Teater Arsip 2019 Diharapkan Menjadi Ajang Mempromosikan Perdamaian Dunia
Cari Berita

Teater Arsip 2019 Diharapkan Menjadi Ajang Mempromosikan Perdamaian Dunia

MARJIN NEWS
13 March 2019

Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan DKI Jakarta (Foto: Humas Komite Teater DKJ)
JAKARTA, marjinnews.com - Memasuki hari kedua Teater Arsip 2019 yang dilaksanakan oleh Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BERKAF) mendapat respon cukup baik dari peserta teater. Pergelaran yang merangkul Kedutaan Besar Hongaria bersama beberapa curator asal negara tersebut mengangkat tema ‘Di Balik Setiap Pintu’ bertempat di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya 73, Jakarta. 

Konsulat bidang Pendidikan, Budaya dan Pers Kedutaan Besar Hongaria Katalin Böszörményi-Nagy menjelaskan bahwa pentas Teater Arsip 2019 merupakan awal dari sebuah model kerja sama baru yang sangat baik antara Indonesia dan Hongaria terutama di bidang seni dan budaya.

“Kita senang, setidaknya ada perkembangan cukup pesat atas kerja sama antara Indonesia dan Hongaria. Ini baik sekali mengingat kita sudah hampir 10 tahun bekerja sama dengan pemerintah Indonesia baik dalam hubungan politik maupun ekonomi” terang Katalin di sela-sela pameran Di Balik Setiap Pintu pada Selasa (12/3/2019).
Konsulat bidang Pendidikan, Budaya dan Pers Kedutaan Besar Hongaria Katalin Böszörményi-Nagy berbincang dengan Péter Szilágyi di sela-sela acara Resepsi Hongaria Embassy (Foto: Humas Komite Teater DKJ) 
Katalin juga mengapresiasi dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Indonesia dan DKJ atas kesempatan pementasan karya hasil kolaborasi antara seniman Indonesia (Dani Iswardana) dengan antropolog Hongaria, Péter Szilágyi  dan Vivien Sárkány.

“Selama ini aksi pertukaran budaya kita (Indonesia-Hongaria) hanya sebatas bagaimana Hongaria memperkenalkan budaya Hongaria kepada Indonesia atau sebaliknya, itu sangat monoton. Kami senang, kini di hadapan kita para seniman di dua negara ini melebur menjadi satu untuk berkolaborasi dan menghasil sebuah karya yang luar biasa. Semoga ini menjadi awal yang baik antara Indonesia dan Hongaria dalam hal seni dan budaya” lanjutnya.

Di tempat yang sama Kepala Bagian (Kabag) bidang Kerjasama Luar Negeri Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Shinta menjelaskan bahwa hubungan DKI Jakarta dan Budapest ibu kota Hongaria sudah sejak 2009 dengan status Sister City. Menurut dia, sudah cukup banyak hal yang dilakukan antara keduanya selama 10 tahun belakangan.

“Bentuk kerja sama antara Budapest dan Jakarta yang telah disepakati itu mencakup bidang pertukaran informasi dan pengalaman untuk perencanaan kota, infrastruktur publik, pengelolaan air bersih, perumahan, transportasi dan lingkungan, pariwisata dan budaya, kerja sama ekonomi bilateral, ilmu pengetahuan dan teknologi serta konservasi situs dan kerja sama antar dewan kota” jelas Shinta.

Dalam kegiatan Teater Arsip 2019, Shinta menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mendukung acara tersebut dengan mementaskan tarian khas Betawi pada upacara pembukaan Resepsi Hongaria Embassy yang dihadiri oleh sekitar 80 orang perwakilan kedutaan besar dan konsulat dari beberapa negara seperti Bangladesh hingga Polandia sebelum Pemutaran Film ‘Di Balik Setiap Pintu & Sensory Ethnography” pada Selasa (12/3/2019) malam. 

AirMataHari Project (Foto: Humas Komite Teater DKJ)
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta melalui Deputi Gubernur Bidang  Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Oswar Muadzin Mungkasa berharap bahwa kerja sama Sister City antara Jakarta dan Budapest dapat tetap terus dipertahankan. Hal ini terutama soal bagaimana kedua kota dapat saling bertukar gagasan dan pandangan pada upaya revitalisasi antar keduanya.

Terutama untuk kelangsungan kerjasama antara perusahaan lokal, pertunjukan kolaboratif bidang seni dan budaya, pertukaran informasi seputar transportasi umum (metro dan sistem parkir), penelitian bersama tentang pengembangan kawasan bersejarah dan keterlibatan masyarakat dalam bidang seni dan musik. 

“Sekali lagi saya mengucapkan rasa terima kasih yang tulus dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada duta besar Hongaria dan pejabat kedutaan Hongaria yang telah mencurahkan perhatiannya untuk memfasilitasi kerja sama Sister City antara Budapest-Jakarta dan hubungan bilateral antara Hongaria dan Indonesia semakin kuat. Semoga acara ini benar-benar menghasilkan lebih banyak pemahaman tentang pentingnya pertukaran budaya dan mempromosikan perdamaian dunia,” tutup Oswar.

Acara tersebut juga diramaikan oleh AirMataHari Project yang melibatkan tiga orang musisi lintas negara yaitu Shinto Solo, Bern Atom Santi dan Ron Reevers. Ketiganya membawakan beberapa lagu tradisional Hongaria dan lagu tradisional Jawa. AirMataHari Project menurut Péter Szilágyi juga merupakan salah satu bentuk kolaborasi yang telah lebih dahulu memadukan budaya Indonesia dan Hongaria dalam bidang musik. (AA/MN)