Terjadi Perusakan Baliho Milik Caleg di Manggarai
Cari Berita

Terjadi Perusakan Baliho Milik Caleg di Manggarai

MARJIN NEWS
19 December 2018

Foto: Istimewa
RUTENG, marjinnews.com - Alat Peraga Kampanye (APK) milik para calon Legislatif di Manggarai diduga dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Misalkan APK milik Calon Anggota DPRD Manggarai dari Partai NasDem atas nama Faransiskus Yosef Andi Syukur S.Ag.

Perusakan APK milik calon DPRD Manggarai dari Dapil Langke Rembong ini terjadi di Kelurahan Karot, Langke Rembong, tepatnya di sekitar jembatan Wae Ces.

"Tadi sore saya hanya pindahkan baliho ke situ (di tempat perusakan baliho), sebelumnya baliho dipasang tepat di samping jembatan Wae Ces. Dari semua baliho yang dipasang di seputar jalan Wae Ces ada beberapa yang dirusak, termasuk saya punya baliho," terang Fransiskus Yosef Andi Syukur S.ag kepada MarjinNews, Rabu dini hari (19/12).

Atas peristiwa ini, Fransiskus Yosef Andi Syukur S.ag mengatakan, bahwa beda pilihan itu biasa namun tidak harus merusak baliho.

"Saya berharap agar masyarakat memahami bahwa beda pilihan itu biasa namun tidak harus merusak baliho. Untuk para caleg, agar memberikan pemahaman bagi konstituen untuk saling menjaga Alat Peraga Kampanye yang dipasang di setiap zona yang telah ditetapkan oleh KPU. Salam berkompetisi untuk semua," tutur Syukur.

Pria yang akrap disapa Yos Syukur ini pun berdoa, agar oknum yang merusaki APK tersebut diampuni oleh Tuhan

"Semoga Tuhan mengampuni mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat," ujarnya.

Ia pun berharap pihak yang melakukan perusakan tersebut akan memilihnya pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

"Dan semoga mereka akan memilih saya pada tanggal 17 April 2019. Salam Restorasi, salam Politik Santun," tutup Syukur.

Untuk diketahui, perusakan APK merupakan tindak pidana pemilu. Karena hal tersebut sudah diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Larangan perusakan APK diatur dalam Pasal 280 ayat (1) huruf g UU Pemilu. Pasal tersebut menyatakan bahwa pelaksana, peserta pemilu dan tim kampanye tidak boleh merusak dan/atau menghilangkan APK peserta pemilu.

Sementara, untuk sanksi atas tindakan perusakan APK peserta pemilu adalah pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

Sampai berita ini diturunkan, kami belum bisa mengkonfirmasi kepada Bawaslu Manggarai terkait peristiwa ini. (*)

Editor: Remigius Nahal