Para PSK di Larantuka Pulang-Pergi "Main" Diantar Suami Tercinta
Cari Berita

Para PSK di Larantuka Pulang-Pergi "Main" Diantar Suami Tercinta

MARJIN NEWS
14 December 2018

Foto: Ilustrasi
LARANTUKA, marjinnews.com - Pasca pengrebeken disertai penangkapan lima orang Pekerja Seks Komersial (PSK) oleh Polisi Pamong Praja (POL-PP) Kabupaten Flores Timur (Flotim) di Kelurahan  Weri Kecamatan Larantuka meninggalkan berbagai kisah dibalik operasi tersebut.

Tidak saja cerita buruk mengenai kelakuan “nakal” oknum anggota Pol PP setempat yang nekad berhutang ketika melakukan transaksi “ukur badan demi memusakan hasrat seksualnya.

Para penjaja kenikmatan berlendir di Kabupaten paling timur pulau Flores ini, tidak saja datang dari kaum remaja, ibu rumah tanggapun teridentifikasi turut meramaikan bursa “pelelangan tubuh” bagi kaum pria.

Sebut saja Dewi 35 thn bukan nama sebenarnya,  warga asli Flores Timur. Ibu beranak tiga ini dalam melakukan aksi memanjakan syawat kaum adam  dihantar serta dijemput oleh sang suami.

Kisah miris sekaligus  memalukan ini, dibeberkan Donatus Kopong Weran Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat-Pol PP) kepada awak media Rabu, 12 Desember 2018 di ruang kerjanya.

Kopong mengatakan,  menurut pengakuan salah seorang  PSK yang terangkap ketika diinterogasi secara gamblang mengatakan dalam berpraktek dirinya senatiasa dihantar serta dijemput sang suami.

“Parahnya, ada PSK ibu rumah tangga mengaku setiap hari dalam berpraktek diantar jemput suaminya” geram kesal Kopong.

Menurut pengganti Agus Ruing ini, PSK dimaksud tidak benar-benar di hantar ke tempat transaksi melainkan diturunkan di sekitar lokasi pasar kota Larantuka.

“Suaminya hanya hantar sampai di pasar. Selanjutnya PSK tersebut, begerak sendiri ke Lokasi transaksi menggunakan ojek” sebut Kasat Pol. PP.

Setelah seharian, “menunaikan” tugas, PSK bersangkutan dijemput pulang sang suami” tutur

Bagi orang nomor satu di jajaran Penegak Perda Flores Timur dengan melihat fenomena yang ada, meski tidak memilki lokalisasi secara resmi, ekistensi  PSK di kabupaten kepulaun ini tidak bisa disangkal.

“PSK di kota Larantuka ada. Mereka membaur dengan masyarakat, tersebar  di rumah penduduk serta kos-kosan pada umumnya” ungkap Kopong.

Menurutnya, usai diidentifikasi keberadaan PSK di Kota Reinha, tidak saja didominasi  para pendatang melainkan warga lokalpun turut meraimaikan transaksi esek-esek.

“Lima orang yang ditangkap bukan orang luar, tite amu (orang kita). Hanya satu saja dari luar propinsi” paparnya.

Selain Dewi, PSK Flores Timur daratan diketahui pula Wulan (samaran) 18 thn, perempuan asal salah satu kecamatan kepulauan ini, memuluskan usaha mendatangkan fulus secara tidak mulus di Kota Larantuka setiap harinya rela bolak-balik daerah asal menggunakan kapal penyeberangan antar pulau.

“Ada juga PSK dari pulau seberang. Nekad, ” berdagang” di Larantuka tiap hari PP dengan motor penyeberangan. Pagi datang, sorehnya pulang” kata Kopong.

Melihat fakta yang ada, Donatus Kopong Weran bertekad pihaknya senantiasa melakukan penertiban secara terus menerus sehingga menimbukkan efek jera bagi pelaku.

Pria asal Adonara ini juga, mengharapkan kerja sama semua pihak terutama pemerintahan kelurahan dalam menyikapi penyakit sosial masyarakat sehingga bisa diidentifikasi secara benar yang nantinya melahirkan solusi terbaik.

Sementara jumlah pengidap HIV/AIDS 2018 Sumber KPA (Komisi Penggulangan AIDS) Flotim sebanyak 279 penderita dimana 71 adalah  ibu rumah tangga.

Sumber: Metrotimor.com
Editor: Remigius Nahal