Mengagumimu Dalam Diamku, Kumpulan Puisi Emon Pampur
Cari Berita

Mengagumimu Dalam Diamku, Kumpulan Puisi Emon Pampur

MARJIN NEWS
14 January 2019

Foto: Dok. Pribadi

Mengagumimu dalam Diamku

Terlintas bayangan di ingatanku
Bayangan yang tak ingin pergi dari pikiranku
Lewat secarik kertas yang mungkin tak berarti bagimu
Kan kupuisikan namamu

Andai engkau tahu
Tanpa mendekatimu
Dalam diamku
Aku mengagumimu

Andai engkau tahu
Aku terpukau dengan pesonamu
Aku terpesona akan senyummu
Senyuman tulus yang keluar dari bibirmu

Ku lihat betap indahnya senyumu
Senyuman yang kian membekas di ingatanku
Dan kudengar berisik lembut dari bibirmu
Seakan menyapaku

Namun bagiku
Mungkin ini hanyalah angan semu
Karena tak mungkin bagiku
Menciptakan keberanian untuk ungkapkan semua ini kepadamu

Andai hati mudah aku utarakan padamu
Pasti akan kulukis indah rasa cinta ini bersamamu
Dan pasti akan aku rangkai rasaku
Seperti bait-bait puisi cintaku

HBD To You

Hey kamu, iya kamu

Hari ini kamu berulang tahun

Semoga segala kebaikan

Selalu menghampirimu

Kupuisikan namamu

Di hari ulang Tahunmu

Kudoakan yang terbaik untukmu

Di hari jadimu

Hari ini

Adalah hari jadimu

Hari yang kamu nanti-nanti

Hari kelahiranmu

Tak ada kata yang aku ucapkan untukmu

Selain kata selamat ulang tahun untukmu

Untuk mengenang hari jadimu

Hanya puisi yang dapat kuberikan untukmu

Aku hanya ingin menulis kata-kata singkat ini

Dan mugkin ini tak berarti

Kata singkat ucapan ulang tahun buat kamu

Seiring doaku buat kamu

Doaku untukmu

Semoga dimudahkan segala urusanmu

Dilancarkan rezekimu

Dan dipanjangkan umurmu

Semoga kamu disayangi pacarmu

Keluargamu

Sahabat-sahabatmu

Dan semua orang di sekitarmu

Hanya ini yang dapat aku sampaikan

Selamat ulang tahun

Untukmu sahabat terbaikku

Sahabat terhebatku

Sajak cinta

Bersama angin malam

Kuingin menyampaikan salam

Dari sebait puisi yang aku ungkapkan lewat lagu

Sebuah sajak cinta untukmu

Bait demi bait aku rangkai kata-kata

Dan itu tentang dirimu saja

Sajak demi sajak aku rangkai

Dan itu tentang dirimu sang bidadari

Lewat bait-bait puisi

Kurangkai sebuah kata cinta

Yang tak bisa kungkapkan lewat kata-kata

Tentang dirimu bidadari

Tapi sayang mungkin itu hanyalah sebuah fatamorgana

Yang tak mungkin menjadi nyata

Ataukah itu hanyalah mimpi semata

Yang nggak ada dalam kehidupan nyata

Wahai bidadariku

Bolehkah aku bertanya pada dirimu?

Kau anggap apakah diriku

Diriku yang selalu menemanimu di setiap waktu

Adakah harapan tuk kita menjadi sepasang kekasih?

Yang selalu bersama seperti sepasang merpati

Atau itu hanya mimpi

Yang hanya membuat hatiku resah?


Karya: Emon Pampur
Penulis adalah Mahasiswa IKIP PGRI Bali Jurusan SENDRATASIK.