Tragedi Nduga Bukan Masalah Pertama di Papua

Foto: istimewa



JAKARTA, marjinnews.com - Ketua DPD Vox Point Indonesia daerah DKI Jakarta Norben Syukur menegaskan  bahwa peristiwa penembakan di Nduga, Papua merupakan degradasi nilai-nilai kemanusiaan.

Hal ini disampaikannya dalam diskusi publik bertajuk “Ada Apa di Balik Pristiwa Papua”  di Sanggar Prativi Building, Sabtu (15/12/2018).

“Atas duka ini kami Vox Point DPD DKI Jakarta mengucapkan turut berduka. Para pekerja itu adalah pahlawan karena mereka turut mengambil bagian pembangunan di Papua.  Kasus Papua harus direspons secara komprehensif.” jelas Norben dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Vox Point Indonesia DPD DKI  Jakarta.

Turut hadir sebagai pembicara Praktisi HAM, Hariz Azhar, Peneliti Kajian Papua- LIPI, Adriana Elizabeth dan Direktur Papua Circle Institute, Hironimus Hilapok.

Pembicara pertama Haris menjelaskan diskriminasi terhadap Papua sengaja dibentuk. Persoalan pelanggaran HAM secara konsisten terjadi setiap saat. Perlakuan terhadap masyarakat Papua yang diskriminatif ini menunjukkan bahwa tanah Papua sebagai surga hanyalah sebuah nyanyian.

“Papua, Tanahnya Indonesia tetapi tidak diakui. Mereka teralienasi, oleh karena itu perlu berdialog. Kita punya instrumen namun tidak dioptimalkan,” terang Haris.

Menurutnya semua masalah Papua didekati mekanisme politis yang rumit. Padahal masyarakat Papua meminta bantuan. Pristiwa di Ndunga bukanlah peristiwa yang pertama.

“Saya khawatir ke depan bisa ada lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan selain kebutuhan materiil Papua juga perlu kebutuhan imaterill. Kebutuhan tersebut seperti penegakan keadilan, HAM, memberi penghormatan dan pengakuan pada keberadaan suku-suku asli Papua.

“Kebutuhan tersebut sangat substantif akan tetapi Negara sering kali absen soal ini. Tragedi Nduga menunjukkan menambah buruknya rapor HAM di Indonesia,” ujarnya.

Senada dengan itu pembicara kedua Adriana Elizabeth memaparkan peliknya masalah Papua karena pemerintah belum terlalu serius memahami persoalan Papua.

Menurutnya masalah Papua tidak hanya persoalan infrastruktur,
Pemerintah harus mulai memikirkan bagaimana melakukan pendekatan budaya terhadap Papua.

Papua memiliki kearifan lokal di mana filosofi orang Papua meski menjadi bagian dari pertimbangan kebijakan Negara di Papua. Ia menganalogikan realitas di Papua sebagai bara yang tak pernah padam.

“Yang ditangkap oleh orang selama ini adalah asapnya sementara baranya tidak padam itulah yang menyebabkan banyak sekali orang Papua yang mati dalam kesunyian,” kata dia.

Sementara Hironimus Hilapok menjelaskan ada dua hal yang kurang diperhatikan terhadap Papua yang menyebabkan konflik berkepanjangan di tanah ini.

Ia menyoroti dua hal penting yang harus diperhatikan dalam menyelesaikan persoalan di Papua yakni perlunya evaluasi terhadap Otonomi khusus (Otsus) dan pelanggaran HAM di Papua.

Faktanya Otsus tidak membawa kesejahteraan bagi rakyat Papua sehingga seruan merdeka selalu muncul.

“Penyelesaian masalah HAM Papua mendesak dilakukan. Dengan cara demikian akan memulihkan kepercayaan rakyat Papua terhadap pemerintah Indonesia,” tutupnya. (EO/RN/MN)

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,6,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,In-Depth,15,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,102,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1373,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,14,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Tragedi Nduga Bukan Masalah Pertama di Papua
Tragedi Nduga Bukan Masalah Pertama di Papua
https://1.bp.blogspot.com/-mbtN2DbZ8bw/XB0ZozH0DhI/AAAAAAAAACs/IekyHE2OH10zIe7t4M2iXnVkCH7dqzndgCLcBGAs/s320/IMG-20181222-WA0000.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-mbtN2DbZ8bw/XB0ZozH0DhI/AAAAAAAAACs/IekyHE2OH10zIe7t4M2iXnVkCH7dqzndgCLcBGAs/s72-c/IMG-20181222-WA0000.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/12/tragedi-nduga-bukan-masalah-pertama-di-papua.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/12/tragedi-nduga-bukan-masalah-pertama-di-papua.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy