Santa Claus, Penyuntik Semangat Murah Hati Bagi Anak Ketika Merayakan Natal
Cari Berita

Santa Claus, Penyuntik Semangat Murah Hati Bagi Anak Ketika Merayakan Natal

19 December 2018

Foto: huffingtonpost.ca
EDITORIAL, marjinnews.com - Natal merupakan sebuah momen yang pada kenyataannya lebih dari sekadar sebuah seremonial keagamaan semata. Bagi orang dewasa, Natal bisa dimaknai sebagai momen dimana sebuah kelahiran baru yang kemudian menjelma menjadi sebuah peristiwa keselamatan dalam diri Yesus Kristus yang dalam ajaran agama Kristiani diyakini sebagai manusia dan Putera Allah sendiri.

Lalu bagaimana anak-anak memaknai perayaan Natal? Di Barat, pada setiap momen Natal, anak-anak akan menulis surat untuk Santa Claus. Anak-anak biasanya meminta hadiah atau sesuatu yang mereka inginkan dan berharap dikabulkan. Santa Claus dikenal sebagai pria gendut yang memiliki jenggot putih, menggunakan topi serta jas merah, dan membawa banyak hadiah. 

Namun, sebenarnya tahukah kita darimana tradisi Santa Claus berasal?
“Santa Claus” sebenarnya nama yang diberikan kepada St. Nicholas, yang merupakan uskup dari Myra di abad ke-4. Ia dikenal sebagai orang yang murah hari dan mau membantu siapa saja. Setelah ia meninggal, kisah tentang kemurahhatianya tersebar di seluruh dunia dan ia mulai disebur sebagai “Sinter Klass” di Belanda. Selanjutnya, istilah tersebut berubah menjadi “Santa Claus” di Amerika Serikat yang hingga saat ini dikenal seluruh dunia.

Mengapa Santa Claus meninggalkan hadiah?
Pendiri New York Historical Society, John Pintard mengaku bahwa ia sangat tertarik dengan cerita St. Nicholas. Pada pesta ulang tahun St. Nicholas tahun 1810, Alexander Anderson, yaitu kerabat Pintard ditugaskan untuk menggambar sosok St. Nicholas yang terlihat meletakkan hadiah di kaus kaki anak-anak yang tergantung dengan perapian. Ini menunjukkan bagaimana St. Nicholas membantu setiap orang yang kemudian dikenal hingga saat ini.

Bagaimana Santa Claus memiliki kereta salju?
Tahun 1822, seseorang yang bernama Clement Moore menambahkan beberapa elemen dari legenda Jerman dan Norwegia. Ia membuat Santa terlihat seperti peri atau malaikat, sehingga ia menambah konsep kereta salju yang ditarik delapan rusa, yang digunakan Santa untuk mengantar hadiah yang dimasukkan ke dalam kaus kaki tergantung dekat perapian. Moore menggunkan konsep ini mengingat orang-orang Skandinavia dan Finlandia yang menarik kereta salju dengan rusa.

Bagaimana dengan pakaian Santa Claus?
Pada abad ke-19, seorang kartunis populer, Thomas Nast, melakukan serangkaian gambar mengenai Santa Claus dalam kegiatan Harper Weekly, dimana unsur-unsur yang menyenangkan harus ditambah dalam sebuah gambar. Ia membayangkan Santa Claus tinggal di Kutub Utara dan memiliki bengkel sendiri untuk membuat mainan yang akan diberi kepada anak-anak. Sebagian besar gambar tentang Santa Claus mengenakan pakaian berbagai warna (merah, ungu, dan lainnya). Namun, Coca Cola melakukan kampanye besar yang menggunakan Santa Claus menggunakan pakaian merah-putih sebagai penikmat produk mereka. Santa pun kemudian terkenal dengan pakaian merah-putihnya ini.

Mengapa Santa penting dalam perayaan Natal?
Meskipun St. Nicholas meninggal pada 6 Desember, namun Santa Claus identik dengan Natal yang digabungkan dengan hari kelahiran Yesus pada 25 Desember. Santa dianggap penting karena ia memiliki kemurahan hati membantu siapa saja yang membutuhkan. Santa menyebar pesan baik, mirip dengan Yesus Kristus, sehingga membuatnya menjadi penting dalam perayaan Natal.


Nah, sekarang kita sudah tahu darimana tradisi Santa Claus berasal. Sebenarnya yang dimaksudkan adalah untuk mengajarkan kepada anak-anak bahwa mereka harus menyebarkan semangat serta bermurah hati kepada siapa saja untuk mendapatkan suka cita. *)

*) Dirangkum dari berbagai sumber