Tangkal Hoax dengan Memperkuat Literasi Media
Cari Berita

Tangkal Hoax dengan Memperkuat Literasi Media

27 December 2018

Foto: Dok. IKASANTRI
Labuan Bajo, marjinnews.com - Ikatan Alumni SMAK Sanctissima Trinitas Ranggu (IKASANTRI) menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Fenomena Hoax dan Kekerasan di Dunia Maya” pada hari rabu (26/12) di Ranggu, Manggarai Barat. Seminar Nasional ini menghadirkan narasumber dari DPD/MPR RI, Adrianus Garu; Kasat Intel Polres Manggarai Barat, Cakra Muradi; dan Pengurus Pusat PMKRI, Alfred Nabal. Pengamat Politik FORMAPPI, Lucius Karus menyampaikan materinya melalui video streaming, karena berhalangan hadir. Seminar ini dihadiri oleh 150 orang.

Pengurus Pusat PMKRI, Alfred Nabal menyampaikan pentingnya mendorong gerakan literasi sebagai upaya preventif dalam menghadapi derasnya arus hoax di masyarakat. 

“Memerangi hoax perlu dilakukan di hilir dan hulu. Jika di hilirnya melalui UU ITE, maka pendekatan di hulunya adalah dengan gerakan literasi. Untuk gerakan literasi ini, segenap elemen masyarakat memiliki tanggung jawab di sana,” papar Alfred Nabal. 

Menurut The World’s Most Literate Nations (WMLN), Indonesia menempati peringkat 60 dari 61 negara dalam hal literasi. Indonesia berada di bawah Thailand (59), Malaysia (53), dan Singapura (36).


Tentang gerakan literasi ini, Alfred Nabal mengajak seluruh peserta seminar untuk memulainya dari lingkungan pengabdian masing-masing. Hal paling utama ditekankan dalam dunia pendidikan formal, Alfred mengajak para pelaku di dunia pendidikan agar anak-anak didik dilatih membaca, menulis, berbicara, dan memecahkan masalah. 

“Majalah dinding merupakan instrumen yang sangat efektif untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah. Setiap sekolah perlu menghidupkan majalah dinding. Saya siap mendampingi adik-adik SMP dan SMA Ranggu dalam menghidupkan majalah dinding ini,” tegasnya.

Pada bagian yang lain, Alfred menyarankan agar sejak dini, anak-anak diperkenalkan dengan apa yang disebut literasi media dalam jenjang pendidikan formal. 

“ Karena kita hidup di era teknologi informasi dan komunikasi, literasi media menjadi urgen. Melalui literasi media ini, kita dilatih untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pesan-pesan provokatif yang tersaji melalui media-media,” tutupnya dalam seminar tersebut.

Laporan: Roy Nabal