Gubuk Karya, Persembahan dari Orang yang Istimewa di Kota Yogyakarta
Cari Berita

Gubuk Karya, Persembahan dari Orang yang Istimewa di Kota Yogyakarta

7 February 2019

Foto: Dok. Pribadi
KATA MEREKA, marjinnews.com - Bila datang suatu kesempatan jadilah itu sebagai bulir kasih yang tidak perlu kau sia-siakan. Kesempatan indah tidak pernah datang untuk kedua kalinya, kecuali jika  engkau berusaha untuk menunda lalu bangkit untuk meraih kembali. Namun, cerita indah akan kesempatan kemarin tidak mungkin  persis mirip dengan cerita indah yang engkau raih hari ini. 

Barangkali, pengantar diatas terlalu ambisius jika saya tulis apalagi ketika saya mencoba membacanya kembali. Heheheh.

MARJINNEWS.COM adalah ruang yang membangkitkan semangat optimisme untuk berangan, menggapai walaupun jatuh adalah pengalaman yang tak bisa dipungkiri. Dia itu ibarat sebuah rumah yang membelajarkan, menjadi ibu yang mengandung dan siap melahirkan anak-anak muda yang siap bersuara pada keadaan dimana mereka dibungkam.  

Dua tahun merupakan perjalanan yang cukup panjang, penuh perjuangan dan tahan banting apalagi ketika berbenturan dengan ciri kodrati generasi yang sedang mencari jati diri. Anak muda adalah cerminan gerbang mimpi yang terbentang luas, tanpa ada ikatan ketika asa, angan, dan mimpi adalah candu yang tak berhenti berputar ketika kopi  kembali diseduh dan senja menyapa langit.

MARJINNEWS.COM hadir dengan menyediakan ruang anak muda untuk berkarya, belajar untuk sejenak berpikir di luar darinya sendiri dan mencoba melihat keluar pada sekitar yang butuh perhatian. Penggerak dalam ruang- ruang yang kami sebut rumah ini adalah kaum muda yang melihat dunia dari sudut yang berbeda, berani berorasi dan memberi informasi yang membuka ruang inspirasi baru bagi pembaca yang melihat dunia dengan pandangan yang sama, tanpa mencoba mengktitisi tanpa alasan mendasar.

Apa yang kalian lihat hari ini diibaratkan seperti sebuah rumah yang dibangun secara perlahan, dengan tenaga kerja handal yang ahli dalam bidangnya masing- masing tanpa polesan keahlian yang perlu dibayar, semua berasal dari rumah yang sama. Rumah ini wadah untuk belajar, belajar mulai awal, hingga mencoba belajar dari kesalahan yang mungkin terjadi di masa lalu.

Di usianya yang memasuki tahun kedua, potretnya sekarang adalah gambaran kekuatan yang tak mudah goyah, meski banyak kamu-kaum  kritikus yang mencoba bersuara untuk menjatuhkan, mencari kesalahan yang sebenarnya tidak ada tetapi seolah-olah menjadi ada. Dua tahun usianya adalah gambaran kehidupan yang terus tumbuh meneriaki suara kaum muda. Usia dua tahun MARJINNEWS.COM adalah perjalanan tentang jatuh yang begitu menyakitkan dan bangkit dengan gelora semangat yang membara. 

Dalam semangat yang membara, tergantung sejuta mimpi akan hari esok. Mereka tidak hanya berpikir tentang bagaimana aku, kamu dan kita mesti bercerita tetapi mereka lebih mendarat jauh bagaimana dan mengapa kita mesti berpikir. Kapan dan bagaimana mereka harus sanggup menjawab sebuah Tanya yang oleh waktu terkekang. 

Goenawan M. dalam buku yang berjudul puisi dan antipuisi berkata demikian “sebab saya tidak mengerti apa yang tuntas ditulis zaman ini. Ungkapan klise tidak berarti keliru sejak separuh kedua abad yang lalu bahwa hidup kita telah dirundung bukan  saja oleh perubahan, tetapi kejutan-kejutan  tentang masa depan. Banyak hal yang menjadi usang dan ditinggalkan zaman  dalam tempo yang kian lekas, seakan-seakan masa depan memergoki kita tiap dua hari sekali dan pelbagai bidang yang kita ketahui semakin berserpih-serpih. Sementara itu, harapan untuk sebuah sintesis, untuk kembali kepada satu totalitas hanya mengantang asap”

Usia dua tahun MARJINNEWS.COM adalah usia yang relatif muda, namun tidak muda jika kita berani menelisik lebih ke dalam tentang perjuangan-perjuangan orang-orang rumah. Ibarat pernyataan  Goenawan  bahwa, aka ada banyak kejutan-kejutan tentang masa depan dan banyak hal yang ditinggalkan zaman dalam tempo yang kian lekas, orang rumah seakan perlahan menjawab ramalan Goenawan tersebut. Sejatinya, masa depan adalah masa yang tidak bisa kita ketahui akan menjadi dan seperti apa tetapi masa depan adalah masa yang mesti kita ramal akan mau menjadi seperti apa melalui perjuanga-perjuangan kita hari ini..

Melangkah perlahan dengan tidak terpengaruh dengan beberapa pejuang yang sudah terlampau jauh hampir mencapai puncak, karena perjuangan bukanlah tentang balapan yang mesti mencari alur cepat menuju finish melainkan sebuah kompetisi akal dengan mengutamakan kualitas dan kuantitas menjadi poin utama.

Kembali menyelisik kaum-kaum muda yang menghuni rumah, barangkalitidaklah lebih hebat dari orang-orang pesohor dunia seperti  Oh Su Hyang yang sangat terkenal dengan buku berjudul “Berbicara itu Ada Seninya”. Orang-oarang muda penghuni rumah hanyalah orang muda yang mempunyai semnagat juang dan mimpi besar untuk negeri. Ada banyak suara yang tertinggal jauh di pojok sana, seolah menjadi sampah tak terpungut lalu dibiarkan begitu saja. Negeripun semakin kotor. Apa perlu kita perlu menyalahkan mereka?

Bagi orang-orang muda penghuni rumah, suara-suara demikianlah yang mesti kita pungut. Satu suara orang kecil akan berpengarih besar bagi negeri. Kadang, lirih suara dari pojok menjadi inspirasi kita kaum-kaum penghuni jejak kota. Bahkan, ada satu dari kesekian suara mereka jarang terdengar oleh-oleh kaum moderat negeri ini.

Demikianlah juga kita, datang dari dari latar belakang yang berbeda bahkan tidak ada mimpi untuk bisa bertemu dalam satu sisi juang yang sama. Menggores kertas putih bak budak aksara bukan menjadi soal. Bahkan, dalam setiap detik,menit yang membentuk waktu kita selalu mempunyai mimpi yang perlahan akan terwujud. 

Berani menjadi anak muda yang menggrebek kenyataan, menguasai zona sulit melalui aksi-aksi fenomenal adalah keistimewaanya. Namun, dibalik kenyataan itu, kita tidak pernah termakan ambisi bahwa saya dan kamu lebih hebat di antara kita. Kekeluargaan dan kerendahan hati menjadi ikatan kasih yang menyatukan kita. Jarang bertatap muka bahkan ada di antara kita yang belum bertatap muka, bukanlah menjadi soal sebagai sebuah persoalan. 

Kita datang dan ada untuk bersama. Kita datang dan berjuang bersama. Dan pada sebuah sisi kita dipertemukan dalam kemajuan teknologi. Kami selalu bertemu dan bertatap dalam sebuah akun sebagai kado indah dari IPTEK.

Dua tahun adalah gerbang baru menuju perjalanan yang penuh dengan kejutan dengan tantangan yang luar biasa yang siap menghadang. Usia dua tahun adalah perjalananan yang membutuhkan semangat, keberanian, tekad dan mimpi untuk selalu bersuara, tentang sekitar yang menjadi persoalan. 

Akhir refleksi ini, kami mengharapkan adanya cinta yang terus menggelora, yang selalu menguatkan antar dengan yang lain, yang selalu mencoba membenah diri pada tindakan yang kerap kali memicu perdebatan. Biarkan ruang- ruang ini terus bersuara pada satu jalur, pada rumah yang sama, pada suara yang ada  pada satu atap yaitu suara anak muda, sehingga MARJINNEWS.COM adalah aset masa depan media online yang terpercaya dan mampu membuka ruag  kritis pembaca dengan keadaan yang terjadi. 

Kita yang kemarin adalah kita yang hari ini, kita yang hari ini adalah kita yang esok dan besok. Selamat ulang tahun gubuk kecil. Teruslah menggelora, membakar ambisi diri, mematahkan keegoisan zaman dan lekaslah berkarya.

Jika membaca itu melawan, maka menulislah untuk perubahan!
Salam hangat dari yang istimewa di Kota Yogyakarta

Oleh: Edid Theresa dan Angela Seriang
Kontributor Wilayah Yogyakarta