Tingkatkan Literasi, SMPN 36 Buru Jalankan Program GLS
Cari Berita

Tingkatkan Literasi, SMPN 36 Buru Jalankan Program GLS

20 February 2019

(foto:dok. pribadi penulis)

Literasi menjadi gerakan yang terus ditumbuhkembangkan di Indoesia. Sejalan dengan komitmen untuk membangun kebiasaan membaca dan menulis maka pendidikan merupakan akses utama menuju kebiasaan literasi tersebut.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat dipandang sebagai mata pelajaran penggerak kebiasaan ini. Mata pelajaran Bahasa Indonesia mampu menggiring ke arah kebiasaan literasi dan tanpa mengesampingkan mata pelajaran lain.

Salah satu langkah nyata pemerintah dan sekolah adalah dengan diterapkannya Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Gerakan Literasi Sekolah ini dilakukan dalam bentuk kegiatan membaca buku dalam rentang waktu tertentu yang telah disepakati bersama. Pemerintah menganjurkan membaca selama 15 menit, namun dalam praktiknya bisa lebih dari waktu yang dianjurkan tersebut. 

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) tersebut juga sudah diterapkan di SMP N 36 Buru, Kecamatan Fenaleiselah, Kabupaten Buru Provinsi Maluku, dalam rangka menyukseskan program literasi nasional maupun Kabupaten yang dicanangkan pemerintah.

Kepala Sekolah ibu Halima Makatita. SP.d, mengatakan budaya literasi sekolah adalah suatu yang sangat penting dan harus diberikan pehatian khusus. “Dengan Literasi, kita akan membuka kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan persoalan pada tingkat keahlian tertentu yang di perlukan dalam kehidupan sehari - sehari baik itu di sekolah maupun di masyarakat. Untuk itulah budaya literasi sekolah merupakan bagian penting yang perlu diberikan perhatian. Meskipun sebenarnya literasi itu sendiri lebih luas dari sekarang dari membaca dan menulis. Namun aktifitas terlihat merupakan dua hal mendasar dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS)” katanya.

Pada kesempatan berbeda, Melaui pesan whatsApp, salah satu Guru Garis Depan Kabupaten Buru [GGDB] Hendrikus Gabu, SP.d, Gr menyampaikan, program baca 15 menit setiap pagi untuk meningkatkan budaya baca di SMPN 36 Buru. “ selesai apel pagi sesuai kebiasaan di sekolah, siswa maupun guru wajib membaca buku apa saja di halaman sekolah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan budaya baca di SMPN 36 Buru. Dengan membaca kita bisa mengenal dunia. Karena membaca buku merupakan suatu cara untuk membuka jendela dunia untuk mengetahui lebih dalam tentang dunia yang belum kita tahu sebelumnya” tulisnya.

Minat baca harus di tumbuhkan menjadi sebuah kebiasaan. Sebab suatu kebiasaan lama kelamaan akan menjadi budaya. Sehingga untuk mendobrak itu perlu adanya gerakan positif. Yang harus di dukung oleh semua elemen di lingkungan sekolah. Katanya apa yang ingin di pelajari murid, sama pentingnya yang diajarkan oleh guru “ sambung Hendrik.

Salah satu siswa, Herlina Tasidjawa  melalui pesan whatsAp mengatakan sangat senang dengan kehadiran guru GGD dan perogram literasi di sekolahnya. “Syukurlah ada Guru-guru garis depan yang datang ke Sekolah kami. Karena di sini kami bahagia dan senang punya program khusus setiap hari. Kami sangat senang karena adanya budaya, literasi di sekolah kami yang menjadi program unggulan kami” tulisnya.

Siswa yang sekarang duduk di bangku kelas VII ini menambahkan betapa besar cinta mereka terhadap negeri ini dan menyerahkan sepenuhnya harapan masa depan mereka kepada bapak dan ibu guru sebagai pendidik di sekolah ini.*



Oleh: Arifanus Apur