Rian Juru: Melacak Dimensi Citizenship dalam Pengelolaan Sawit Sangat Penting
Cari Berita

Rian Juru: Melacak Dimensi Citizenship dalam Pengelolaan Sawit Sangat Penting

23 March 2019

Foto: Rian Juru

YOGYAKARTA, marjinnews.com - Kampanye negatif Uni Eropa terhadap penggunaan sawit sebagai bahan mentah untuk minyak dan bahan bakar menuai kecaman dari Indonesia karena dinilai sangat merugikan petani sawit, perusahaan dan negara Indonesia sebagai negara penghasil sawit terbesar dunia, seperti yang diberitakan merdeka.com pada, (14/03) lalu.

Peneliti IPD (The Indonesian Power For Democracy) dalam diskusi yang diselenggarakan oleh IPD pada, jumat (22/03) turut berkomentar dan akan melakukan pengkajian mendalam terhadap sawit dari berbagai persepektif yang berkaitan, diskusi ini merupakan rangkaian kegiatan IPD dalam rangka membuat buku kajian sawit yang berbasis pada kepentingan petani.

Salah satu peneliti IPD, Rian Juru, mengomentari dimensi citizenship dalam pengelolaan sawit. Menurutnya, pengelolaan sawit bukan hanya tentang aspek ekonomi, tetapi juga tentang respon dan gejolak masyarakat.

"Pengelolaan sawit bukan hanya tentang aspek ekonomi, tetapi di sana juga tentang bagaimana masyarakat lokal bergejolak, merespon, misalnya merespon perluasan lahan sawit atau merespon kegagalan tata kelola dalam perusahaan sawit" katanya kepada marjinnews.com pada, Jumat (22/03).

Menurut Rian, respon masyarakat terhadap perluasan lahan atau kegagalan tata kelola sawit tersebut sebagai bentuk perlawanan masyarakat.

"Respon tersebut saya lihat sebagai suatu bentuk resistensi, perlawanan masyarakat yang sebenarnya bercerita banyak tentang dimensi citizenship, bagaimana rakyat itu mengklaim hak politik, hak spasial atau hak keadatan mereka, sehingga bagi saya, ketika berbicara sawit, pada saat yang sama juga kita perlu melihat dimensi politik masyarakat itu sendiri" pungkasnya.*

Laporan: Viky Purnama
Kontributor Wilayah Yogyakarta