Potret Pendidikan di Manggarai Timur, Ketika Ruang Kelas Tak Lebih Bagus dari Kandang Ternak

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Potret Pendidikan di Manggarai Timur, Ketika Ruang Kelas Tak Lebih Bagus dari Kandang Ternak

11 January 2019

Para siswa melakukan kegiatan belajar mengajar di ruangan kelas tidak beratap dan berdinding dari ayaman bambu. (Foto: Istimewa)

BORONG, marjinnews. com - Setelah diterpa angin kencang, pada Selasa 16/10/2017) silam, atap tiga ruangan kelas di SDN Nengkal, Desa Gurung Turi, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) hingga saat ini masih memperihainkan.

Kondisi sekolah ini jauh dari kata layak disebut sebagai ruang pendidikan.

Atap ruangan kelas yang dirusaki angin tersebut adalah ruangan siswa kelas dua, tiga dan empat.

Akibatnya, guru bersama siswa terpaksa melakukan kegiatan pembelajaran di gedung tanpa atap.
Meski kerusakkan tiga atap ruangan kelas di SD Nengkal ini sudah dilaporkan kepada Pemkab Matim, namun hingga sekarang belum ada tanggapan dari pihak Pemkab Manggarai Timur.

"Selama ini kami pihak sekolah sudah berusaha untuk meminta pembangunan ruang kelas baru tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari pihak Pemerintah Daerah Matim," kata Jones Marley seorang guru yang mengajar di sekolah tersebut kepada MARJINNEWS. COM,  Kamis (10/1).

Menurut dia, pada Rabu 9/1 kemarin, juga telah terjadi bencana serupa yang menerpa satu ruang kelas.

"Kemarin ada lagi bencana,  satu ruang kelas diterpa angin. Itu juga sudah buat laporan ke dinas P dan K Matim dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Kami hanya bisa menonton dan menunggu keputusan yang belum jelas," terangnnya.

Untuk diketahui, ruangan yang diterpa angin adalah ruangn kelas yang aktif dipakai oleh para siswa. 

Ruang kelas ini juga dibangun secara swadaya oleh orang tua murid yang berada di kampung Nengkal.

Penulis: Remigius Nahal