Gubernur NTT: Humas di NTT Otaknya Pas-pas dan Tidak Bergaul

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Gubernur NTT: Humas di NTT Otaknya Pas-pas dan Tidak Bergaul

MARJIN NEWS
12 January 2019

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat. (Foto: Istimewa)

RUTENG, marjinnews.com - Peran hubungan masyarakat (Humas) di dalam struktur pemerintah sangat penting. Tapi di Pemerintah Provinsi NTT, bahkan di kabupaten di NTT, Humasnya lemah. Itu karena, otaknya pas-pas dan tidak bergaul

Hal itu disampaikan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat saat bertatap muka dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Manggarai di aula Nuca Lale kantor bupati Manggarai, Rabu (9/1) petang.

Pertemuan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, Deno Kamelus dan Viktor Madur, Staf Ahli Bupati, para asisten dan pimpinan OPD.

Hadir juga Wakil Ketua DPRD Manggarai, Osi Gandut, pimpinan BUMN dan BUMD, Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian dan perwakilan dari Kodim 1612/Manggarai.

Dalam rombongan gubernur, dihadiri Wakapolda NTT, Brigjen Pol Johanis Asadoma, sejumlah pejabat dari Bank NTT dan sejumlah pengusaha.

Dikutip dari Timor Express, Viktor Laiskodat mengatakan, napas pemerintah ada di Humas. Jika Humasnya lemah, organisasi pemerintah lambat bergerak dan berubah. Humas itu harus bisa bergaul dengan siapa saja. Terlihat selama ini, orang yang ditempatkan di Humas, pasti orang yang tidak laku-laku. Sehingga di Humas perlu didesain ulang.

“Humas itu orang terbaiknya gubernur. Karena salah atau benar, itu Humas yang bertanggung jawab. Tapi Humas yang ada di NTT, perannya tidak ada. Otaknya pas-pas dan tidak bergaul. Ke depan ini tidak boleh ada lagi. Humas yang ada saat ini di provinsi, bukan desainya saya,” katanya.

Sehingga lanjut dia, dalam waktu dekat dirinya akan mendesain lagi peran orang yang ada di Humas. Di mana dalam waktu dekat, ia akan mengganti posisi orang yang duduk di Humas. Tentu yang dibutuhkan, Humas yang mempunyai kelas daya jelajah. Dia punya kemampuan bergerak, mendesain dan mampu terjemahkan semua pidato gubernur.

Ia menambahkan, dalam organisasi yang besar dari provinsi sampai kabupaten, harus bersinergi. Tentu selalu mendorong agar hubungan-hubungan yang kaku dalam pemerintah, pelan-pelan dicairkan. Dalam hubungan kerja, jangan dekatkan cara struktur, nanti kaku. Tapi harus lebih banyak diskusi sebagai kakak, adik dan teman. Ini pasti membuat punya energi lebih hebat.

“Diplomasi itu penting. Seluruh keberhasilan di dunia tentu diplomasi apa pun pekerjaan. Lebih khusus itu diplomasi meja makan. Kalau ada persoalan pembangunan infrastruktur, saya tidak khawatir. Kalau kinerja dan SDM dibirokrat, itu saya sangat khawatir. Karena modal terbesar provinsi ada pada birokratnya,” bilangnya.

Dikatakan, struktur birokrat itu tentu efektif dalam melayani publik. Tapi itu sangat tergantung kepemimpinannya. Kalau pemimpinnya sangat kaku sesuai dengan bentuknya, maka itu kelemahan ciri khas pemimpin. Pemimpin itu minimal tahu kondisi apa yang dilakukan.

Sementara Bupati Manggarai, Deno Kamelus pada kesempatan itu menyampaikan, ucapan terima kasih kepada gubernur dan wakapolda serta rombongan atas kunjungan ke Kabupaten Manggarai. Ini kunjungan perdana.

Kata Deno, rombongan gubernur diterima secara adat, itu sebagai ungkapan kegembiraan dan ketulusan hati menerima kehadiran. Sembari berdoa supaya selalu dilindungi.

Jujur lanjut Deno, di Manggarai disiplin ASN masih kurang. Sehingga Deno terinspirasi dengan apa yang dilakukan Gubernur Viktor Laiskodat bahwa ASN di provinsi yang kurang disiplin, memakai rompi khusus. Artinya, kalau ini dilakukan di Kabupaten Manggarai, Deno merasa tidak sendirian. Karena gubernur pertama yang melakukan itu.

Saat ini kata Deno, pertama yang dilakukan ASN di Manggarai, setiap hari harus wajib buat jurnal.

“ASN di Kabupaten Manggarai, jujur dispilinya masih kurang. Jadi mulai saat ini saya suruh mereka harus wajib buat jurnal. Karena dalam jurnal itu mereka buat apa yang mereka kerjakan. Kalau soal kerja sama antara forkopimda, di Manggarai cukup bagus. Kepada pak gubernur, saya minta untuk tolong perhatikan jalan provinsi Ruteng-Iteng, khususnya Iteng menuju Golo Cala karena kondisinya sangat buruk,” kata Deno.

Sumber: Timor Express