Tidak Terima Ditegur "Soal Wanita" 3 Mahasiswa Asal NTT di Malang Keroyok Warga

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Tidak Terima Ditegur "Soal Wanita" 3 Mahasiswa Asal NTT di Malang Keroyok Warga

MARJIN NEWS
20 December 2018

Foto: Ilustrasi
LOWOKWARU, marjinnews.com - Tak terima ditegur oleh warga, dua mahasiswa mengeroyok seorang warga ketika berada di pos Kamling Jalan Tlogomas Gang VIII, Lowokwaru, Kota Malang pada Senin (17/12/2018).

Kasus pengeroyokan tersebut terjadi lantaran, Suharto Gani (46) warga Jalan Tlogomas Gang VIII, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang menegur dua mahasiswa John Fischer Lende alias Jovice (22) dan Jemy Firmance Dedi (20) saat akan memasukkan wanita ke dalam rumah kos.

Aryadi Wardoyo, Lurah Tlogomas mengatakan, sekitar pukul 22.00 WIB, dua mahasiswa asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut menyerang Suharto dengan menggunakan parang dan besi.

Akibat dari kejadian itu, Suharto terkena bacok pada bagian punggung. Hal itu membuat warga Jl Tlogomas Gang VIII dan Gang VII geram dan membalas menyerang mahasiswa tersebut.

"Warga tak terima dengan ulah mereka. Apalagi melihat ada warga yang terluka, jelas warga marah," ucapnya saat ditemui SURYAMALANG.COM, Rabu (19/12/2018).

Sementara itu, Kompol Pujiono Kapolsek Lowokwaru mengatakan, teguran dari warga itu membuat para mahasiswa dari NTT ini marah.

Ketika korban sudah kembali ke Pos Kamling, korban kemudian diserang.

Dalam serangan mendadak itu, Suharto terkena sebetan parang di bagian punggung.

Warga lain yang mengetahui penyerangan itu segera keluar rumah.

Mereka kemudian mengejar para pelaku.

Mengetahui banyaknya warga yang mengejar, kedua pelaku langsung kabur.

"Barang Bukti yang telah kita amankan yakni besi sepanjang 67 cm dan sangkur sepanjang 23 cm," ucap Kompol Pujiono.

Walaupun kedua mahasiswa ini mencoba kabur, mereka kemudian diamankan petugas Polsek Lowokwaru saat berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Bahkan satu diantara mereka Jemy Firmance ditangkap warga beberapa kali sempat merasakan bogeman mentah di bagian wajahnya sebelum diserahkan ke Polsek Lowokwaru.

"Pada waktu itu, kami sempat meredam emosi warga agar pelaku tidak sampai dihajar. kini kedua pelaku sempat kami bawa ke Polsek Lowokwaru, selanjutnya kami serahkan ke Polres Malang Kota agar dilakukan penanganan," imbuhnya. (*)

Sumber: Surya Malang
Editor: Remigius Nahal