Ini Alasan Rektor Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret Mengundang Ahok
Cari Berita

Ini Alasan Rektor Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret Mengundang Ahok

MARJIN NEWS
17 January 2019

Foto: Dok. Istimewa

MAUMERE, marjinnews.com - Mantan Gubernur DKI  Jakarta  Basuki Tjahdja Purnama alias Ahok, dikabarkan akan mengunjungi Seminari Tinggi Ritapiret, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Hal itu terungkap berdasarkan surat balasan Ahok kepada Pastor Philip Ola Daen selaku Praeses/Rektor Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret.

Niat Ahok untuk berkunjung ke Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret, Maumere, NTT mendapat respon positif dari khalayak.

Itu terbukti dari luapan harapan publik di berbagai media sosial di NTT untuk bertemu mantan Gubernur DKI ini.

Seperti dilansir VoxNtt, Rabu, 16 Januari 2019, Pastor Philip Ola Daen selaku Praeses/Rektor Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret menyampaikan, surat Ahok tersebut merupakan jawaban atas surat yang dikirim sebelumnya.

Dalam surat sebelumnya itu, Pastor Philip meminta kesedian Ahok untuk menjadi keynote speaker dalam seminar terbuka di Seminari Tinggi Ritapiret.

Niat Pastor Philip mengundang Ahok ternyata punya tiga alasan. Tiga alasan itu juga dinilai sebagai keutamaan Ahok dalam menjalani perannya sebagai pemimpin publik sekaligus politisi.

Pertama, Ahok dinilai sebagai sosok pemimpin publik dan politisi yang inspiratif. Ia (Baca: Ahok) telah menunjukan ide yang brilian dan kinerja yang bersih, dengan fokus orientasi pada bonnum publicum dan bukan bonnum privatum.
Selain itu, Ahok lebih banyak berbuat dari pada berbicara, do more then speak, sehingga ia sudah mempertontonkan kerja keras, kerja cepat, kerja cerdas, kerja jujur, dan kerja tuntas. Karena itu, tidak ada kesenjangan antara kata dan perbuatan. Ia adalah satu sosok berintegritas.

Kedua, Ahok adalah sosok Kristen sejati yang berani menunjukan jati dirinya sebagai orang Kristen di ruang publik dan politik. Sebagai orang Kristen yang minoritas, Ahok tidak menyembunyikan agamanya.

Ia justru mempraktekan ajaran alkitabiah dalam kepemimpinan public dan politik sehingga mati baginya adalah keberuntungan.

Ketiga, Ahok adalah salah satu sosok yang hidup dari Sabda. Ahok dalam kesehariannya selalu punya waktu untuk membaca kitab suci.

“Tiada hari tanpa membaca kitab suci. Hidupnya dibangun di atas dasar kitab suci dan program kerjanya diinspirasi oleh kitab suci” demikian kata Pastor Philip.
Dari dan dalam kitab suci, Ahok menemukan jawaban atas pertanyaan, solusi atas persoalan, keberanian atas tantangan, dan kekuatan atas penganiayaan.

Sementara terkait kedatangan Ahok, Pastor Philip belum memastikan waktunya. Pihak Seminari Tinggi Ritapiret menyerahkan sepenuhnya kepada Ahok.

“Ahok sendiri belum menentukan satu kepastian waktu, tetapi ia akan datang ke Ritapiret kalau ada agenda kerja ke NTT,” terang Pastor Philip.
Meski demikian, Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret akan terus berkorespondensi dengan Ahok untuk memastikan kedatangannya.(VN/MN/RN/SJ)