Paus Fransiskus dan Petinggi Negara Sahabat Sampaikan Doa untuk Korban Tsunami Banten

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Paus Fransiskus dan Petinggi Negara Sahabat Sampaikan Doa untuk Korban Tsunami Banten

24 December 2018

Foto: Istimewa
VATICAN CITY, marjinnews.com - Pemimpin tertinggi umat Katolik Roma, Paus Fransiskus, mendoakan korban tsunami di Selat Sunda, Banten. Tsunami yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember, pukul 21.15 WIB, di pesisir Selat Sunda juga berdampak ke pesisir Lampung, yakni di Kabupaten Lampung Selatan, pesisir Kota Bandar Lampung, dan pesisir Kabupaten Tanggamus, itu juga mengakibatkan sejumlah kerugian materil. 

Kepada umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Paus asal Argentina itu mengatakan seluruh pikirannya tercurah bagi rakyat Indonesia yang didera serangkaian bencana alam. Menurutnya, bencana alam tersebut telah menyebabkan banyak kematian, korban hilang, pengungsian, dan kerusakan material yang besar.

Dia mengundang semua orang untuk bergabung dalam doa bagi korban dan orang-orang yang mereka cintai. Dia memohon penghiburan dalam penderitaan mereka. 

"Permohonan saya, agar saudara dan saudari tidak kekurangan solidaritas kita dan dukungan dari komunitas internasional," katanya, dikutip dari Vatican News, Minggu (23/11/2018). 

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyampaikan belangsungkawa. 

"Lebih dari dua ratus orang tewas dan hampir seribu orang terluka atau hilang. Kami berdoa untuk pemulihan dan penyembuhan. Amerika bersamamu," kicau Trump di Twitter. 

Dalam pesan duka citanya atas tragedi tsunami, Putin menyebut Indonesia sebagai negara sahabat.

"Rusia juga bersedih terhadap negara sahabat, Indonesia, saya menyampaikan simpati dan dukungan yang tulus kepada kerabat dan teman-teman yang tewas dan berharap pemulihan cepat bagi yang terluka dalam bencana alam ini," imbuhnya seperti dikutip dari TASS. 

Seperti diketahui, penanganan darurat terus dilakukan di wilayah yang terdampak tsunami di Selat Sunda. Data sementara hingga Senin (24/12/2018) pukul 07.00 WiB, tercatat 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang dilaporkan hilang, dan 11.687 orang mengungsi. (EC/MN)