Terima Kasih Ayah dan Ibu
Cari Berita

Terima Kasih Ayah dan Ibu

MARJIN NEWS
18 December 2018



Gambar: Ilustrasi



(Mengejar materi memang perlu, tetapi jangan sampai mengabaikan keberadaan keluarga, manfaatkanlah waktu luang bersama mereka)

***

Sosok seperti mereka adalah sosok sangat-sangat penting bagi kehidupan kita. Berkat Ayah dan ibulah kita bisa ada di dunia ini dan menjadi sosok yang kuat seperti saat ini. Ayah dan ibu adalah manusia pertama yang kita lihat ketika baru pertama kali datang ke dunia. Apalagi sosok ibu yang rela mengalami masa-masa sulit saat mengandung kita selama 9 bulan dan mempertaruhkan nyawanya ketika kita dilahirkan.

Jika ditanya, siapakah orang yang paling ingin kita bahagiakan?, pastilah sebagian besar akan menjawab, Ayah dan Ibu. Kita tidak bisa memungkiri, ayah dan ibu merupakan sosok yang memiliki peran penting di dalam hidup kita, mulai dari masa kecil hingga beranjak dewasa seperti sekarang ini. Banyak momen yang sudah dilewati, yang membuat sosok ayah dan ibu menjadi berharga di mata kita, anak tercinta mereka.

Ayah dan ibu merupakan sosok yang paling mengetahui diri sang anak, luar dan dalam. Mulai dari makanan kesukaan, sifat, hingga kebiasaan konyol yang mungkin sering kita lakukan saat berada di rumah. Ayah dan ibu sangat mengenalnya. Di hadapan mereka, kita bisa menjadi diri sendiri dan merasa diterima.

Ayah dan ibu selalu mengerti apa yang kita inginkan dan apa yang kita butuhkan. Di mulai dari hal-hal yang sederhana, ayah dan ibu tak pernah berhenti untuk menunjukkan perhatiannya pada kita. Maka dari itu, tak ada ayah dan ibu yang ingin merepotkan anaknya. Itulah sebabnya, jarang sekali kita dengar ayah dan ibu meminta sesuatu pada kita.

Ketika kita balita, ayah dan ibu adalah satu-satunya panutan untuk kita. Mereka yang memberikan kita kasih sayang dan cinta yang tulus, mereka juga dengan sabar menuntun kita dari mulai belajar merangkak, berjalan, hingga dapat berlari dengan kencang. Ayah dan ibu pun rela bangun tengah malam bahkan tidak tidur sama sekali demi menenangkan kita yang menangis sepanjang malam.

Di saat kita mulai beranjak remaja pasti sudah banyak kebutuhan kita yang harus dipenuhi. Maka orang tua mulai bekerja keras demi memenuhi semua yang kita inginkan. Kita bahkan tidak peduli seberapa berat beban tanggung jawab ayah dan ibu mencari uang, kita hanya bisa menuntut, agar apa yang kita butuhkan lekas terpenuhi.

Karena, bahagia kita adalah kesenangan mereka. Luka kita adalah kesedihan mereka.

Mungkin, ayah dan ibu tak selalu menunjukkannya. Namun sebenarnya, mereka turut merasakan apa yang kita rasakan. Mereka orang yang paling bahagia saat kita sedang senang. Namun, mereka juga orang yang paling tersiksa melihat jika melihat kita bersedih.

Jadi, jangan pernah merasa sendiri di dunia ini, karena ayah dan ibu selalu ada di sisi kita. Bisa dibilang, begitu banyak hal yang telah orang tua berikan. 

Karena Ketika kita mengalami sebuah masalah dan cobaan hidup, kadang orang yang menjadi tempat kita mengeluh adalah ayah dan ibu.  Mereka yang dengan sabar mendengarkan semua keluhan kita dan berusaha menemani kita dan tetap berada di samping kita di saat kita bahagia, sedih maupun susah. Apabila bukan karena kebaikan serta ketulusan mereka, maka mungkin kita tak akan bisa sampai di titik seperti sekarang ini.

Berkat orang tua, sekarang kita sudah punya begitu banyak pengalaman baru yang indah dan sekarang kita memiliki banyak hal yang menarik dalam keseharian kita di perantauan. Perasaan yang begitu senang merasa sudah terlepas dari penyakit kebodohan yang kita derita semasa kecil.

(Saya pribadi merasa senang dan bangga kepada kedua orang tua kami, yang telah bersusah paya mencari nafkah untuk kami anak-anaknya)

Keberhasilan kita dalam meraih prestasi tidak jauh dari bekal ilmu dan didikan yang diberikan oleh kedua orang tua kita. Ayah dan ibu akan ikut bangga jika bisa menjadikan anaknya sukses dan berhasil. Tidak salah jika ayah dan ibu kita patut diapresiasi karena jasa mereka membetuk karakter kita.

(Saya ucapan terima kasih kepada kedua orang tua saya. Karena Orang tua saya dulu pernah mengungkapkan pentingnya peran orang tua bagi anak-anaknya, agar anak-anaknya bisa meraih kesuksesan atau mendorong anaknya untuk Sekolah)

Orang tua mengembangkan kemampuan anaknya supaya dapat berhubungan sosial baik dengan teman ataupun masyarakat. Faktor inilah yang membuat kita biasanya  cepat beradaptasi dengan teman-teman dan masyarakat. (Kebetulan ayah dan ibu saya dulu seru kalau diajak curhat, jadi serasa adik kakak).

Mereka mengatakan cara menangani anak dengan karakter yang berbeda menjadi tantangan sendiri bagi kami orang tua. “kami senang karena setiap anak-anak itu unik, kami merasa bahagia jika mendengar dan melihat kalian berhasil di jenjang. pendidikan” Ungkap mereka.

Di saat kita berjuang menuju tahap kesuksesan, kita suka lupa bahwa di saat yang sama orang tua juga sedang berjalan menuju masa tua. Tak terhitung banyaknya hari yang kita lewatkan tenggelam dalam dunia kita sendiri. Selagi kita bisa, cobalah menyediakan waktu untuk kedua orang tua kita. Dengarkan cerita mereka, dan berikanlah mereka perhatian.

Jika ada kesempatan ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah mendidik kita. Sebab ucapan terima kasih tentu membuat orang merasa dihargai dan bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk terus memberikan yang terbaik bagi orang lain.

Saya ucapkan terima kasih kepada ayah dan ibu saya yang sudah pernah dan selalu membimbing serta mendidik saya. Mereka sudah membekali saya dengan ilmu yang sangat bermanfaat untuk kehidupan saya. Sehingga saya menjadi seperti sekarang ini.

Sebagai penutup dari tulisan singkat ini, saya ucapkan salam dari jauh untuk ayah, ibu dan keluarga besar di Paleng-Desa Mokel.


Oleh: Arifanus Apur