Robert Marut Meresmikan Biogas di Paroki St.Longginus Wolowio Ngada
Cari Berita

Robert Marut Meresmikan Biogas di Paroki St.Longginus Wolowio Ngada

MARJIN NEWS
4 January 2019

Foto: Istimewa
BAJAWA, marjinnews.com - Kebutuhan masyarakat akan bahan bakar (BBM) atau jenis Gas (LPG) dapat diganti oleh energi alternative lain seperti biogas yang dihasilkan dari kotoran ternak. 

Potensi energi biogas itu, berkaiatan dengan jumlah populasi ternak itu sendiri serta dengan pola pemeliharaanya.

Hal itu disampaikan oleh  Marsekal Muda (Purn) Robert Soter Marut (RSM) didampingi sang istri Emy Soe, ketika meresmikan Biogas di Pastoran Paroki St.Longginus Wolowio, kabupaten Ngada, Jumat (28/12/2018).

Dihadapan umat dan Pastor Paroki Wolowio, Pastor Kletus Jo, jenderal bintang dua TNI AU itu menjelaskan tentang keuntungan penggunaan energi biogas.

Menurut dia, biogas itu tidak menimbulkan asap (emisi dari pembakaran) baik untuk kesehatan, Lingkungan peternakan menjadi lebih bersih, pengambilan kayu bakar di hutan menjadi berkurang dan ketersediaan pupuk organik jenis padat dan cair sebagai produk tandingan pupuk kimia.

Rober Marut memaparkan, penggunaan biogas ini sangat baik untuk masyarakat NTT yang rata-rata sebagai peternak,  baik ternak sapi, babi, kerbau,  kuda, kambing dan lainnya.

Namun menurut dia,  cara pengelolaan ternaknya belum optimal, karena orang NTT masih memelihara ternak secara terpisah dan jumlahnya sedikit, ungkapnya. 

Dia menjelaskan untuk ke depannya warga yang beternak sapi dan lainnya harus dikandangan pada satu tempat. Misalnya dalam satu kampung ada tujuh peternak dengan jarak rumah yang saling berjauhan, maka untuk bisa membuat biogas.
"Tujuh orang ini harus sepakat mengkadangkan ternaknya pada satu tempat,  sehingga proses pemeliharaannya mudan di kontrol dan kotorannya bisa dimanfaatkan untuk biogas dan pupuk organik," katanya.

Pastor Paroki Wolowio, Pastor Kletus Jo SVD dalam kesempatan tersebut mengapresiasi program kerja nyata Robert Soter Marut.

Menurut dia, kehadiran biogas sangat membantu masyarakat yang memiliki ternak.

"Selain menguntungkan masyarakat, biogas juga ramah lingkungan dan tidak membawahayakan kesehatan," ujarnya.

Pastor Kletus berharap agar masyarakat proaktif untuk menerima program biogas karena sangat menguntungkan masgarakat itu sendiri. (*)

Editor: Remi Nahal