$type=grid$count=4$tbg=rainbow$meta=0$snip=0$rm=0

Mencintaimu dalam Diam

Gambar: Ilustrasi
CERPEN, marjinnews.com - Kau penuh dengan kharisma, walau pun dirimu tak begitu tampan bagi mereka yang tak mampu melihat apa yang ada dalam dirimu.  Kata-kata yang keluar dari mulut manismu seakan penuh dengan sesuatu hal yang membuatnya menjadi indah, suaramu bagaikan melodi lagu yang selalu membawaku ke alam mimpi terindahku.

Semua tentang dirimu, indah di mataku. Banyak pula tentang dirimu yang indah yang tak mampu kugambarkan dengan sesuatu yang terlihat. Kau hanya bisa kugambarkan abstrak dalam memori terdalamku. Kau bagaikan meteor yang tertancap kuat dalam otakku. 

Aku! 
Terjatuh padamu.
Kau adalah ciptaan Tuhan yang terindah yang pernah ada.
Tiada hari aku selalu memikirkanmu, seakan mati bila kau hilang dari pikiranku, 
walau hanya sedetik. Kau selalu hadir dari mimpi malamku. 
Hmmm!! Kau…… 
Aku gila karenamu.

Kau tahu, aku pernah bertanya pada Tuhan tentangmu. Tentang mengapa engkau memiliki kharisma yang begitu membuatku gila karenamu. Aku pernah bertanya mengapa engkau punya senyuman manis yang membuat tidur malamku terganggu. Tetapi, Tuhan tak pernah menjawab pertanyaanku. Sepertinya Tuhan menyembunyikan rahasia tentangmu juga tak menginginkan aku mengetahui lebih banyak tentangmu dan tak mengizinkan aku untuk bisa memilikimu.

Ahhh!! Tuhan tak adil.

Tetapi aku tak sepenuhnya menyalahkan Tuhan karena menyembunyikan rahasia tentangmu, aku masih bisa bersyukur karena Tuhan  telah menciptakan makhluk terindah seperti dirimu, aku bersyukur karena Tuhan telah mengirimkan dirimu untuk menjadi seseorang yang selalu membuat hatiku berbunga-bunga.
    
***
Kau!
Pertama kumelihatmu, saat engkau  datang di bukit ini. Saat itu, mentari senja sedang memberikan keindahannya pada setiap mata yang memandangnya termasuk aku yang sedang duduk menyendiri di bawah sebatang pohon yang rimbun.

Bukit ini adalah tempat favoritku bila aku jenuh dengan kegiatan perkuliahan  yang selalu membuat otakku penat ataupun kegiatan lain yang menguras tenaga dan pikiranku.

Bukan hanya aku yang menjadikan bukit ini sebagai tempat favorit, banyak orang yang setiap saat selalu datang untuk merasakan kesejukannya dan keindahan yang diberikannya. Mungkin juga salah satunya dirimu.

Dan saat itu, untuk kali pertama aku melihatmu di sini. Aku tak tahu mengapa baru kali itu aku melihatmu. Aku bertanya dalam hatiku, apakah sebelumnya engkau bersembunyi di antara ilalang yang tinggi? Ataukah aku yang tak menyadari bahwa engkau selalu datang untuk merasakan keindahan bukit ini dan menjadikan tempat ini sebagai tempat favoritmu?

Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam otakku. Saat itu engkau dengan mengenakan kaos merah dan celana jeans pendek berwarna hitam dan ditemani temanmu duduk tak jauh dari tempatku. 

Ketika engkau menoleh untuk berbicara dengannya tak sengaja mata kita bertemu. Engkau hanya tersenyum manis padaku. Sedangkan aku, jantungku berdegup kencang. Senyuman manis dan tatapanmu telah membuatku membeku dalam sejuknya senja itu, aku tak mampu berkata-kata. 
Sial! Aku mungkin jatuh cinta padamu.

Dan sepertinya aku tahu apa alasan orang-orang menamakan bukit ini sebagai bukit cinta. Mungkin karena orang yang pertama kali memberikan nama itu, pernah mengalami indahnya jatuh cinta di bukit ini, seperti diriku.

Tapi…. Ahhh! Aku tak peduli dengan sebutan bukit cinta , yang pasti aku telah jatuh cinta padanya. Jatuh cinta pada pandangan pertama.

Sejak saat itu, bayangan tentangmu tak pernah hilang dari ingatanku. Aku selalu berharap akan selalu melihatmu dan bisa selalu berada dekatmu. Bahkan aku semakin sering untuk datang mengunjungi bukit ini. Tetapi sejak di hari aku melihatmu untuk pertama kalinya, aku tak bisa lagi melihatmu. Aku tak tahu mengapa. Mungkinkah engkau telah tenggelam dalam senja di hari itu, ataukah engkau telah memilih tempat lain yang lebih indah dari bukit ini, ataukah pula kembali bersembunyi di antara ilalang yang tumbuh meninggi?

Hmmm!! Aku kecewa.
Harapanku untuk selalu melihatmu dan untuk selalu memperkenalkan diriku telah pupus.

***

Di suatu hari Minggu, ketika aku mengikuti perayaan misa di Gereja, tak sengaja aku melihat sebuah pemandangan yang mengejutkan. Aku melihatmu berdiri di altar dan berjubah  putih, engkau berdiri tepat di samping pastor yang memimpin misa.

Dan senyumanmu masih tetap tak berubah sejak aku pertama kalinya melihatmu. Jantungku berdegup kencang lagi. Aku kembali membeku di tengah heningnya perayaan suci hari itu. Tak kusangka ternyata engkau adalah pelayan Tuhan.

Pantas saat kutanya tentang engkau pada-Nya, Dia selalu diam, Dia merahasiakan tentangmu dan tak menginginkan aku mengetahui lebih banyak tentangmu. Ternyata Dia juga menginginkanmu.

Aku tak tahu apa yang akan terjadi dengan perasaanku di saat yang akan datang, setelah aku mengetahui tentangmu. Aku masih tak percaya dan mungkin aku tak akan merasa nyaman dengan perasaanku padamu. 

Yang lebih membuat tak nyaman lagi, adalah saat aku harus terus melihatmu di setiap hari Minggu, melihat senyuman manismu, mendengarkan suaramu, dan atau merasakan karisma dari setiap kata yang keluar dari mulutmu.

Yahh!! Engkau akan lama di paroki kami. 2 tahun, atau juga bisa lebih.  Itu menyakitkan. Tapi kadang juga akan menyenangkan. Menyakitkan ketika cintaku ternyata harus bertepuk sebelah tangan dan menyenangkan karena aku akan selalu bisa mendekatkan diriku denganmu walau hanya sebatas teman.

***

Hari ini! Di senja yang hampir sama ketika pertama kali melihatmu, aku kembali ke bukit ini, bukit tempatku pertama kali jatuh cinta dengan seseorang yang memiliki senyuman termanis. Aku datang bukan untuk menantimu atau mengharapkan agar engkau datang  lagi. Aku hanya datang karena ingin berbagi kisah dengan mentari senja. Kisah tentang mengapa aku jatuh cinta padamu, tentang apa yang terjadi dengan perasaanku saat aku tahu ternyata tak bisa memilikimu.

Aku ingin mereka tahu, bahwa engkau tak akan mungkin bisa kumiliki. Engkau adalah milik Tuhan. 
Dan akan sangat mustahil bagiku, bila harus merebutmu dari-Nya. Aku tak pernah menginginkan engkau berpaling dari-Nya, hanya demi diriku ataupun demi dunia.

Dan tentang perasaanku padamu, biarlah hanya aku dan Pemilikmu saja yang tahu. Tetapi yang pasti, perasaanku padamu mungkin akan sangat sulit dilupakan. Karena engkau tahu, engkau masih selalu saja hadir di setiap hariku, baik dalam nyata maupun dalam mimpiku. Andai suatu saat Dia menyerahkanmu padaku, mungkin aku akan menjadi seseorang yang paling bahagia.

***

Engkau!
Biarlah aku mengagumimu dari kejauhan,
Memperhatikanmu dalam kepasrahan,
Mencintaimu dalam kegundahan.

Cukuplah kukirimkan rinduku pada senja yang beku
Pada rembulan yang membisu
Dan  pada semilir angin yang membuat kaku.


Oleh: Mita Barung 
Penulis Muda Berasal dari Manggarai Timur. Sekarang berdomisili di Kupang.

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,3,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,646,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,51,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,102,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,350,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,345,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,560,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1365,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,50,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,235,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Mencintaimu dalam Diam
Mencintaimu dalam Diam
https://4.bp.blogspot.com/-gmYELWnwcIw/XGu3GawpN_I/AAAAAAAACTY/DTytRyGPdgsYhB7VneGgBBj8GdfZ5K21QCLcBGAs/s320/unnamed.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-gmYELWnwcIw/XGu3GawpN_I/AAAAAAAACTY/DTytRyGPdgsYhB7VneGgBBj8GdfZ5K21QCLcBGAs/s72-c/unnamed.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/02/mencintaimu-dalam-diam.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/02/mencintaimu-dalam-diam.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy