Surat Untuk Mama
Cari Berita

Surat Untuk Mama

Marjin News
2 February 2019

(foto: dok. pribadi)

Entah  kenapa  rautmu terbayang di pagi ini
Sembari melihat koleksi fotomu
Tetes demi tetes  air mata jatuh disudut mataku
Senyum simpulmu menandakan kesetianmu yang tulus dulu kepada kami

Mungkin kasih dan cinta yang sempurna, kata yang pas kusematkan padamu mama
Dua puluh  tahun engkau pergi meninggalkan kami anakmu
Waktu itu usia kami masih beliah mama

Tidak cukup bagi kami memahami itu semua
Kami hanya mendengarkan dari cerita tentang kebaikanmu
Mungkin cinta tuhan lebih kuat dibandingkan cinta kami
Sehingga engkau pergi secepat itu

Kami sudah dewasa mama
Engkau telah menularkan kesetianmu
Sehingga kesetian itu tertanam dalam diri kami
Kepada sesama bahkan pujaan hati kami

Andai mama masih hidup mungkin kuceritakan semuanya kepadamu
Kutulis surat ini teruntukmu mama di surga sana
Setiap kata yang aku goreskan dalam surat ini tetes air mata bercucuran mama
Merindukan dirimu di alam sana
Doakan selalu untuk kami
Karena kami yakin engkau lebih dekat dengan sang pencipta

Tapi kami bahagia mama ada yang memiliki cinta serupa dengan mama
Setiap peluh yang jatuh disudut pipihnya
Ada cinta yang begitu luar biasa untuk kami
Sehingga kami tumbuh menjadi manusia yang mandiri

Banyak pelajaran yang kami petik darinya mama
Tentang cinta dan kasih yang dia wariskan kepada kami
Dialah mama kami sekarang
Memiliki kesetian yang sama seperti mama
Kami janji mama kami akan berbakti kepadanya
  
Jakarta, january 2019


Oleh: Fransiskus Adryanto Pratama, Mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta