Penemuan Mayat Laki-laki Gegerkan Warga Carep Ruteng
Cari Berita

Penemuan Mayat Laki-laki Gegerkan Warga Carep Ruteng

MARJIN NEWS
16 January 2019

Foto: Humas Polres Manggarai

RUTENG, marjinnews.com – Penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki menggegerkan warga di Kelurahan Carep, Langke Rembong, Manggarai, Flores, NTT pada Rabu  (16/1 2019).

Dari keterangan yang disampaikan Humas Polres Manggarai, IPDA Daniel Djihu menjelaskan, jenasah tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga atas nama Theresia Wan (27).

Theresia saat itu hendak memberikan makanan ternak babi yang lokasi kandangnya berada tidak jauh dari TKP ditemukannya mayat korban yaitu di Kebun kopi milik Mikael Jelatu warga kampung Mando, Kelurahan Compang Carep, Kecamatan Langke Rembong,

Diketahui mayat laki-laki tersebut bernama Marselinus Jehuru (63 tahun) warga Laci, Kelurahan Carep.

Anak kandung korban Filipus Ciku Liwu dan Flafianus Urung Liwu menjelaskan, korban pertama kali keluar dari rumahnya di Kampung Laci pada hari Selasa (15 Januari 2019) dan diantar oleh saudaranya Flafianus Urung Liwu ke kampung Mando dengan menggunakan sepeda motor.

“Setibanya di Kampung Mando, korban meminta kepada saudara Flafianus Urung Liwu untuk menurunkannya di pertigaan menuju terminal lama jurusan timur kota Ruteng dan mengatakan kepada saudara Flafianus Urung Liwu untuk tidak usah kembali menjemput dirinya,” jelas IPDA Daniel.

Pihak keluarga mulai merasa kuatir karena sampai pada hari Rabu (16/01/2019) korban belum kembali ke rumah sehingga saudara memutuskan untuk mencari keberadaan korban di Kampung Mando.

“Beberapa saat setelah berada di Kampung Mando, ia dikejutkan oleh warga sekitar dengan kabar penemuan sesosok mayat laki – laki yang diketahui adalah ayah kandungnya,” jelasnya.

Kondisi korban sebelum meninggal dunia, kata IPDA Daniel berdasarkan keterangan dari anak korban, korban terlihat baik – baik saja dan tidak menunjukan perubahan perilaku.

“Namun korban memiliki riwayat sakit asam urat dan tekanan darah tinggi dan pada bulan Desember 2018 sempat dirawat di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng selama kurang Iebih 2 Minggu,” tandasnya.

Sekitar pukul 08.40 wita, lanjut Daniel, KBO Satuan Reskrim IPDA Antonius Ndapa bersama Unit Identiflkasi dan piket fungsi mendatangi TKP dan melakukan olah TKP serta mengevakuasi mayat korban ke RSUD dr. Ben Mboi Ruteng.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, diduga kematian korban bukan karena tindakan kekerasan namun perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban,” jelasnya.

Didalam kantong jaket yang dikenakan korban, kata Daniel, ditemukan obat darah tinggi jenis Captopril dan obat Maag jenis Antasida Doen.

“Pihak sudah keluarga menerima kematian korban sebagai sebuah musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi jenazah korban,” tutup Daniel. (POL/MN/RN/FE)

INFO GRAFIS