Mahasiswa dan Masyarakat Protes Proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi Daratei Mataloko

Foto: Istimewa

JAKARTA, marjinnews.com - Indonesia akan menjadi negara penghasil Energi Panas Bumi terbesar di dunia, yang dapat mengalahkan Amerika Serikat (AS), Filipina dan New Z55ealand pada 2021, dengan kapasitas listrik panas bumi mencapai 3.559,5 MW.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), saat ini pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia untuk keperluan pembangkitan listrik baru 1.698,5 MW atau sekitar 10 persen dari cadangan panas bumi sebesar 17.506 MW dan sumber daya sebesar 11.073 MW yang tersebar di 331 titik di wilayah Indonesia.

Sejauh ini, Pemerintah terus memberikan kemudahan para investor panas bumi melalui pemberian insentif fiskal dan non fiskal.

Tak cukup disitu, Pemerintah telah menerbitkan regulasi khusus mengenai panas bumi yaitu UU No. 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi, Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2017 tentang Panas Bumi Untuk Pemanfaatan Tidak Langsung serta peraturan-peraturan teknis lainnya. Serta Keputusan Kementrian ESDM RI Nomor: 2268 K/30/MEM/2017 Tentang Penetapan Kepulaun Flores sebagai Pulau Panas Bumi.

Energi panas bumi merupakan energi panas yang terdapat dan terbentuk di dalamkerak bumi. Temperatur di bawah kerak bumi bertambah seiring bertambahnya kedalaman. Suhu di pusat bumi diperkirakan mencapai 5400 °C.

Menurut Pasal 1 UU No. 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalamsuatu sistemPanas Bumi dan untuk pemanfaatannya diperlukan proses penambangan.

Salah satu wilayah dengan potensi energi panas bumi adalah wilayah kerja panas bumi (WKP) yang terletak di Daratei Mataloko, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Sejak pengeboran sumur pertama pada tanggal 26 Maret 1998 sesuai Memorandumof Understanding (MoU) antara pemerintah Indonesia yang diwakili Dirjen Geologi dan Sumber Daya Mineral dengan pemerintah Jepang yang diwakili oleh Geological Survey of Japan (GSJ) dan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang dalam bidang Researce Cooperation Project on the Exploration of Small Scale Geothermal Resources in the Eastern Part of Indonesia dalam waktu lima tahun. Kemudian dalam MoU pada article IV hal. 3 disebutkan bahwa Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai Cooperation Partner untuk pelaksanaan proyek tersebut.

PLTP Daratei Mataloko dibangun untuk mencukupi kebutuhan listrik bagi masyarakat NTT, khususnya daratan kepulauan Flores demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, pengeboran sumur ke dua pada Tahun 2000 bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kab. Ngada, untuk menyerap tenaga kerja, untuk meningkatkan produktivitas pertanian, mendatangkan industri baru sehingga daya listrik yang tersisa tidak terbuang, khususnya wilayah Mataloko listrik menyala selama 24 jam, daerah Mataloko dijadikan sebagai obyek wisata.

Mirisnya, sejak pengeboran sumur pertama pada tahun 1998 dan pengeboran sumur kedua pada tahun 2000 tidak termanfaatkan.

Pada 16 Juli 2004, perjanjian kerja sama (Memorandumof Understanding) atau MoU antara Direktorat Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral, Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, Pemerintah Kab. Ngada, Prov. NTT dan PT. PLN (Persero) Tentang Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Mataloko di Kab. Ngada, Prov. NTT yang hari ini mangkrak alias tidak termanfaatkan.

Dalam press release, yang diterima media ini, Aliansi Mahasiswa NTT Jakarta dan Forum Masyarakat Peduli Dampak Lingkungan Proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi Daratei Mataloko mengtakan hingga hari ini, proyek pembangunan PLTP Daratei Mataloko masih menuai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Panas Bumi (PLTP) Daratei Mataloko, masyarakat mengalami kerugian baik secara materil maupun moril.

Adapun kerugian materilnya menurut mereka antara lain, pertama, kerusakan bangunan warga masyarakat, khususnya atap rumah di sekitar lokasi PLTP pada radius 0-2 Km berjumlam1.579 unit di 11 (sebelas) desa dan kelurahan, yakni;
1. Desa Uiubelu
2. Desa Ratogesa
3. Desa Waeia
4. Kelurahan Mataloko
5. Desa Dada Wea
6. Desa Rada Bata
7. Desa Were
8. Desa Malanuza.
9. Desa Ekoroka
10. Kelurahan Todabelu
11. Desa Radamasa.

Kedua, berubahnya kondisi lingkungan yang menimbulkan kecemasan masyarakat terkait kondisi kesehatan seperti penyakit Ispa, gangguan Pernafasan dan penyakit Kulit.

Ketiga, menurunnya produktivitas pertanian yang menjadi sumber mata pencarian warga masyarakat seperti Kopi, Kemiri, Kakao, Cengkeh, Alpukat, Jagung, Fanili dan sayur-sayuran disebabkan karena Gas H2S.

Keempat, menyebabkan hilangnya lahan Persawahan dan Ladang masyarakat akibat letupan lumpur panas dan Gas H2S dari proyek PLTP Daratei Mataloko.

Berdasarkan surat rekomendasi Komisi Hak Asasi Manusia RI (Komnas HAM) pada tanggal 03 September 2015 yang ditujukan kepada Menteri Koordionator Kemaritiman dan Sumber Daya RI serta K ementerian E SDM RI Nomor: 3.298/K/PMT/IX /2015 terkait Penanganan Pengaduan Dampak PLTP Daratei Mataloko. 

Surat kedua pada tanggal 16 Mei 2016 yang ditujukan kepada K ementerian ESDM RI Nomor: 0.542/K/PMT/V /2016 terkait penanganan Pengaduan Dampak Negatif PLTP Daratei Mataloko. Lembaga Komnas HAM menetapkan bahwa, dampak Lingkungan proyek PLTP Daratei di Desa Ulubelu, Kec. Golewa, Kab. Ngada, Prov. NTT, merupakan pelanggaran HAM sesuai kunjungan kerja pada tanggal 29-30 April 2015. Suratrekomendasi pada tanggal 3 September 2015.

Atas dasar itu, Aliansi Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (AM-NTT) Jakarta dan Forum Masyarakat Peduli Dampak Lingkungan Proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi Daratei Mataloko merumuskan tuntutan yang dinamakan Trituma (Tiga Tuntutan Mahasiswa dan Masyarakat Ngada) yaitu;

1. Mendesak K ementrian E SDM, segera membentuk Tim Investigasi untuk mengevaluasi proyek pembangunan PLTP Daratei Mataloko.

2. Mendesak K ementrian ESDM untuk segera mencabut Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor: 4824 K/30/MEM/2015 Tentang Penugasan Kepada PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk melakukan Kegiatan Usaha Panas Bumi di Daerah Mataloko, K ab. Ngada, Prov. Nusa Tenggara Timur (NTT).

3. Menolak adanya Rencana dan Kegiatan (RUK) Pembangunan Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Mataloko FTP-2 (20MW) di Desa Ulubelu, Kelurahan Todobelu, Desa Tiwotoda, Kec. Golewa dan Desa Radamasa, Kec. Golewa Selatan, K ab. Ngada, Provinsi NTT . Rabu, 6 J uni 2018.

Ketua Aliansi Mahasiswa NTT Jakarta : Willibrodus C. Bhira
Ketua FPDL Daratei Mataloko: Maria Kristina Bupu

Korlap: Osmas Mus Guntur

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,7,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,9,Imlek,1,In-Depth,17,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,102,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1385,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,21,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Mahasiswa dan Masyarakat Protes Proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi Daratei Mataloko
Mahasiswa dan Masyarakat Protes Proyek Pembangkit Listrik Panas Bumi Daratei Mataloko
https://1.bp.blogspot.com/-Qb-VnPNmZrI/XD4S-7j4bzI/AAAAAAAAEZM/tOukRmZIfY83wcqzkg53obysOw-clOYSwCLcBGAs/s320/IMG-20190114-WA0038.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Qb-VnPNmZrI/XD4S-7j4bzI/AAAAAAAAEZM/tOukRmZIfY83wcqzkg53obysOw-clOYSwCLcBGAs/s72-c/IMG-20190114-WA0038.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2019/01/mahasiswa-dan-masyarakat-protes-proyek-pembangkit-listrik-panas-bumi-daratei-mataloko.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2019/01/mahasiswa-dan-masyarakat-protes-proyek-pembangkit-listrik-panas-bumi-daratei-mataloko.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy