PP Pemuda Katolik: Khusus di NTT, Pemilu 2019 Minta Ditunda, Ini Alasannya
Cari Berita

PP Pemuda Katolik: Khusus di NTT, Pemilu 2019 Minta Ditunda, Ini Alasannya

MARJIN NEWS
10 December 2018

Foto: Ilustrasi
KUPANG, marjinnews.com - Kongres Pemuda Katolik di Kupang NTT  yang digelar 8 – 9 Desember 2018 telah selesai dilaksanakan di Hotel Kristal Kupang. Dr. Karolin Margaret Natasa terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Katolik periode 2018-2021 karena mendapat dukungan penuh 20 Komda dari 21 Propinsi yang hadir.

Tepuk tangan disertai pekikan “ Pro Ecclesia Et Patria “  menggema ketika ketua panitia sidang membacakan hasil Kongres XVII Pemuda Katolik.

Karolin Margret Natasa yang juga Ketua PP Pemuda Katolik PP Pemuda Katolik periode 2015-2018 ini menjadi satu-satunya anggota Pemuda Katolik yang dicalonkan pada kongres.

Mantan anggota Komisi IX DPR RI periode 2009-2014 dan 2014-2019 dari daerah pemilihan Kalimantan Barat ini mengatakan akan menjalankan amanah dan kepercayaan yang diberikan.

“Ini suatu kepercayaan untuk saya kedua kalinya sebagai ketua umum. Saya akan menjalankan amanah dan kepercayaan,” kata Karolin.

Selain memilih kembali Dr karolin Margaret Natasa sebagai Ketua Umum, Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik akan menyurati Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemilu 2019 yang berdekatan dengan Perayaan Paskah yakni Prosesi 'Semana Santa', ritual pekan suci di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT.

“Ini merupakan salah satu keputusan Kongres Nasional XVII Pemuda Katolik yang diselenggarakan di Kota Kupang,” ujar Karolin.

Jika pelaksanaan pemilu tetap dilaksanakan berdekatan dengan pesta demokrasi, kata Karolin, dikhawatirkan angka partisipasi pemilu masyarakat NTT khususnya masyarakat yang memeluk agama katolik akan rendah.

" Parsipipasi peserta pemilu 2019 di NTT akan menurun. Karena mayoritas umat katolik di NTT akan ziarah keagamaan ke Larantuka Flores Timur sehingga kemungkinan golput juga akan tinggi. Ini tentunya akan merugikan proses peseta demokrasi tahun depan,” jelas Karolin.

Sumber: Gatra
Editor: Remigius Nahal