Soal Sarjana Kesehatan yang Ditempatkan Jadi Tenaga Honor Administrasi Sekolah, Ini Penjelasan Bupati Mabar

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Soal Sarjana Kesehatan yang Ditempatkan Jadi Tenaga Honor Administrasi Sekolah, Ini Penjelasan Bupati Mabar

MARJIN NEWS
15 December 2018

Foto: Istimewa
LABUAN BAJO, marjinnews.com - Beredar informasi bahwa Bupati Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur, Agustinus Ch Dula melalui Surat Keputusan (SK) pengangkatan Honor Daerah (Honda) tahun 2018 menempatkan salah satu tenaga kesehatan untuk mengabdi di SMP Negeri II Sano Nggoang. 

Padahal masih banyak guru komite yang mengabdi sejak lama di sekolah tersebut namun tidak diakomodir sebagai tenaga honor.

Atas informasi tersebut, Bupati Manggarai Barat Gusti Ch. Dula kepada MarjinNews Sabtu (15/12) pagi mengatakan, jika informasi itu benar, maka pihaknya akan langsung memindahkan tenaga honorer tersebut ke bagian kesehatan. 

Sebab, menurut Bapati Dula, kebetulan untuk tenaga Fasilitas kesehatan di Manggarai Barat masih kurang.

Ketika ditanya, mengapa sampai terjadi salah penempatan, Bupati Dula mengatakan, kemungkinan hal itu terjadi karena salah ketik. Karena terlalu menyolok penempatannya.

"Tenaga medis kok menjadi tenaga administrasi TU di sebuah sekolah. Sementara tenaga medis kurang di Puskesmas," tutup Dula.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMP Negeri II Sano Nggoang, Rofinus Mato, seperti dikutip Victorynews, menjelaskan ada dua tenaga honor yang ditempatkan di SMP Negeri II Sano Nggoang pada November 2018 lalu yakni Florianus Bahanus dan Mikael Harun S.Kep.Ners.

Dia mengaku keduanya bukan tenaga pengajar namun statusnya sebagai tenaga administrasi.

“Saya tidak tahu mereka dulu kerja dimana. Keduanya mengantongi SK Honda pada bulan November ditempatkan di SMP Negeri II Sano Nggoang,” ujar Rofinus.

Rofinus mengatakan selama ini pihaknya mengalami kekosongan tenaga administrasi sehingga keduanya dipercayakan mengurus adminitsrasi sekolah.

“Saya tidak tahu kalau mereka itu sarjana kesehatan. Yang saya tahu mereka menjadi tenaga honda dengan mengunakan izasah SMA,” tutur Rofinus. (*)

Penulis: Remigius Nahal