layak menempati posisi tertentu.

Hal inilah yang mendorong kalangan orang yang selanjutnya disebut feminis memperjuangkan hak-hak perempuan. Karena perempuan adalah manusia maka perjuangan perempauan adalah perjuangan kemanusian juga. 

Perjuangan tersebut dilakukan dengan cara melawan segala bentuk penindasan terhadap perempuan. Penindasan terhadap perempuan ini telah demikian membudaya sehinga dianggap sebagai kewajaran. Novel “Perempuan di Titik Nol” kiranya adalah salah satu bentuk perlawanan Nawal El Saadawi terhadap keseweang-wenangan masyarakat terhadap perempuan

Sastrawan dengan kemampuan intuitifnya biasanya telah melakuakan banyak hal dibanding inteliektual dan komponen lainnya sebagai respon atas kondisi yang timpang. Karya sastra memiliki kemampuan menghadirkan mitos baru dalam masyarakat, menghadirkan pandangan baru tentang baik buruk, salah dan benar.

Kita bisa ambil contoh novel Siti Nurbahaya, Salah Asuhan, atau Romeo dan Juliet. Novel-novel tersebut mengambarkan bahwa tradisi masa lalu berupa kawin paksa, penghargaan hak bicara kepada kaum muda adalah buruk dan menimbulkan targedi cinta yang amat memilukan. 

Maka tradisi lama ini harus diperbaharui dengan tradisi baru yang lebih baik. Sastrawan melalui sastranya menuntun prilaku, pandangan pembacanya secara halus dan kemudian pembaca membenarkan pandangan sastrawan tanpa paksaan.

Kiranya Nawal El Saadawi lewat karyanya Perempuan di Titik Nol ini menganggap bahwa pembedaan peran dan perlakuan terhadap kaum perempuan ini tidak adil maka melalui novel ini Nawal ingin menghadirkan mitos baru tentang hubungan laki-laki dan perempuan yang lebih baik. 

Oleh: Andi Andur

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,7,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,9,Imlek,1,In-Depth,18,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,104,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1386,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,26,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Firdaus, Simbol Perlawanan Perempuan dalam Novel Karya Nawal el-Saadawi
Firdaus, Simbol Perlawanan Perempuan dalam Novel Karya Nawal el-Saadawi
https://3.bp.blogspot.com/-9wW81Vvh84E/XKIjQWR-tDI/AAAAAAAACdk/LMddY0AMiUwPCACK2YbsAf2yogyMDAqBQCLcBGAs/s320/Nawal-El-Saadawi%2540OCCUPY-LONDON-734x410.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-9wW81Vvh84E/XKIjQWR-tDI/AAAAAAAACdk/LMddY0AMiUwPCACK2YbsAf2yogyMDAqBQCLcBGAs/s72-c/Nawal-El-Saadawi%2540OCCUPY-LONDON-734x410.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/04/firdaus-simbol-perlawanan-perempuan-dalam-novel-karya-nawal-el-saadawi.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/04/firdaus-simbol-perlawanan-perempuan-dalam-novel-karya-nawal-el-saadawi.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy