Kasus DBD Ditetapkan Status Darurat, Pemda Manggarai Barat Siapkan Dana 2 Milliar
Cari Berita

Kasus DBD Ditetapkan Status Darurat, Pemda Manggarai Barat Siapkan Dana 2 Milliar

MARJIN NEWS
17 January 2019

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla, saat melihat kondisi pasien DBD di RSUD Komodo. (Foto: Humas Mabar)

LABUAN BAJO, marjinnews.com - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur akhirnya menetapakan status darurat terhadap demam berdarah yang melanda warga di kota pariwisata tersebut.

Penetapan status darurat ini berdasarkan Keputusan Bupati Manggarai Barat , Agustinus Ch Dulla Nomor: 270/KEP/HK/2018.
Tidak tanggung-tanggung, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang melanda wilayah di ujung barat Pulau Flores itu dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB)

Atas kondisi itu, Pemda Mabar bersama DPRD sepakat menyiapkan dana penanganan DBD sebesar Rp 2 Miliar pada APBD 2019.
Dilansir VoxNtt, Ketua DPRD Mabar, Blasius Jeramun mengatakan, keputusan penggunaan anggaran Rp 2 Miliar ini sejak tanggal 8 Januari 2019. Sumbernya dari dana tak terduga APBD.

“Dana ini harus segera dikeluarkan, karena kita melihat KLB DBD yang terjadi sekarang harus segera ditangani,” kata Blasius, Selasa (15/1/2019) kemarin.

Blasius tidak ingin penanganan KLB DBD terhalang karena ketiadaan dana. Itu terutama untuk membeli obat atau kebutuhan lainnya.

“Kita tidak boleh main-main dengan kejadian ini, kita harus cepat tanggap dan tidak boleh terhalang karena masalah dana,” tegasnya.

INFO GRAFIS
Blasius berharap dengan anggaran sebesar ini, cerita KLB DBD hanya ada di bulan Januari.

“Kita tidak ingin kejadian ini berlanjut ke bulan berikutnya, cerita DBD cukup di bulan Januari ini saja,” tegasnya.

Untuk diketahui, sejak 1 Januari hingga 14 Januari 2019, pasien DBD yang dirawat di RSUD Pratama Komodo Mabar tercatat sudah sebanyak 130 orang. (VN/RN/SJ/MN)