Mengenal Anna Jarvis, Ibunya Hari Ibu
Cari Berita

Mengenal Anna Jarvis, Ibunya Hari Ibu

22 December 2018

Gambar: Kaskus
SOSOK, marjinnews.com - Sejarah tentang Hari Ibu adalah kisah tentang tekad seorang putri, Anna Jarvis yang memutuskan untuk memberikan penghormatan kepada ibunya, Anna M Jarvis dan semua ibu di seluruh dunia ini. Anna Jarvis mengabdikan hidupnya untuk memenuhi impian ibunya tentang pengakuan hari demi menghormati para ibu. 

Meski tak pernah menjadi seorang ibu, Pelopor Hari Ibu, Anna Jarvis saat ini dikenal sebagai 'Mother of Mothers Day'. Judul yang tepat untuk mendefinisikan pengabdian wanita luar biasa tanpa henti ini kepada ibunya dan seluruh ibu pada umumnya. Anna Jarvis mendapat inspirasi untuk merayakan Hari Ibu ketika dia masih kecil. 

Suatu hari, ibu Anna, Nyonya Jarvis, yang seorang guru, mengucapkan sebuah doa di kelas dimana putrinya Anna juga menjadi salah satu muridnya. Untuk menyimpulkan pelajaran tentang ibu dari Alkitab, Nyonya Jarvis mengucapkan sebuah doa kecil,

"Saya berharap seseorang nantinya akan memberikan satu hari untuk perayaan hari ibu sebagai penghargaan atas pengabdian dan pengorbanan tanpa hentinya pada kemanusiaan dalam setiap bidang kehidupan. Dan Seluruh Ibu berhak atas hal tersebut."

Anna pun tidak pernah melupakan doa ini. Dan disaat mengunjungi makam ibunya, dia teringat doa tersebut dan berkata, "... oleh kasih karunia Tuhan Allah, Ibu akan memiliki hari itu." Kata-kata itu didengar dan masih diingat oleh saudaranya Claude.

Awal Mula Sejarah
Setelah kematian ibunya pada tahun 1905, Anna Jarvis memutuskan untuk menghormati ibunya. Dia menjadi semakin serius dalam resolusinya saat mengetahui bahwa remaja di AS lalai dalam perilaku penghormatan mereka terhadap orang tua mereka sendiri. Selain keinginan ibunya bahwa seseorang suatu hari akan memberikan penghormatan kepada semua ibu, kurangnya penghargaan terhadap kontribusi seorang ibu,baik bagi yang hidup dan mati membuat keputusan Anna menjadi lebih kuat. 

Pada tahun 1907, Anna yang masih muda memulai kampanye agresif untuk membentuk Hari Ibu Nasional di AS. Pada ulang tahun kematian kedua ibunya, dia memberikan penghormatan kecil kepada ibunya di Gereja Methodist Andrews. Pada tahun berikutnya, Hari Ibu juga dirayakan di kota Philadelphia.

Untuk memberi bentuk nyata pada tujuannya, Anna Jarvis bersama dengan para pendukungnya mulai menulis ratusan surat kepada mereka yang memegang posisi dan jabatan untuk menganjurkan kebutuhan akan Hari Ibu Nasional. Memiliki kemampuan pembicara yang fasih, Anna menggunakan setiap platform forum untuk mempromosikan perjuangannya. Meskipun awalnya sangat dingin, dia berhasil mencapai terobosan dengan mendapatkan dukungan dari pedagang besar dan dermawan, John Wanamaker dari Philadelphia. 

Pergerakan tersebut mendapat dorongan baru dengan dukungannya. Pada tahun 1909, empat puluh lima negara bagian termasuk Puerto Riko, Hawaii, Kanada dan Meksiko menganggap hari peringatan itu layak dan sesuai. Orang - orang juga mengenakan hiasan putih dan merah untuk memberi penghormatan kepada ibu mereka, sesuai tradisi yang dimulai oleh Anna Jarvis. 

Anna memilih bunga Anyelir karena mereka adalah bunga favorit ibunya. Dan bunga Anyelir putih menjadi favoritnya karena mewakili kemurnian hati seorang ibu. Sebuah Anyelir putih harus dipakai untuk menghormati ibu yang telah meninggal, dan yang merah untuk menghormati ibu yang hidup. Pada tahun 1911, Hari Ibu dirayakan di hampir setiap negara bagian Amerika. Dan pada tahun 1914, Presiden Woodrow Wilson membuat pengumuman resmi yang mengumumkan Hari Ibu sebagai hari libur nasional yang akan diadakan setiap tahun pada hari Minggu kedua bulan Mei.

Benturan Pemaknaan Hari Ibu

Sebagai aktivis, Anna Jarvis memang jarang berada dirumah, namun kepribadiannya tidak pernah mengerutkan kening pada para wanita tradisional yang merasa puas tinggal di rumah. Malahan dia berusaha untuk memberikan kehormatan dan martabat ini pada wanita yang merupakan sebagai sosok ibu rumah tangga. Inilah salah satu tujuan utamanya merayakan Hari Ibu. 

Hari Ibu dimaksudkan untuk memberikan penghormatan kepada wanita yang memberi kita kelahiran dan kehidupan. Meskipun kita sering memiliki rasa syukur terhadap ibu kita, kita tidak sering mengakuinya. Hari Ibu dirayakan untuk berbagi perasaan dengan ibu kita. Meluangkan waktu bersamanya dan membuatnya merasa istimewa. Mereka yang berada jauh dari ibu sudah selayaknya harus mengungkapkan perasaan cinta dan syukur mereka dengan menulis kepada mereka atau berbicara melalui telepon.

Meski seharusnya dimaknai demikian, sesuatu yang menyedihkan untuk dicatat adalah bahwa meskipun Anna Jarvis mengabdikan hidupnya untuk pembentukan Hari Ibu Nasional di Amerika, namun pada akhirnya dia kecewa dengan apa yang terjadi. Dia prihatin dengan reformasi. Dia membenci komersialisasi hari perayaan itu, sedemikian rupa sehingga dia merasa menyesal telah memulai tradisi merayakan Hari Ibu.

Sudah selayaknya kita harus memberikan penghargaan terbesar kepada setiap Ibu diseluruh dunia atas segala pengorbanan yang telah dia berikan kepada kita, tetap terbangun untuk menjaga kita, memberikan ketenangan pada kita, walaupun dia sendiri kadang merasa tidak tenang, dan memberikan semua waktunya untuk merawat dan membesarkan kita hingga kita menjadi manusia seutuhnya, yang suatu waktu akhirnya dia harus menerima kenyataan kalau kita akan meninggalkan dia untuk kebahagiaan kita juga. 

Sebuah kotak yang berisi hadiah atau pun kata-kata terima kasih yang kita ucapkan seolah-olah ingin mengimbangi seluruh pengorbanan yang dia berikan, padahal kita semua tahu kalau itu tidak akan pernah cukup. Tapi seorang ibu tetap akan memberikan senyuman terbaiknya atas semua hal itu, sekali lagi hanya untuk membahagiakan kita.

Anna meninggal pada usia 84 pada tanggal 24 November 1948. Dia dikebumikan di samping ibunya di West Laurel Hill Cemetery di Philadelphia. Pada hari penguburannya, bel di Gereja Andrews di Grafton berdentang sebanyak delapan puluh empat kali untuk menghormatinya. Museum Tempat Lahir Anna Jarvis terletak empat mil selatan Grafton di A.S. Route 119/250.

*Dirangkum dari Berbagai Sumber