Menanti Ketegasan Polisi Hadapi Tekanan Massa dalam Pemeriksaan Habib Bahar Bin Smith
Cari Berita

Menanti Ketegasan Polisi Hadapi Tekanan Massa dalam Pemeriksaan Habib Bahar Bin Smith

MARJIN NEWS
6 December 2018

Foto: Istimewa
JAKARTA, marjinnews.com - POLRI harus tetap objektif dan profesional dalam memproses hukum kasus dugaan ujaran kebencian yang disangkakan kepada Habib Bahar bin Smith, terkait dengan ceramahnya saat reuni 212 beberapa hari yang lalu.

Publik ingin saksikan profesionalisme Polri dalam kasus-kasus besar termasuk kasus Habib Bahar bin Smith. Sebesar apapun tekanan masa yang diberikan oleh pengikut dan pendukung Habib Bahar bin Smith atas alasan mengawal proses hukum, tetapi Bareskrim Mabes Polri dan jajarannya tidak boleh terpengaruh dengan tekanan atau intervensi dalam bentuk apapun dari siapapun termasuk dari pendukung dan  pengikut Habib bin Smith.

Oleh karena itu jika hasil pemeriksaan Penyidik terhadap Habib Bahar bin Smith hari ini (6 Desember 2018) meskipun diperiksa sebagai saksi, namun jika Penyidik sudah memiliki alat bukti sekurang-kurangnya dua alat bukti dan sudah terpenuhi dan unsur-unsur pidananya, khususnya sangkaan melakukan tindak pidana ujaran kebencian, maka Penyidik harus segera memberinya status tersangka dan melakukan penahanan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab Penyidik yang dijamin di dalam KUHAP.

Bareskrim tidak boleh melahirkan tradisi atau budaya hukum baru dalam penegakan hukum berupa bersikap lunak atau mengalah terhadap tekanan masa, lantas mengorbankan tuntutan rasa keadilan publik dalam kasus-kasus tertentu termasuk kasus Ujaran Kebencian yang disangkakan kepada Habib Bahar bin Smith hanya karena tekanan masa.

Jika kondisi yang diciptakan oleh sekelompok orang memberikan tekanan untuk mengawal proses hukum atas nama Habib Bahar bin Smith, lantas Polri kembali bersikap lunak maka wibawa hukum, wibawa Institusi Polri dan wibawa negara hukum kita akan tercoreng untuk kesekian kalinya (karena menyangkut kehormatan dan nama baik) Jokowi sebagai Presiden dan wibawa negara dalam menegakan hukum.

Melihat pasal dugaan pelanggaran pidana yang dilaporkan oleh Masyarakat terhadap Habib Bahar bin Smith yaitu tindak pidana Ujaran Kebencian yang ancaman pidananya di atas 5 (lima) tahun penjara, maka cukup beralasan bagi Bareskrim pada pemeriksaan hari ini selain menetapkan statusnya sebagai tersangka, juga melakukan upaya paksa terhadap Habib Bahar bin Smith berupa penangkapan selama 1 x 24 jam dan diikuti dengan panahanan untuk tahap pertama selama 20 ( dua puluh) hari.


Oleh: Petrus Selestinus
Koordinatir TPDI dan Advokat Peradi