Polemik sawit, Hanan Nugroho: Kita Melihat Hubungan Agensi Tiga Aktor
Cari Berita

Polemik sawit, Hanan Nugroho: Kita Melihat Hubungan Agensi Tiga Aktor

24 March 2019

(Foto: Hanan Nugroho)

YOGYAKARTA, marjinnews.com - Peneliti The Indonesian Power For Democracy (IPD) akan melakukan kajian dan membuat buku kajian sawit yang berbasis pada kepentingan petani terhadap polemik sawit, Indonesia-Uni Eropa.

Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh IPD pada jumat, (22/03) lalu, Hanantyo Sri Nugroho, turut berkomentar terkait polemik sawit tersebut.

Menurutnya, perlu untuk melihat ini dengan teori strukturasi dengan melakukan pemilahan dan melihat hubungan agensi terhadap tiga aktor, state, market dan society.

"Relasi aktor dalam governance, dibaca dengan teori strukturasi, artinya melihat hubungan agensi dengan model institusi. Dengan begitu, kemudian membaca pemilahan dari tiga actor yakni state, market dan society" pungkasnya.

Lanjut Hanan, ada benturan antara aktor dalam pengelolaan sawit.

"Permaslahannya ada benturan dari tiga actor tersebut, dilema antara pasar dan negara ialah terkait pada birokrasi dengan efisiensinya. Benturan antara masyarakat dan pasar adalah hak adat atau hak kewarganegaraan, benturan yang terakhir adalah negara dan warga Negara ialah birokrasi dan kebijakan" ungkap dosen Ilmu Pemerintahan Universitas AMIKOM Yogyakarta tersebut.

Dia (Hanan) menambahkan, keterbatasan tersebut yang membentuk kesenjangan.

"Keterbasan tersebut yang membentuk adanya kesenjangan, aktor-aktor yang memutuskan suatu kebijakan diantara ketiga aktor tersebut memang secara kesadaran atau tidak kesadaran atau secara tidak kepahaman diantara ketiga aktor itu" tutupnya.

Laporan: Viky Purnama