Membangun Paradigma Intelektual dalam Menyikapi Industrialisasi (2)
Cari Berita

Membangun Paradigma Intelektual dalam Menyikapi Industrialisasi (2)

15 February 2019

Foto: Dok. Pribadi
OPINI, marjinnews.com - Pembangunan ekonomi suatu bangsa merupakan pilar penting bagi terselenggaranya proses pembangunan disegala bidang. Karena jika pembangunan ekonomui suatu negara berhasil, maka bidang lain seperti bidang hukum, politik, pertanian, dan lain-lain akan sangat terbantu. Suatu masyarakat yang pembangunan ekonominya berhasil di tandai dengan tingginya pendapatan perkapita masyarakat di daerah tersebut. 

Dengan tingginya pendapatan perkapita masyarakat, maka negara dan masyarakat akan lebih leluasa dalam menjalankan berbagai aktivitas pada berbagai pidang yang lain. Sektor Industri merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam pembangunan nasional. Kontribusi sektor industri terhadap pembangunan nasional dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang cukup sighnifikan. 

Peranan sektor industri dalam pembangunan ekonomi nasional dapat di telusuri dari kontribusi
masing-masing subsektor terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional atau terhadap produk domestik bruto. Pada beberapa negara yang tergolong maju, peranan sektor industri lebih dominan di bandingkan dengan sektor pertanian. 

Sektor industri memegang peran kunci sebagai mesin pembangunan karena sektor industri memiliki keunggulan di bandingkan sektor industri lain karena nilai kapitalisasi modal yang tertanam sangat besar, kemampuan menyerap tenaga kerja yang sangat besar, juga kemampuan menciptakan nilai tambah (value added creation) dari setiap input atau bahan dasar yang di olah. Pada negara-negara berkembang, peranan sektor industri juga menunjukan kontribusi semakin tinggi. Kontribusi yang semakin tinggi menyebabkan perubahan struktur perekonomian sebuah negara yang bersangkutan secara perlahan ataupun cepat dari sektor pertanian ke sektor industri. 

Peranan sektor industri dalam pembangunan ekonomi di berbagai negara sangat penting, karena sektor industri memiliki keunggulan dalam hal akselerasi pembangunan. Keunggulan-keunggulan sektor industri tersebut di antaranya memberikan kontribusi bagi penyerapan tenaga kerja dan mampu menciptakan nilai tambah (value added) yang lebih tinggi pada berbagai komoditas yang di hasilkan.

Peran Mahasiswa dalam Menyikapi Industrialisasi
Mahasiswa sebagai agent of change dan social control di tuntut untuk menjadi jembatan dalam menghadapi era industrialisasi modern yang sedang berlangsung sampai saat ini. Mahasiswa yang memikili kapasitas intelektualnya di wajibkan mampu memecahkan berbagai permasalahan yang di sebabkan oleh pembangunan industri yang pada hari ini sedang gencar-gencarnya di lakukan. 

Belum lagi permasalahan kesenjangan sosial, urbanisasi, dan pencemaran lingkungan yang di akibatkan oleh pembangunan industri yang tidak lagi terkontrol menjadi masalah yang belum terselesaikan sampai saat ini. Sumber daya alam yang ada di indonesia, 90% telah di kuasai oleh Asing, penduduk lokal yang seharusnya dapat memanfaatkan sumber daya alam dengan sebaik-baiknya, terpaksa harus menjadi pembeli di negara sendiri. 

Mahasiswa khususnya, yang sejak lama menyandang gelar kaum intelektual pun pada kenyataanya saat ini terlena oleh sistem yang ada. Pada saat ini pemuda di hadapkan pada tantangan global dalam ranah kesekuleran sehingga lahirlah generasi muda yang apatis terhadap permasalahan umat yang merupakan efek dari sistem sekuler yang menawarkan semangat nasionalisme yang di bungkus sistem kapitalis, sehingga tanpa di sadari sumber daya alam negeri kita ini tak terasa cepat atau lambat di habiskan dan di kuasai oleh asing.

Peran mahasiswa dalam hal ini menjadi salah satu faktor penunjang dalam kemajuan dan perkembangan industri. Dalam rangka memperbaiki perekonomian indonesia yang semakin terpuruk oleh adanya krisis ekonomi di Amerika dan Uni Eropa peran pemerintah sangat di butuhkan dalam hal ini, tak lepas dari itu mahasiswa secara tidak langsung akan berhubungan dengan masalah perekonomian yang di rasa semakin terpuruk. Industri di hantam oleh komoditas impor yang merambah dan merajai pangsa pasar indonesia sontak membuat mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa ikut miris dengan keadaan ini. 

Industri lokal menjadi salah satu input yang harus di pertahankan, sehingga jadi diri akan bangsa ini akan tetap nampak sebagaimana seharusnya. Mahasiswa menjadi salah satu kunci supaya industri lokal tetap lestari untuk menyelamatkan banyaknya pengangguran di Indonesia. Para mahasiswa akan menjadi sorotan publik tentang bagaimana sektor industri tetap berjalan ke depan dengan lebih maju tentunya. Dengan selalu mendukung industri lokal yang mungkin hanya di produksi dari industri rumah tangga dan industri kecil, yang sebagian besar berada di pinggiran kota dan bersifat musiman. 

Yang nantinya kita semua sebagai mahasiswa akan menjadi penguasa atau pemimpin di negeri kita, bukan menjadi buruh di negeri kita sendiri. Mahasiswa di haruskan memperbaiki sektor industri yang sudah terlanjur melemah ini. Itulah yang menjadi tugas masing-masing di antara kita. Melakukan apa yang seharusnya menjadi tugas dan kewajiban seorang generasi penerus bangsa ini.

Oleh: Afrizky Fajar Purnawan 
PK IMM Al Qossam UMSurabaya

Referensi:
1. 2008. “Paradigma dan Revolusi Ilmu dalam Antropologi Budaya: Sketsa Beberapa Episode”, Pidato Pengukuhan Guru Besar. Yogyakarta: FIB-UGM.
2. Ahimsa-Putra, Heddy Shri. 2007. “Paradigma Episemologi dan Metode Ilmu Sosial Budaya: Sebuah Pemetaan” Makalah. Yogyakarta: CRCS-UGM, 2007.
3. Sumarwoto, Otto. 2009, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Yogyakarta. Gadjah Mada University.
4. Sukandarrumidi. 1999. Bahan Galian Industri, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
5. Kuntowijaya, 1991. Paradigma Islam : Interpretasi untuk Aksi. Bandung : Mizan
6. De Graaf, H.J. dan Pigeaud, 1984, Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa. Jakarta : Graffiti Press
7. Chenery, H.B. (1992). “Industrialisasi dan Pertumbuhan Ekonomi : Pandangan Alternatif atas Asia Timur”, dalam Helen Hughes (ed), Keberhasilan Industrialisasi di Asia Timur, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.