Togar Apresiasi Polda Bali Hentikan Kasus Paedofilia: Jangan ada Dusta, Jika Fakta Lapor Polisi Bukan di Media


DENPASAR, marjinnews.com - Polda Bali akhirnya menghentikan penyidikan dan penyelidikan terkait kasus dugaan paedofil di ashram Klungkung.

Hal itu disampaikan langsung oleh Pucuk Pimpinan tertinggi Kepolisian di Bali Irjen. Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, M.M.

Jendral Petrus mengatakan, bahwa hukum tidak bisa dinilai dari "katanya."

"Testimonium De Auditu yaitu kesaksian atau keterangan karena mendengar dari orang lain yang pada prinsipnya tidak dapat diterima sebagai alat bukti. Karena saksi menurut KUHAP adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri, dan ia alami sendiri," tegas Jendral Petrus.

Terkait kasus ini, Jendral Petrus juga menjelaskan  dan mengingatkan untuk mengamankan hak asasi orang.

“Harus diingat bahwa kita harus mengamankan hak asasi orang. Paedofil ini dimunculkan pada 2015 dan kejadiannya pada sebelumnya. Kemudian di-eksplore oleh orang-orang atau oknum tertentu dimanfaatkan pencitraan dan sebagainya yang tidak punya dasar yang baik. Hanya mau eksploitasi berita untuk anak-anak,” ujar Petrus Golose.

"Ini jadi mencederai tugas kami dari kepolisian dan untuk menjaga privasi anak-anak, hak asasi anak-anak. Dimunculkan sementara korbannya sudah dewasa," ucapnya. 

“Jangan bicara soal ini kalau tak ada data dan reasoning. Bayangin kalau anakmu digituin. Jangan mencederai hukum,” tegasnya.

Irjen Petrus Golose menyampaikan, jangankan korban (anak-anak) tersangka (anak-anak) pun dijaga (hak asasinya).

"Kasus ini bukan kasus paedofil seperti yang diberitakan kemarin-kemarin," tegas Jendral Petrus lagi.

Langkah tegas Kapolda Bali untuk menghentikan kasus ini disambut baik oleh advokat Kawakan dan panglima hukum Togar Situmorang.

Kepada MARJINNEWS.COM, Togar mengaku sangat mendukung keputusan Polda Bali untuk tidak akan melakukan penyidikan dan penyelidikan terkait kasus dugaan paedofil yang terjadi di ashram Klungkung.

“Benar kata Kapolda Bali, bahwa hukum tidak bisa dinilai dari "katanya” Testimonium De Auditu yaitu kesaksian atau keterangan karena mendengar dari orang lain yang pada prinsipnya tidak dapat diterima sebagai alat bukti. Karena saksi menurut KUHAP adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri, dan ia alami sendiri," ujar Panglima Hukum yang saat ini sedang menyelesaikan program Doktor S3 Hukumnya di Universitas Udayana Bali.

Kasus ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Namun saat ini kembali berkembang ketika Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) Arist Merdeka Sirait mengunjungi Ashram Klungkung untuk menemui pengelolanya yang diduga melakukan perundungan seksual kepada anak-anak didiknya di ashram tersebut.

Togar Situmorang, S.H, M.H, M.A.P, Calon anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Denpasar Nomor urut 7 itu juga menilai, kasus paedofil ini memang merupakan kejahatan serius yang penting untuk segera ditindaklanjuti.

"Karena di dalam Undang-undang Perlindungan Anak Pasal 78 sudah diatur jelas, setiap orang yang mengetahui terjadinya kekerasan dan dibiarkan, itu dapat dikategorikan sebagai ikut serta mendorong pelanggaran anak dan bisa dipidana lima tahun," terang Togar.

Namun, Caleg Millenial dari Dapil Denpasar itu juga menjelaskan, untuk menindaklanjuti suatu kasus para penyidik harus lebih profesional bagaimama caranya mengumpulkan bukti-bukti agar dapat mengungkap kasus tersebut apabila memang benar terjadi.

"Apalagi kasus ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Orang yang diduga sebagai korban juga enggan memberikan keterangan," terangnya.

"Penyidik tidak bisa memaksa karena sesuai pasal 5 huruf c Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban, bahwa saksi dan korban berhak memberikan keterangan tanpa tekanan," tambahnya.

Terkait informasi adanya rekaman pengakuan pelaku, kata Togar, bila benar ada rekaman tersebut, maka rekaman juga tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti yang berdiri sendiri tanpa didukung oleh alat bukti lain, seperti keterangan korban, saksi, surat, ahli dan petunjuk.

"Di mana pengakuan pelaku baru bernilai sebagai alat bukti bila diucapkan di depan sidang pengadilan (Keterangan terdakwa)," terang Togar.

Pada kesempatan tersebut, Togar Situmorang, S.H, M.H, M.A.P, sebagai pengamat publik mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga privasi anak-anak, hak asasi anak-anak.
Dan ia kembali menekankan terkait kasus Pedofilia ini agar jangan menilai dari "katanya", tetapi harus "faktanya."

Sebab menurut Togar, kasus ini bukan kasus paedofil seperti yang diberitakan di media massa lainnya.

"Kasus ini hanya dipolitisir oleh orang-orang yang tidak bertanggujg jawab," tutupnya.

Penulis: Remigius Nahal

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,7,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,9,Imlek,1,In-Depth,18,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,104,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1386,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,26,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Togar Apresiasi Polda Bali Hentikan Kasus Paedofilia: Jangan ada Dusta, Jika Fakta Lapor Polisi Bukan di Media
Togar Apresiasi Polda Bali Hentikan Kasus Paedofilia: Jangan ada Dusta, Jika Fakta Lapor Polisi Bukan di Media
https://4.bp.blogspot.com/-r5YCa2ZJh3E/XG7FQGONLEI/AAAAAAAAEpc/wcxSOHbC11cSol51OLg8lQdR_-JYMJCKgCLcBGAs/s320/FB_IMG_15507204146321052.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-r5YCa2ZJh3E/XG7FQGONLEI/AAAAAAAAEpc/wcxSOHbC11cSol51OLg8lQdR_-JYMJCKgCLcBGAs/s72-c/FB_IMG_15507204146321052.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/02/togar-apresiasi-polda-bali-hentikan-kasus-paedofilia-jangan-ada-dusta-jika-fakta-lapor-polisi-bukan-ke-media.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/02/togar-apresiasi-polda-bali-hentikan-kasus-paedofilia-jangan-ada-dusta-jika-fakta-lapor-polisi-bukan-ke-media.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy