Politik dan Janji Harapan Palsu
Cari Berita

Politik dan Janji Harapan Palsu

Marjin News
13 February 2019

(Foto: dok. Pribadi)

Sering menyelimuti bangsa ini, paradigma-paradigma yang di lontarkan oleh elite-elite
hanya semacam lambang retorika yang tidak bermoral. Hal semacam ini adalah opini-opini negatif sehingga akan terpengaruh pada psikologis generasi muda.

Dalam setiap kampanye janji-janji politik telah menjadi hal lumrah baik menjelang pemilihan kepala desa, bupati, gubernur, calon legislatif hingga presiden.

Sayangnya janji-janji ini, cendrung tidak sejalan dengan apa yang mereka lakukan. Banyak fenomena-fenomena yang ditunjukan kepada publik, para pejabat publik bekerja tidak lebih dari sekedar instrumen politik dengan sengaja dikonsepkan demi kepentingan sesaat.

Seharusnya kita generasi muda bisa merefleksi, dengan tindakan-tindakan intimidasi yang selalu kita lihat, bangsa yang begitu muak dengan segala konsep politik dan kekuasaan yang pada ujungya bermuara pada satu kenyataan pahit, yakni tidak tepenuhi hak-hak rakyat.

Hal ini telah menjadi potret buram di Republik Indonesia, pemimpin di negeri ini tidak menujukan bahwa posisi mereka yang memosisikan dirinya sebagai wakil rakyat, dan yang sungguh-sungguh melayani rakyat.

Perlahan-lahan rakyat tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang tidak muda percaya kepada janji murahan yang di lontarkan oleh para politikus. Perlahan-lahan juga masyarakat sudah mampu menilai mana yang sekedar janji palsu, dan mana yang benar-benar keluar dari hati nurani politikus. Semoga saja bangsa kita ini tidak mengalami cacat atau trauman
politik yang berkepanjangan.



Oleh: Bertolomeus B. Rati, Mahasiswa ITY Yogyakarta